Saya memandangi layar monitor tanpa mampu menulis apa-apa. Pikiran simpang siur dan berusaha memilah-milah banyak hal yang terus-menerus mengganggu. Saya punya beberapa ide untuk diobrolkan, tapi rasanya tidak terlalu cocok dengan kondisi yang saya rasakan saat ini, sehingga saya agak kesulitan untuk mengembangkannya.
Tadi pagi saya berjalan perlahan-lahan menuju tempat kerja sambil mendengarkan musik instrumental piano. Berjalan di pagi hari itu buat saya nikmat sekali, banyak memberikan waktu untuk merenung. Hanya saja kali ini musik yang saya dengarkan mengingatkan kembali peristiwa 27 tahun lalu. Saat itu saya sedang berjalan berkeliling sebuah kampus dalam keadaan sangat tertekan. Untuk pertama kalinya saya merantau jauh ribuan kilometer dari keluarga, tanpa pengalaman yang berarti untuk di rantau, masih takut-takut untuk berbicara, padahal saya mantan guru bahasa Inggris hahahaha..
Kali ini berbeda. Walau lagu-lagu ini mengiringi kesenduan saya pagi hari tapi banyak hal lain yang harus saya pertimbangkan dan benar-benar saya pikirkan. Waktu tersisa sangat terbatas tetapi banyak sekali yang harus saya hadapi. Semuanya simpang siur saling kait berkait dan rumit. Sulit untuk mempertimbangkan mana yang lebih dahulu harus ditelusuri.
Saya memutuskan untuk memberi jarak sejenak, step back, mengambil langkah mundur untuk memberikan kesempatan pada diri sendri agar dapat melihat lebih jelas. Step back adalah salah satu cara untuk menarik diri agar dapat melihat kejelasan dan pengertian yang lebih baik akan keseluruhan gambaran yang ada di depan. Ketika kita melakukan ini, kita memberikan diri sendiri arah yang jelas yang harus diambil, memberikan wawasan untuk mengambil jalan yang tepat karena ketika kita terlalu memfokuskan diri pada sesuatu, hal tersebut akan menciptakan tekanan dan kekhawatiran yang akan mengakibatkan ke hal yang lebih buruk. Ketika kita mengalami sesuatu yang terlalu banyak pada saat yang sama, step back, mengambil jarak, adalah langkah yang baik. Sesudah semua jelas kita dapat kembali melakukan langkah-langkah yang tepat itu.
Seperti biasa menjelang akhir musim semi, jalanan sepi karena para mahasiswa baru kembali lagi nanti di akhir musim panas untuk memulai semester musim Gugur. Kota kecil ini menjadi sangat lengang. Udara panas sudah mulai terasa, hari ini katanya akan mencapai 35 derajat Celcius. Pukul 7 pagi matahari sudah sangat tinggi dan nanti akan terbenam lewat pukul 8 malam. Siang semakin panjang, dan malam semakin pendek. Sepertinya suhu udara yang panas ini sudah mulai menyiapkan saya untuk menghadapi daerah tropis. Mengingat ini saya jadi semakin sendu, dan musik yang mengiringi saya dalam kesedihan ini terus mengalun. Something inevitable is waiting for me, but it's okay. There will be another adventure for me, another journey!
Foto credit: addicted2success.com