AES 532 Meninggalkan Sarang
joefelus
Sunday November 6 2022, 9:21 AM
AES 532 Meninggalkan Sarang

Menjadi orang tua itu tidak ada sekolahnya tapi kita memang bisa belajar dari banyak hal. Misalnya yang paling banyak dilakukan adalah belajar dari pengalaman orang lain. Pengalaman orang lain misalnya bisa dibaca di buku-buku, atau jaman sekarang malah lebih mudah bisa diperoleh di internet. Pengalaman orang lain itu juga bisa dari ngobrol dengan orang yang sudah mengalami, ikut seminar atau workshop dan sebagainya.Tapi apakah semua itu cocok dengan kondisi dan situasi yang kita alami menjadi orang tua? Hahaha.. ini yang seru. Dan menurut saya tidak selalu cocok. Menjadi orang tua itu banyak trial dan error, melalui banyak kegagalan dan keberasilan. Menjadi orang tua itu tidak ada istilah yang pasti begini atau begitu, seringkali meraba-raba dalam gelap. Ketika meraba-raba dalam gelap kita memperoleh semacam clues atau petunjuk dari yang pernah kita dengar, pernah kita baca atau yang pernah kita pelajari. Tapi apakah petunjuk-petunjuk dalam kegelapan itu selalu berguna? Iya dan tidak. Nah di sini serunya jadi orang tua.

Saya mulai bergumul menjadi seorang ayah di usia yang lumayan "matang" hahahaha.. Maksudnya sih, saya menjadi ayah agak terlambat dibandingkan dengan teman-teman sebaya. Pada saat akan menjadi ayah saya berusaha mempersiapkan segala macam. Membaca segala buku bahkan ikut banyak kursus. Saat itu saya merasa siap secara fisik dan mental menjadi ayah. Secara teoritis sih saya tahu banyak, tapi saya banyak butuh latihan. Untuk hal-hal yang fisik saya akhirnya memang lumayan mahir dari urusan membungkus bayi, memandikan dan sebagainya. Tapi begitu mulai dengan hal-hal poertumbuhan, pendidikan, pembimbingan, pendampingan, dan sebagainya saya harus kejar-kejaran antara pengetahuan dan pelatihan. Terus terang seringkali saya tertinggal. Perkembangan fisik dan mental anak itu sangat cepat sementara saya juga harus menghadapi berbagai keterbatasan. Ini kemudian menjadi banyak masalah yang terus bertumpuk-tumpuk. Menjadi orang tua itu seru tapi juga sangat tidak mudah.

Selama lebih dari 17 tahun saya merasa berada di jalur yang lumayan baik. Bahkan tadi dalam perjalanan ke Denver bertiga, kami banyak terwtawa-tawa mengenang kembali "kegagalan" dan "kesalahan saya sebagai ayah.

"I remember I was grounded because of some mistakes I made. As a punishment, you did not let me choose what I wanted to eat and no potato chips for I think a month! You bought me nasi goreng kampung from the tikungan closed to our house! It turned out to be the best nasi goreng I have ever had in my life. I really want to eat it now, dad!" Kata Kano

"I'll make some for you tomorrow morning for breakfast." Kata saya

Terus terang saya sama sekali tidak ingat peristiwa itu. Kami tertawa-tawa sepanjang jalan. Jika mengenang kembali hal-hal di masa lampau memang sangat menarik, seringkali justru lucu walau terus terang pada saat mengalaminya tidak semenyenangkan ketika mengenangnya. Banyak hal yang hingga sekarang saya sesali dan mudah-mudahan Kano tidak pernah mengingat saat itu. Banyak kesalahan yang bagi saya sendiri sulit untuk dimaafkan. Jika saja saya dapat mengulang kembali dan melakukannya dengan lebih baik, tentunya akan saya lakukan. Tapi semua itu sudah lewat dan saya harus mampu melepas beban itu dan berharap Kano juga bisa melakukan hal yang sama.

Saat ini saya sedang menghadapi masa-masa yang agak mengerikan. Saya belum berhasil mencari clues dan petunjuk untuk menghadapinya. Kano akan terbang dan melepaskan diri dari sarangnya! Saya sudah menulis beberapa waktu yang lalu bahwa saya belum siap bahkan sepertinya tidak akan pernah siap. Saya seolah-olah berpacu dengan waktu.

Yang menjadi concerns saya adalah jarak! Soal kesiapan memang sangat relatif dan sulit diperkirakan. Yang saya khawatirkan adalah dia sendirian dan saya akan berada ribuan kilometer jauhnya! Ini terus terang membuat saya waswas. What if adalah sebuah pertanyaan ajaib yang membuat saya begitu berat hati. Beberapa bulan kedepan memang saya punya proyek yang sangat penting yaitu mempersiapkan Kano untuk minimal memiliki basic skill. misalnya dia harus bisa mengemudikan kendaraan karena jika dia tinggal di tempat yang jauh maka akan mudah untuk commute. Ada beberapa lagi yang memang perlu digarap dan jika semuanya sudah siap, maka rasa khawatir saya akan banyak berkurang. Ini sebetulnya hal-hal yang praktis. Mudah-mudahan saja dapat diselesaikan dalam beberapa bulan mendatang. Fingers crossed!

leoamurist
@leoamurist   4 years ago
Jadi kelintas bahasan Alain de Botton soal ini
joefelus
@joefelus   4 years ago
wah... Tapi memang asyik ngintip2 bahasan di essay2 nya.
You May Also Like