Cannonball Adderley
Seperti biasa menjelang waktu istirahat di malam hari, saya menutup kegiatan hari ini dengan merenung sambil menanti kantuk datang.
Hari ini tidak terlalu produktif karena tubuh sangat lelah. Pekerjaan untungnya bisa ditunda hingga besok ketika ngantor. Hari ini bisa bekerja dari rumah.
Mood masih tidak jauh dari nostalgia. Kali ini mendengarkan lagu-lagu masa sebelum kepincut jazz. Pernah dengar Alan Parson Project? Misalnya yang cukup beken adalah Eye in the sky. Cuma anehnya kalau dengar lagu ini saya jadi ingat makan baso kampung di tempat kost teman-teman di Panca Tunggal, Taman Sari hahaha.. penjualnya anak muda yang oleh teman-teman perempuan saya dipanggil si Manis! kacau ini mah. Renungan malam babak belur gara-gara lagu!
Untungnya lagu berikutnya adalah Earl klugh, Waltz for Debby. Ah.. indah sekali lagu ini. Apalagi petikan gitar maestro ini bisa membuat hati sangat damai. Lalu dilanjutkan dengan lagu yang sama tapi dimainkan oleh Bill Evan dan Cannonball Adderley, salah seorang Jazz Saxophonist handal. Ya Tuhan! Ah.. musik memang punya kekuatan ajaib yang bisa memainkan perasaan.
Ya, tubuh lelah mungkin masalah thyroid mulai mengacau lagi. Jadi malam ini saya tidak mau berpikir apa-apa dan mau menikmati lagu-lagu saja hingga tertidur.
Melamun mendengarkan lagu-lagu seperti ini memang mengasyikan. Apalagi jika duduk dengan segelas minuman menyaksikan pemain saxophone, piano, drum dan bass sambil memainkan gelas dan bunyi es batu menyentuh dinding gelas ketika digoyang-goyangkan. Seperti waktu itu di salah satu klab di Chicago. Hmmm... Sambil memejamkan mata, imajinasi melayang layang.. hidup memang harus disyukuri dalam kondisi apapun. ***