AES 331 Billie Eilish, Charlie Puth, Dua Lipa, Taylor Swift
joefelus
Tuesday April 19 2022, 2:07 AM
AES 331 Billie Eilish, Charlie Puth, Dua Lipa, Taylor Swift

Saya pernah memiliki seorang sahabat, sahabat masa kecil ketika masih senang bermain kelereng di gang kotor atau mengejar layangan dengan sebuah gantar dari bambu yang ujungnya diikat dengan ranting agar ketika ada layangan putus, benang gelasannya bisa saya tangkap dan gantar saya putar untuk menangkap layangan itu. Ini butuh keahlian dan stamina karena yang mengejar layangan putus itu tidak sedikit, siapa yang cepat dan tangkas, maka akan jadi pemenang. Oh tambah satu lagi, kecerdasan! Harus bisa melihat arah angin dan peta lokasi karena di kampung gang itu seperti maze atau labirin, jadi harus tahu arah dan kecepatan angin serta ketinggian layangan sehingga kita bisa memprediksi dimana layangan itu akan jatuh. Ini seperti belajar mekanika, harus pandai menghitung kecepatan, dan juga belajar matematika tentang teori Pythagoras hahaha...

Sahabat saya ini sangat unik, kurus kering dan introvert. Ayahnya galak dan agak terlalu menekan anaknya, terutama urusan prestasi sekolah. Sepertinya saya pernah bercerita tentang dia sebagai salah satu ilustrasi tulisan esai saya. Ya sahabat saya ini sangat tidak beruntung. Selama kecil saya kagum pada dia, sebab dia selalu makan makanan yang sama, setiap hari selama bertahun-tahun, sampai dia lulus SMP dan pindah ke luar kota ketika SMA. Makanan dia adalah nasi dengan kuah sayur asam dan ikan asin! That's it! nothing else! Dia tidak pernah mengeluh dan kalau saya perhatikan dia selalu menikmatinya. Aneh bin ajaib! Saya sering tanya apakah dia bosan makan itu-itu saja. Dia hanya menggeleng. Kok bisa? Plus saya membayangkan nutrisinya dan saya yakin itu tidak cukup untuk anak-anak yang sedang tumbuh. Tidak heran dia kurus kering.

Kenapa saya cerita sahabat saya ini? Karena saya ingin membahas tentang kebosanan melakukan rutinitas yang itu-itu saja. Ini saya alami di pekerjaan. Walau setiap hari ada cerita, tapi yang saya kerjakan ya itu-itu saja. Sesekali memang saya harus mengambil alih tugas rekan lain ketika mereka berhalangan atau pergi liburan tapi mayoritas ya begitu lagi begitu lagi. Wendy Wood, seorang profesor dari USC, University of Southern California, mengatakan: “Repeating certain behaviors causes positive and negative emotional responses to wane,” Beliau menambahkan bahwa ketika respon emosional melemah, kebosanan mulai meningkat. Itu sering saya alami dimanapun saya bekerja karena semua pekerjaan yang saya lakukan selalu saya lakukan sepenuh hati. Selalu ada ikatan emosional antara pekerjaan dan saya, dan ketika sudah berkurang tantangannya, saya mulai bosan dan mulai berusaha mencari pekerjaan lain yang jauh lebih menantang. Tapi sampai kapan saya harus berpindah-pindah? Akhirnya saya berusaha mencari cara lain yang dapat membangkitkan semangat.

