Untuk apa membuat kekhususan tindakan di jam tertentu? Kayak jam 3-5 pagi kalau mampu mulai merasa-rasakan kondisi badan dan dinamika yang ada dalam pikiran. Gausah beranjak bangun peregangan olahraga, gausah juga meditasi duduk sila. Merasa-rasakan saja. Nanti deket-deket jam 5 bisa lah membayangkan hari ini seperti bagaimana.
Biar nanti jam 11-13 siang, mampu ngegas untuk mencapai keberhasilan kecil, satu penuntasan tugas kerjaan. Hal ini akan membuat makan siang terasa menyenangkan, bukan dengan gerutuan dan cerita miring kebuntuan. Sambil lupa kalau kita lah kerikil penghalangnya. Makanya penting kan satu keberhasilan kecil, menyingkirkan satu butir kerikil.
Kemudian jam 7-9 malam kesadaran ada pada area kemenyadaran. Maksudnya, jadi bisa melihat apa sih hal-hal yang menghambat perkembangan dan kemajuan kehidupan diri. Gak usah yang gede-gede, kecil-kecil aja misalnya apa sih yang menghambat nabung di celengan. Lalu kelihatan, apa juga yang perlu dilakukan untuk memperlancar ke depan.
Ini semua kan bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, oleh siapa saja. Kembali ke pertanyaan di awal lagi, Untuk apa membuat kekhususan tindakan di jam tertentu?! JUSTRU inilah alasannya, karena Ini semua kan bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, oleh siapa saja. Kita perlu memilih satu yang nyata dilaksanakan dituntaskan sendirian.
Seperti kita mau memindahkan kerbau ke dalam kandang. Bisa dipanggil, bisa bunyiin kelenengan, bisa pecut, bisa dorong, bisa joget-joget sambil nawarin rumput, bisa juga angkat aja gotong ke kandang. Bisa semuanya, jadi mau yang mana? Karena memilih satu berarti membuang yang lain, mempertahankan semua berarti tidak memilih satu pun.
Apapun satu yang diambil itu, kerbau masuk ke kandang kan. Lagipula kalau satu itu gagal, bisa pindah ke satu lagi caranya. Sedangkan kalau tidak melakukan satu dan berkutat pada kemungkinan akan semuanya. Kerbau tidak akan masuk kandang oleh usaha kita sendiri, masuk kandangnya mandiri pilihan kerbau itu sendiri.
Sedangkan kita, memilih saja tidak bisa apalagi mandiri. Jebakan terlalu banyak tahu, ya memang begitu. Pegal di sendi-sendi jari. Pegal di sendiri. Sendiri itu kependekan dari sendi-sendi jari kali ya. Hubungannya apa? Nah, katanya sih kebanyakan makan tahu bikin asam urat tinggi, pegel deh sendi dan jari. Pegel deh sendiri.