Meniru kalimat terkenal dari William Shakespeare, Libur atau tidak libur, itu pertanyaannya! Hahaha..
Hari ini saya benar-benar ingin menikmati hari libur. Kemarin-kemarin, saya masih terus menerus mendapat email dari tempat kerja walaupun sebetulnya mereka tahu bahwa saya sedang libur. Hari ini juga ada satu email, bahkan saya jawab karena sifatnya sangat penting. Hanya 2 atau 3 menit, selebihnya saya nikmati hari yang super panas ini sebaik-baiknya.
Pagi hari sebelum pukul 6 pagi saya sudah di kolam renang. Sudah hampir seminggu ini pinggang bagian belakang saya sakit, ada urat yang tertarik. Penyakit lama. Terjadi sekitar 20 tahun yang lalu ketika bekerja di restoran roti lapis. Saya mengangkat doos Coca Cola, bukannya menggunakan lutut, saya menggunakan punggung, kecetot, dan harus menderita selama 6 minggu makan obat penahan rasa sakit dari dokter. Sejak saat itu, punggung saya sering bermasalah. Selalu ditempat yang sama. Di titik yang sama.
Saya berenang. Selesai berenang rasa sakit jauh berkurang. Lalu sarapan. Nina masih berusaha menghabiskan jatah makan dari tempat kerja. Buat saya menunya ya begitu-begitu saja. Telur orak-arik, breakfast link sausage, waffle dan kentang. Saya makan itu selama lebih dari 5 tahun di tempat yang sama. Tapi sarapan ya sarapan. Baik untuk tubuh, sumber energi sepanjang hari. Jadi walau sudah mulai jenuh, saya nikmati saja.
Selesai sarapan, berenang lagi! Tubuh saya tidak siap untuk ke gym, jadi berenang yang paling cocok, apalagi berenang bisa menjadi cara untuk stretching yang baik jika sakit kerena urat tertarik. Tadi pagi 1 jam di kolam ruang tertutup, yang sekarang 1.5 jam di kolam ruang terbuka. Udara panas dan cuaca cerah menyenangkan sekali dilewatkan di kolam renang dengan air yang sejuk.
Sepanjang hari saya hanya melakukan hal-hal yang menyenangkan, menjauh dari kesibukan. Dan seperti umumnya dirasakan oleh setiap orang yang melakukan kegiatan yang menyenangkan, waktu berlalu begitu cepat. Libur hari ke-3 tiba-tiba sudah lewat. Malam hari saya baru sadar masih belum menulis esai.
Libur atau tidak libur. Sekali lagi itu pertanyaan saya. Maksudnya apakah saya tetap akan menulis atau libur saja?
Sambil memandang layar TV sesekali saya melirik laptop yang ada di sudut, seolah-olah memanggil-manggil sebab hari ini saya belum menyentuhnya sama sekali. Saya berusaha terus memusatkan perhatian pada film yang Nina dan saya saksikan berdua. Tapi lagi-lagi laptop memanggil-manggil saya. Mau menulis apa? saya sama sekali belum memikirkan apa-apa sebab memang rencananya hari ini saya sungguh-sungguh ingin libur. Ya tulis saja sesuatu! Biasanya begtu, mulai dengan menulis satu kata lalu meluncurlah kata demi kata hingga menjadi sebuah esai.
Nah, begitulah hari ini. Latop saya menang karena dalam hati yang paling dalam saya juga tidak rela rantai menulis saya terputus. Terjawab akhirnya pertanyaan saya dengan hanya 2 kata: Tidak Libur!***