Saya mencari banyak kegiatan lain yang dapat mengurangi kebosanan. Mempelajari hal yang baru menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan. Berolahraga itu juga menjadi sebuah tantangan apalagi programnya tidak sama setiap harinya. Bayangkan kemarin saya harus berlari selama hampir 30 menit dengan incline 8 persen? Bukankah itu menantang? Detak jantung saya mencapai 160! Belum lagi mendayung sehingga dada serasa akan meledak. Setiap tetesan keringat yang jatuh ke lantai menjadi semacam hadiah penyemangat bahwa saya betul-betul bekerja keras menghadapi tantangan. Begitu selesai tidak ada kata bosan, yang ada justru kebahagiaan dan kepuasan! Yang jelas kemarin dulu lengan dan bahu saya yang pegal-pegal, hari ini bokong saja linu-linu. Tidak sama setiap harinya jadi tidak ada kata bosan hahahaha! Saya tidak berolahraga ketika bekerja tentunya, tapi menunggu saat pulang dan pergi berolahraga membuat hari-hari saya seru karena penuh penantian. Kadang malah di jam makan siang saya pergi ke rec center untuk berenang sekitar 30 menit lalu bisa makan siang sambil melakukan pekerjaan. Ini seru juga!

Menulis itu juga jadi tantangan. Tidak mudah mencari bahan tulisan, memikirkan topik dan mengolahnya menjadi sebuah pemikiran yang menarik. Itu tantangan juga. Alhamdulillah saat ini saya sedang menulis yang ke 331. Bulan depan saya akan setahun penuh menulis hampir setiap hari. Bayangkan, ini memberikan kepuasan tersendiri bukan? Bosan? Bagaimana bisa bosan jika setiap hari saya harus menantang diri sendiri untuk terus mencari topik dan menulis? Otak dan pikiran saya selalu dipicu untuk memilih sesuatu topik untuk saya narasikan. Setiap saat saya harus berusaha menangkap banyak hal, peka terhadap semua yang terjadi di sekeliling saya sehingga menemukan sesuatu untuk diabadikan. Seru bukan? Tidak akan pernah bisa bosan jika demikian, bahkan semakin lama semakin peka sehingga mudah menemukan sesuatu untuk diutarakan. Kemarin gara-gara daun kale, kacang panjang dan toge saya bisa menemukan ide untuk menulis tentang memori yang terdistorsi, yang dibengkokan karena kita selalu berusaha mengenang sesuatu yang manis dan yang indah serta melupakan hal-hal yang menyakitkan. Cara berpikir manusia memang aneh bukan? Siapa mengira bahwa melihat kacang panjang bisa mencetuskan ide menulis tentang kerja otak kita dalam memilih hal-hal indah untuk dikenang?

Kebosanan dapat dicegah dengan perubahan. Perubahan tidak perlu yang spesial. Hal-hal kecil bisa memicu semangat baru, kok. Itu yang dikatakan oleh Rachel Loock, coach karir dan kepemimpinan di Robert H. Smith School di Univesity of Maryland. Hari ini saya minum kopi, besok saya minum protein shake rasa tertentu, lusa mungkin teh atau Thai ice tea! Yang penting tidak itu-itu saja. Berusaha kreatif menjadikan pekerjaan kita menjadi semenarik mungkin. Bahkan Wendy Wood menambahkan, “It’s crucial to experience the enjoyable aspects of your job in different ways.” Mengganti musik yang diputar saat menemani bekerja juga seru kok. Kemarin jazz, hari ini lagu-lagu jadul, besok lagu-lagu populer masa kini. Saya juga tau kok lagu-lagunya Meghan Trainor, Charlie Puth, Shawn Mendes, Taylor Swift, Ariana Grande, Billie Eilish, maupun Dua Lipa! Hahahaha.. Rambut boleh ubanan tapi selera tidak kalah dengan anak muda hehehehe...

Menulis esai seperti ini bisa menghilangkan kebosanan saya disaat mulai terjebak dalam rutinitas yang membuat jenuh dan lelah. Tiba-tiba ada sebuah lampu ajaib di atas kepala lalu berbunyi "ting!" Ini saatnya menulis tentang kebosanan! Tadinya saya memberi judul esai ini Bored with routines, tapi kok ya boring, supaya seru dan tidak membosankan, saya ganti dengan nama-nama penyanyi kekinian: Billie Eilish, Charlie Puth, Dua Lipa, Taylor Swift, ... Kenapa tidak? Biar ga bosen! Hahahaha...

Foto: bphawkeye.org

You May Also Like