AES 569 Wow!
joefelus
Tuesday December 13 2022, 5:51 AM
AES 569 Wow!

"So, when is the conference?" Tanya saya sambil menyuapkan sepotong daging. daging bagian ujung ada lemaknya dan sesudah dibakar sebentar menjadi medium well, sesuai dengan keinginan saya, rasanya sangat lembut, juicy dan empuk sekali. Ini potongan daging yang bagus!

" I will be there from the 15th, and go home on the 21st!" kata Nina "I wish you guys can come with me." Sambungnya lagi

"I don't think I can afford it. I am broke!" kata saya

"If the tickets are not too expensive, I'll pay for you tickets!" Tiba-tiba Kano nimbrung.

Sontak saya menoleh agak terkejut. "Erm.. What???" kata saya dalam hati.

Saya perhatikan wajah kano yang begitu serius. Anak ini ternyata tidak main-main dan bersedia menanggung biaya perjalanan jauh.

"I can only afford to pay for your tickets, though. Hotels and food will all be yours." katanya

Saya tiba-tiba merasa sedang duduk bersama 2 orang dewasa yang sedang membicarakan soal perjalanan liburan dan konferensi. Langsung ingat siang tadi ketika duduk di dalam kendaraan di tempat parkir menunggu Kano pulang kerja. Tiba-tiba saya berpikir, beberapa tahun yang lalu saya biasa melakukan ini menunggu dia keluar dari sekolah. Itu saya lakukan selama belasan tahun! Tidak terasa masa-masa itu sudah lewat. Beberapa saat lagi saya yakin masa-masa yang sekarang saya alami akan juga lewat. Saya tidak akan lagi menunggu dia. "Wow!" pikir saya dan langsung merasakan sebuah kekosongan yang sangat dalam.

Saya pernah cerita ketika pertama kali mengantar Kano ke sekolah, lalu Nina dan saya bengong karena kami untuk pertama kalinya duduk berdua tanpa Kano selama beberapa jam. Ini semacam situasi yang membuat kami berdua kebingungan. Belum lama ini segala sesuatu selalu kami lakukan bersama-sama, atau minimal salah satu dari kami menemani dia. Tidak pernah ada waktu "hanya" berdua. Selama 2 atau 3 jam kami kebingungan tidak tahu harus berbuat apa. Akhirnya kami hanya diam di salah satu warung sambil menunggu. Saat itu kami hanya bisa membayangkan apa yang mungkin sedang Kano lakukan bersama teman-teman sekolah dan gurunya. Itu pertama kali kami berpisah secara fisik.

Peristiwa itu menjadi biasa setelah berlangsung selama beberapa hari dan kami bisa kembali "melanjutkan" hidup dengan ritual yang baru. Waktu berpisah selama 2 hingga 3 jam kemudian bertambah dengan perkembangan dia dan jenjang sekolah yang semakin tinggi hingga hampir sepanjang hari ketika menginjak SMA. Sekarang saya mengalami pengalaman baru, bukan sekolah tapi pekerjaan! Waktu bergerak secara bukan main cepatnya. Anak yang dulu saya gendong kemana-mana sekarang lebih tinggi dan lebih besar dari saya! dan sekarang dia bersedia membayari perjalanan liburan saya? "Wow!" sekali lagi hanya satu kata itu yang bisa saya ucapkan, karena tidak tahu lagi harus berkata apa.

Foto credit: istockphoto.com