Sore tadi saya beristirahat sambil menghabiskan sisa hari sambil nonton NCIS. Kali ini episode dimana seluruh Washington DC mati listrik. Seluruh kota mati karena listrik begitu esensial di jaman sekarang. Komunikasi terputus dan mereka kewalahan dalam upaya memecahkan kasus yang mereka hadapi karena ketergantungan pada teknologi yang menggunakan listrik.
Saya lalu berpikir, bagaimana jika saat ini saya tidak ada listrik? Repot pastinya. Pekerjaan saya harus menggunakan komputer. Dining center mayoritas memanfaatkan tenaga listrik dari mulai peralatan masak sampai mesin cuci piring. Lumpuh kalau listrik mati!
Menjelang musim panas, saya tergantung pada listrik. Kamar pakai AC, bayangkan bagaimana bisa tidur dengan suhu hampir 40°C? Untuk masak dan sebagainya juga semua menggunakan listrik! Tidak menggunakan gas, tidak boleh ada ada api di apartemen. Di sini api sangat berbahaya, hanya perlu 15 menit untuk menghanguskan bangunan. Saya saksikan sendiri ketika 3 tahun lalu rumah di belakang apartemen saya kebakaran, ludes dalam 15 menit karena semua menggunakan kayu dan dry wall. Bukan batu bata! Kalau musim dingin tidak ada listrik bisa banyak makan korban jiwa karena tidak ada pemanas ruangan. Orang bisa meninggal karena kedinginan.
Di film tadi, saya saksikan bagaimana mereka pusing berusaha memperbanyak gambar profil penjahat yang mereka buru. Saya jadi ingat jaman mahasiswa membuat bimbingan belajar dengan rekan-rekan mahasiswa dari ITB, Unpad, Unpar dan universitas lain. Memperbanyak bahan/modul bimbingan belajar secara manual menggunakan mesin stensil. Kami lumayan hebat sudah pakai komputer Mugen 486DX yang Ram nya masih 16 MB yang masih menggunakan flopy disk, harus dihidupkan dengan disk operating system (DOS) dan masih menggunakan program WS dan Lotus 123. Hardisk pertama baru 100 MB, belum ada windows! Lalu diprint di kertas stensil dengan printer dot matrix sehingga bolong-bolong agar bisa dipakai di mesin stensil. Dipikir-pikir seru juga Hahahaha...
Jaman sekarang semua serba mudah, tapi ketergantungan pada hal-hal esensial juga sangat tinggi. Manusia jadi semakin invincible tapi sekaligus juga vulnerable! Ironis juga ya?***