AES 900 How Many Things Have We Missed?
joefelus
Friday November 10 2023, 6:18 AM
AES 900 How Many Things Have We Missed?

Tantangan paling sulit dalam hidup adalah menjalani kehidupan sebagai diri sendiri dan being in the present, maksudnya ada atau hadir di sini pada saat ini, tidak masalah kita ada di mana, yang jelas kita harus hadir. Mengapa itu menjadi tantangan yang paling sulit, karena kita mudah teralihkan perhatiannya, distracted, oleh segala macam hal seperti, tanggungjawab, kebutuhan, tuntutan, makanan, TV, HP, berita-berita, gosip, games dan sebagainya. Itu semua menghambat kita, menghalangi kita untuk benar-benar hadir di momen ini, di saat ini.

Ada sebuah ilustrasi yang ingin saya ceritakan di sini sebagai gambaran betapa banyaknya kita kehilangan hal-hal yang penting dan menarik dalam hidup.

Saat itu merupakan hari yang sangat dingin bulan Januari tahun 2007 di Metro Station, Washington D.C. Seorang pria memainkan sebuah biola mengalunkan 6 komposisi Johan Sebastian Bach tanpa henti selama sekitar 45 menit. Pada saat itu setidak-tidaknya ada sekitar 1000 orang yang berlalu lalang di stasion itu, kebanyakan dari mereka dalam perjalanan menuju kantor. Sesudah 3 menit, seorang setengah baya tertarik akan alunan musik itu, memperlambat langkahnya, lalu berhenti selama beberapa detik kemudian bergegas melanjutkan perjalanannya. Menit ke 4, pemain biola itu mendapat 1 Dollar yang pertama. Seorang wanita melemparkan uang ke topi di hadapannya tanpa menghentikan langkahnya. Menit ke 6 seorang pria bersandar pada dinding dan mendengarkan musik yang dimainkan pria itu, kemudian dia melihat jam tangannya lalu mulai berjalan lagi. Pada menit ke-10, seorang anak berusia 3 tahun berhenti tapi ibunya menarik tangannya agar tetap berjalan. Anak itu berhenti lagi untuk melihat pemain biola, tapi ibunya mendorong dia agar dia tetap berjalan, anak itu tidak henti-hentinya memandang ke belakang ke pemain biola, tapi ibunya terus mendorong dia agar bergerak lebih cepat. Selama 45 menit pemain biola itu memainkan alat musiknya tanpa henti. Ada 1079 orang yang lewat, hanya 7 orang yang berhenti dan mendengarkan sejenak. 20 orang memberi uang tapi tidak berhenti dan tetap berjalan dengan kecepatan semula. Pria itu berhasil mengumpulkan $32.17. Dia berhenti bermain dan keheningan mengambil alih suasana di situ, tidak ada orang yang memperhatikan, tidak ada yang bertepuk tangan.

Pemain biola itu adalah Joshua Bell, salah seorang pemain biola terhebat kaliber dunia yang berdiri di salah satu dinding stasion dengan memainkan biola seharga 3.5 juta Dollar! 2 hari sebelumnya Joshua tampil di sebuah teater di Boston, seluruh tempat duduknya terjual dengan rata-rata seharga $100. Dia memainkan musik yang sama yang dia mainkan di stasion itu. Ini adalah kisah nyata. Joshua Bell bermain di stasiun dengan menyamar yang diorganisir oleh Washington Post sebagai bentuk eskperimen untuk melihat apakah di tempat umum, pada waktu yang tidak tepat, manusia masih dapat menerima keindahan dan apakah kita dapat menghargai kepiawaian seseorang?

Berapa banyak diantara kita yang kehilangan hal-hal yang penting dalam hidup karena tidak "hadir" pada saat ini? Betapa banyak hal yang tidak kita perhatikan karena kehiruk-pikukan hidup sehingga kita bahkan lupa menikmati hidup itu sendiri?

Kita begitu sibuk dengan pekerjaan, dengan tanggung jawab, dengan tuntutan dan sebagainya hingga kita terlalu sibuk dan terjebak dalam tingkah laku kompulsif sehingga lupa untuk melepaskan diri dari semua itu dan tidak sempat untuk berusaha agar benar-benar "hidup". Dunia itu penuh dengan distraksi sehingga kita hampir lupa untuk dapat selalu hadir.

Nah ini tulisan saya di AES yang ke-900. Saya merasa beruntung bisa setiap hari menulis. Menulis bisa saya ibaratkan sebagai kegiatan untuk "berhenti" dan melepaskan diri dari segala macam distraksi dan untuk sekian menit dalam satu hari saya bisa berusaha untuk hadir dan hidup. 900 tulisan ini merupakan hasil dari upaya saya untuk berhenti sejenak dan berusaha mengenali sekeliling dan mendengarkan. Mudah-mudahan semakin sering melakukan ini saya akan semakin peka dan tidak termasuk dalam 1079 orang yang melewatkan sajian Joshua Bell, sang pemain biola terbaik kaliber dunia itu. Selama puluhan tahun saya yakin telah banyak kehilangan kesempatan, mudah-mudahan semakin lama semakin bisa tetap selalu hadir dan kehilangan kesempatan untuk mendengar, melihat dan menikmati semakin berkurang.

Foto credit: youtube.com

innocentiaine
@innocentiaine   3 years ago
Wow.. congrats pak Jo, sungguh keren πŸ‘πŸΌπŸŽ‰
joefelus
@joefelus   3 years ago
makasih, Kak Ine πŸ™
Andy Sutioso
@kak-andy   3 years ago
Wholeheartedly agree. Menulis jadi kesempatan untuk berhenti dan mengamati, mwnyadari dan memaknai. πŸ™πŸΌπŸ˜Š