Saya sudah semakin membaik. Batuk sudah sangat jauh berkurang, tapi tubuh memang masih butuh recovery untuk bisa kembali ke aktivitas yang normal. Untungnya saya sudah mengambil cuti, sayang saja beberapa hari awal cuti saya dihabiskan kebanyakan di sofa atau di tempat tidur tanpa melakukan apa-apa sementara di luar sana banyak sekali hal-hal yang bisa saya nikmati berkenaan dengan liburan akhir tahun.
Menjelang Natal memang masyarakat sangat mengantisipasi salju. Seingat saya selama tinggal di Fort Collins hanya mengalami 2 kali white Christmas, sisanya kering walau di sekeliling penuh dengan sisa salju, tapi tidak ada yang turun pada malam dan hari Natal. Tahun ini juga tidak akan ada salju turun di malam dan hari Natal, salju akan turun beberapa hari sebelumnya. 2 hari mendatang akan ada gelombang dingin dari Artic dan suhu akan terjun bebas, sebebas-bebasnya hingga di level yang sangat berbahaya. Selama di sini saya paling buruk hanya mengalami sekitar -21°C, nah hari Rabu malam hingga hari Jumat akan ada gelombang dingin yang sangat dahsyat, sehingga real feel-nya mencapai -38°C! Besok saya harus bersiap-siap sebab pada hari-hari gelombang dingin ini kami tidak akan keluar rumah, jadi butuh "ransum" agar tidak kelaparan.
Suhu dingin yang ekstrim ini sangat berbahaya. Masyarakat dianjurkan untuk sebisa mungkin tidak keluar rumah karena suhu sedingin ini jika langsung bersentuhan dengan kulit bisa mengalami frostbite. Jika memang terpaksa harus keluar rumah, masyarakat dianjurkan berpakaian berlapis-lapis yang dapat menjaga suhu tubuh, jika berada di luar rumah dianjurkan untuk sering mengambil istirahat untuk menghangatkan tubuh, tangan, kaki, telinga dan hidung. Masyarakat juga dianjurkan menggunakan topi dan menutup telinga, memakai sarung tangan, mengenakan kaus kaki rangkap dan sepatu yang insulated. Jika berpergian dengan berkendaraan, dianjurkan membawa perlengkapan musim dingin yang lengkap termasuk survival kit kalau-kalau terjadi sesuatu di jalan dan terdampar.
Dengan adanya kondisi cuaca semacam ini, semua perencanaan harus diatur ulang. Yang tadinya akan dilakukan pada hari-hari itu terpaksa harus dijadwal ulang karena saya tahu betapa menyengsarakannya berada di luar rumah ketika suhu sangat ekstrim semacam itu. Seingat saya ketika -21°C dulu saya berjalan kaki ke tempat kerja, sekujur tubuh saya sakit-sakit, sulit memakai kaca mata sebab saya tidak dapat melihat apa-apa karena kacanya berembun dari hembusan napas saya, kacamata dilepas saya juga kesuitan melihat apalagi saya butuh lebih jeli memilih tempat saya melangkah jika tidak ingin terjerembab. Repot! Nah dari pengalaman-pengalaman itu, saya lebih memilih berada di dalam rumah.