Pernah membaca memoir yang ditulis oleh Mitch Albom, Tuesdays With Morrie? Kalau belum, harus! Saya membacanya sekitar 2 tahun sesudah buku itu ditulis ketika kebetulan berhenti menghangatkan diri di toko buku Barnes and Nobel pada musim dingin di New York awal tahun 1999. Saat itu saya membaca halaman pertama, dan buku itu tidak pernah saya kembalikan ke rak buku. Saya bahkan membeli beberapa buah lagi dan saya kirimkan ke beberapa sahabat. Ini Memoir tentang seorang profesor yang mengidap ALS dan mengajari bagaimana merayakan kehidupan dengan menghadapi kematian. Very enlightening!
Beberapa minggu terakhir ini saya dihadapkan dengan beberapa peristiwa dan kondisi yang berkaitan dengan kematian, well, mlipir mlipir sedikit gitu. Mungkin berkaitan dengan kematian seorang sahabat, pagi ini tiba-tiba saya terigat kutipan dari buku Mitch Albom itu, "The truth is. once you learn how to die, you learn how to live." Sepertinya ini sangat logis, sering kita menghadapi situasi ketika kita hampir kehilangan sesuatu, kita justru menghargainya lebih dari sebelumnya. Pada saat kita sakit, kita tahu betapa berharganya kesehatan. Ketika kita bangkrut, kita tahu berapa kayanya kita dengan selembar 100 ribuan!
Beberapa waktu yang lalu saya sempat agak khawatir karena masalah kesehatan. Dokter menunggu hasil USG dan mempertimbangkan biopsi. Banyak yang saya pikirkan dan renungkan hanya dalam bebebapa malam. Seperti pada saat ketika akan divaksinasi, kita memperhatikan jarum suntik dan secara otomatis seluruh otot-otot mengejang. Suster akan mengingatkan kita untuk kembali rileks. Antisipasi kadang justru tidak membantu. Saya sulit tidur!
Di sisi lain, kesadaran akan kematian justru memberikan pengertian yang dalam terhadap arti dan nilai kehidupan. Pada saat itu, kita akan berusaha menghargai setiap detik-detik kehidupan tanpa mau membuang-buang waktu dengan sesuatu yang tidak berarti. Hidup menjadi begitu sangat berharga lebih dari segala sesuatu. Yang kemudian menjadi fokus bukanlah yang akan "pergi" tapi yang justru "tinggal" Seperti yang dikatakan Professor Dumbledore terhadap Harry Potter,"Do not pity the dead, pity the living!"
Yang begitu menarik dari pelajaran yang saya peroleh dari Tuesday with morrie adalah ini: "So many people walk around with a meaningless life. They seem half-asleep, even when they're busy doing things they think are important. This is because they are chasing the wrong things. The way you get meaning into your life is to devote yourself to loving others, devote yourself to your community around you, and devote yourself to creating something that gives you purpose and meaning." Jadi pada saatnya, yang akan pergi tidak berarti lagi, melainkan yang tinggal. Sekali lagi, "Do not pity the dead, pity the living"***