AES#185 Perjalanan Gambung
Natasha Setyamukti
Saturday May 28 2022, 3:48 PM
AES#185 Perjalanan Gambung

Kemarin, aku, beberapa teman-teman KPB dan beberapa tim koperasi berangkat ke Gambung. Tujuan kami di perjalanan kali ini adalah untuk survey kebun kopi Semi Palar. Awalnya aku tidak berpikir untuk ikut, tapi setelah ngobrol bersama Kak Leo yang padahal tadinya membahas mengenai lifeplan, akhirnya aku memutuskan untuk ikut, kakak juga mendukungku untuk ikut. Kami akan melakukan perjalanan mulai jam 6.30 di Semi Palar. 

Pagi itu aku bangun cukup pagi, mempersiapkan berbagai keperluan dan langsung berangkat. Aku datang tepat pukul 6.25 dan langsung berkumpul. Saat itu baru ada teman-teman kelas 10, yaitu Saskia dan Kiran, Kak Gina dan Kak Leo. Kami sempat mengobrol sebentar dan langsung masuk ke angkot. Kami tidak menunggu lama, sampai semuanya akhirnya berkumpul. Kami berangkat ber8, ada kak Nia, kak Nuy, kak Leo, Rico, kak Gina, Saskia, Kiran dan aku. Jam 6.44 kami berangkat dan perjalanan pergi tidak memakan waktu lama karena lalu lintas jam segitu masih sangat lenggang. Kami berdiskusi dan bercerita selama di angkot, tidak ada saat sunyi ketika kami di angkot, pasti ada aja topik yang dibicarakan. 

Sesampainya kami di PPM, kami langsung bersiap-siap untuk menuju ke kebun kopi. Kami juga bertemu dengan Pak Vinan dan Pak Anwar yang akan membantu kami menuju ke kebun kopi. Setelah siap, kami semua berangkat, dan perjalanan memakan waktu yang cukup lama. Kami terus berjalan dengan trek yang cukup melelahkan, mulai dari bebatuan, menanjak dan banyaknya pohon yang perlu kami terobos, membuat tenaga semakin terkuras. Namun bagiku semua kesulitan dan lelah itu terbayarkan dengan pemandangan yang bisa kami lihat ketika kami tiba di atas. Selama perjalanan, kami bercerita dan banyak mengobrol jadi tidak terlalu terasa capeknya. Kami juga bertemu dengan seekor anjing kecil yang akhirnya menemani kita sampai akhir perjalanan. 

Perjalanan memakan waktu 2 jam lebih sampai akhirnya bisa sampai di saung milik Semi Palar. Sesampainya di saung, kami semua sudah sangat kelelahan, kami beristirahat dengan makan dan minum kemudian diam dulu sekitar 15 menit sebelum lanjut lagi berjalan.  Selama istirahat kami juga saling bercerita dan bercanda ria jadi rasanya lelah dan kepanasan yang dirasakan hilang semua dan siap kembali untuk jalan. Setelah semua siap, kami lanjut berjalan untuk kembali ke PPM. Rute kali ini lebih sulit karena lebih banyak menurun dan hujan mulai turun rintik rintik. Kami awalnya masih memilih untuk menerobos dulu hujan, namun karena semakin besar, kami berhenti terlebih dahulu di salah satu saung dan disana lagi lagi kami bercerita dan bercanda, pokoknya seru banget deh. Karena kami sedikitan juga jadi solid dan terasa lebih hangat suasananya. Karena kami lihat kearah yang akan kami tuju sepertinya cerah, kami memutuskan untuk menembus hujan, setelah siap dengan berbagai alat tempur hujan kami. Memang basah, tapi benar saja, hujannya hanya sebentar setelah berhasil kami terobos. Aku yang hanya menggunakan jaket tahan air pun baik-baik saja dan barang yang aku bawa masih kering semua. 

Yang menjadi tantangan setelah itu adalah saat ingat bahwa medan yang tadi kita lewati adalah tanah dan batuan, yang pastinya setelah hujan akan jadi semakin licin. Untungnya aku menggunakan sepatu gunung, jadi tidak basah dan kalau kecebur ke lumpurpun membersihkannya mudah. Yang lain pada pake sepatu tertutup (keds) yang akhirnya membuat sepatu basah karena tadi menerobos hujan dan kotor sekali ketika tercelup ke 'coklat cair' kata kak Nuy. Ketika turun, aku bertiga dengan kak Leo dan kak Nuy di belakang.  Kami bercerita dan cukup serius untuk melihat jalanan. Karena beberapa kali aku sempat tergelincir di jalan tanah, akhirnya aku menggunakan jalan lain, yaitu menerobos pohon kopi.  Aku menerobos pohon kopi, sedangkan kak Leo dan kak Nuy membantu melihat dimana aku bisa turun dan apakah lahan itu tembus ke jalan yang tepat.  Lelah sekali ketika medan berat terlewati, betis kananku sudah sangat nyeri dan nyut nyutan.  Perjalanan ini memakan waktu yang sangat panjang, sudah berapa banyak cerita dan diskusi yang kami lontarkan sampai akhirnya tiba dibawah. Kami tiba kembali di PPM pukul 15.00 dan langsung makan siang. Sudah sangat terlambat untuk disebut makan siang, bahkan aku sendiri sampai sudah tidak ingin makan siang.  Kami makan dan tidak lama setelah itu langsung pulang.  Perjalanan pulang memakan waktu yang cukup lama karena di pasteur macet, dan kamipun tiba di Semi Palar jam 17.30an. Ketika turun dari angkot, aku langsung meluruskan kakiku didepan kantor, saking sakitnya kakiku kanan dan kiri.  

Walaupun melelahkan dan bikin badan sakit, kalau ditawarin lagi ikut, aku mau banget ikut karena seru bangett! Pertama kalinya liat kebun kopi Semi Palar dan pemandangan alam yang susah didapat di Bandung.. 

Foto yang digunakan adalah foto dari kamera Kiran.

You May Also Like