AES 1421 Jazz Night
joefelus
Saturday May 31 2025, 8:18 PM
AES 1421 Jazz Night

Lagu Desafinado mengalun dengan lembut, dinyanyikan oleh seorang penyanyi wanita asal Armenia dengan sekompok pemain musik jazz yang bermain dengan luar biasa indah. Lagu yang diciptaan oleh Joao Gilberto dan Stan Gertz ini memang sangat menakjubkan walau tentu saja saya sama sekali tidak mengerti karena dinyanyikan dalam bahasa Portugis. Desafinado sendiri artinya out of tune atau off-key yang mungkin kalau diterjemahkan dalam bahsa Indonesia secara bebas artinya Falz! Keren sekali.

Nina dan saya duduk di meja makan berdua menikmati makan malam sambil ngobrol ringan.

"Mudah-mudahan Kano sudah selesai pindah rumah, ya." Kata Nina

"Dia terlalu pintar untuk tidak mengulur-ngulur waktu yang berakibat dia harus bayar seribu Dollar karena malas lalu terlambat membersihkan apartemen lamanya." Kata Saya

Sekarang memang sudah tanggal 1 Juni, artinya sudah bulan baru dan Kano seharusnya sudah menyerahkan kunci apartemen lamanya supaya dia tidak perlu bayar sewa 2 apartemen seperti bulan kemarin karena masih dalam proses pindah rumah. Kano harus pindah dan sebelum menyerahkan kunci dia harus membersihkan apartemen lama yang dia tinggalkan sehingga uang depositnya akan dikembalikan.

Kami berdua lalu berdiam diri tenggelam dalam pikiran masing-masing sambil menikmati makan malam. Saya sendiri tidak dapat berpikir banyak, tubuh terlalu lelah sesudah sepanjang hari sibuk dengan urusan rumah. Saya ingin rumah siap ketika Kano pulang dalam beberapa minggu lagi. Sambil menikmati nasi uduk yang dibuat tadi pagi, saya lebih banyak diam menikmati musik yang berkumandang di seluruh rumah.

Saya selalu bermimpi dapat mendengarkan jazz sambil beristirahat minum kopi di malam hari. Malam ini sambil menikmati makan malam. sangat sempurna. Tidak perlu musik yang langsung dimainkan secara live, dengan perangkat elektronik yang memadai saja ternyata sudah jauh dari cukup bahkan kalau di cafe di Bandung sini, justru saya agak terganggu karena banyak orang yang ngobrol atau bau rokok. Saat ini tidak ada yang ngobrol, juga tidak ada bau rokok, sangat sempurna. Saya memang mengatur sedemikian rupa hingga hampir setiap sudut dapat menyajikan musik yang sempurna. Jaman sekarang serba nirkabe, jadi tidak hanya dapat menikmati musik, tapi juga ruangan tidak penuh dengan jaringan kabel dimana-mana.

"Kita tidak perlu kemana-mana kalau ingin mendengarkan musik." Kata saya.

"Mau kopi tinggal buat, kalau mau makanan kecil ya bilang dulu supaya bisa disiapkan." Sambung saya lagi.

"Persis kata MJ, rumahnya udah kaya cafe!" Kata Nina sambil tersenyum mengutip kata-kata salah seorang teman kami.

"Iya lah, males lah keluar rumah. Belum apa-apa sudah stress dulu di jalan raya. Sampai di sana belum tentu bisa menikmati musik yang kita suka." Kata saya

Mungkin faktor usia juga sehingga sekaramg saya mulai enggan keluar rumah. Dulu sangat berbeda dengan sekarang. Dulu saya seperti orang yang tidak betah berdiam diri saja. Jika ada kesempatan saya lebih suka berada bersama teman-teman atau melakukan kegiatan tertentu. Atau mungkin juga kondisi kota Bandung berbeda dengan sebelum ini. Di Fort Collins saya sangat senang duduk di cafe menikmati kopi sambil membaca atau menulis. Keluar rumah sangat mudah, tidak perlu kahwatir dengan kemacetan lalu lintas. Saya pikir ini alasan yang jauh lebih masuk akal daripada faktor usia. Saya memang malas berurusan dengan lalu lintas. Itu saja. Mungkin itu juga alasan utama saya mengatur rumah sedemikian rupa sehingga dapat menawarkan segala sesuatu yang saya suka, supaya tidak perlu mencari di tempat lain. Ya begitulah.

Foto credit: Arpi Alto's Instagram