Saya duduk sambil meluruskan kaki dan memandang langit-langit kantor, tempat yang sudah hampir 5 tahun terakhir saya datangi minimal 5 hari seminggu. Sayup-sayup saya mendengar sebuah lagu yang diputar, entah siapa yang menyanyi, mungkin Doja Cat. Sesudah makan siang saya mulai agak mengantuk, tidak banyak pekerjaan yang harus saya lakukan karena ini hari pertama sesudah liburan musim Semi. Tidak terlalu banyak yang sedang berlangsung di dining center. Saya hanya harus menunggu belasan resep yang harus dibuat di Bakeshop lalu difinalisasi agar saya bisa memasukkan semua datanya ke daalm system. 50 persen pekerjaan saya untuk musim panas sudah selesai. Tinggal beberapa lagi siap dan saya bisa mulai mengerjakan menu musim panas.
Musim Panas bukan musim favorit saya. Apa bedanya dengan di tanah air? Berbeda sih, di sini jauh lebih panas hingga kadang di atas 40 derajat dan kering, sementara di tanah air walau masih jauh di bawah 40 derajat tapi lebih lembab sehingga tubuh banyak berkeringat dan lengket. Rasa panasnya di daerah yang lebih lembab terasa lebih panas dari sesungguhnya karena udara banyak uap air. Di sini berbeda, kering sehingga terasa berada di dalam oven. Disamping suhu, yang saya tidak sukai adalah kesibukan yang tidak biasa. kampus menjadi tempat konferensi, retreat dan latihan, asrama dijadikan seperti hotel sehingga memang kesibukannya berbeda dengan ketika para mahasiswa yang belajar.
Sambil menunggu waktu pulang, saya memutar lagu-lagu sambil memikirkan apa saja yang perlu disiapkan untuk nanti malam. Malam ini hingga beberapa hari ke depan saya akan house sitting, juga cat sitting. Sahabat saya harus pergi keluar kota untuk konferensi dan rumah harus ada yang menjaga terutama karena dua ekor kucing kesayangan harus ada yang merawat dan memberi makan. Saya menyetujui ketika sahabat saya ini bertanya jika mau menjaga rumah selama dia pergi. Pertama karena memang dia sahabat baik saya, kedua sekarang saya sudah suka kucing hahaha.. Iya saya pernah cerita dulu bahwa Maverick, nama kucing sahabat saya ini yang mengubah pendirian saya tentang kucing. Dulu saya tidak suka, risih dan juga kadang jijik jika ada kucing yang menyentuh kaki saya. Sekarang saya malah suka bahkan merasa senang ketika Maverik duduk dipangkuan saya walau kukunya yang tajam membuat kaki saya banyak goresan.
Nah sekarang saya akan bicara tentang fun fact. Tahu tidak bahwa cat citting itu bisa dijadikan profesi? Nah di sini banyak perusahaan yang menawarkan jasa cat sitting. Kita tinggal memesan jasa pelayanan mereka. Ada perusahaan yang menawarkan jasa memberi makan dan minum, bermain dan cuddle bahkan juga foto. Jadi selama pemberi jasa, mereka bermain dengan kucing difoto lalu dikirimkan ke pemilik. Jasa ini juga termasuk membersihkan kotoran hahaha.. Saya tidak tahu tepatnya bagaimana dan berapa lama pelayanan ini, tapi berdasarkan informasi yang saya peroleh, biaya rata-rata cat sitting per 30 menit secara nasional adalah sekitar $23. Bayangkan!
Ya begitulah di sini. Binatang peliharaan sudah dianggap sebagai anggota keluarga. Bahkan tidak heran masyarakat di sini tidak masuk kerja jika binatang peliharaan mereka sakit apalagi jika meninggal. Nah binatang peliharaan memang mempunyai peran penting dalam kehidupan di sini. Luar biasa bukan? Di sini banyak rumah sakit binatang, ada kendaraan kesehatan khusus untuk binatang bila misalnya ada binatang yang terlibat kecelakaan, seperti beberapa tahun yang lalu tanpa sengaja saya menggiling anjing kecil, Salah seorang yang membantu saya menelepon 911 dan datanglah ambulans yang menangani binatang. Ada banyak salon untuk binatang bahkan tempat pemakaman khusus untuk binatang. Mereka memang istimewa! Hahahah