AES 673 You Don't Feel Sorry For Me?
joefelus
Tuesday March 28 2023, 1:41 AM
AES 673 You Don't Feel Sorry For Me?

Katanya sih akan turun salju di malam hari. Itu yang saya baca tadi malam di aplikasi cuaca yang saya gunakan. Saya tidak terlalu percaya apalagi jika hanya sekitar 60% probabilitasnya, seringkali memang kota tepat saya tinggal terlewat karena mungkin diapit oleh pegunungan jadi kadang sudah jatuh di gunung atau malah terlewat. Begitu bangun tidur saya penasaran, saya singkap sedikit tirai jendela kamar dan saya intip keluar. Saya terkejut bukan main ketika salju di belakang rumah begitu tinggi, lebih dari 30cm, Wah, saya harus cepat-cepat mandi dan membersihkan mobil dari salju tebal, sebab jika saya tidak bantu, kasihan Nina dan Kano. Mereka akan terlambat karena Nina saat ini sedang bermasalah kakinya, oleh sebab itu kami pagi ini tidak ke kolam renang. Saya segera mandi dan bergegas ke tempat parkir.



lebih dari 30cm



Saya membersihkan jalan setapak depan rumah terlebih dahulu menggunakan sekop yang selalu saya simpan dekat pintu masuk. Lalu berjalan menuju tempat parkir kendaraan sekitar 50 meter dari rumah. Jalan ke sana butuh kerja keras karena salju begitu tebal dan jalan setapak tidak terlihat sehingga beberapa kali saya terjerumus ke bagian yang agak dalam. Tiba di tempat kendaraan saya bisa saksikan salju memang tinggi untungnya masih halus dan tidak mengandung banyak air seperti hari sabtu kemarin sehingga membersihkannya sangat mudah. 15 menit kemudian saya sudah selesai, tapi salju masih terus turun sehingga tidak mungkin membersihkan hingga kinclong.

Saya "ceklok" dari rumah, maksudnya mengisi daftar hadir secara daring, karena saya tidak mau mengemudi ke kantor lalu "ceklok" dan kembali lagi ke rumah menjemput Kano. Nina saya minta untuk tinggal di rumah saja, dan dia tidak keberatan. Cuaca seperti ini memang enak untuk tetap di rumah yang hangat, cukup pakai piyama dan ditemani kopi atau coklat panas.

Kami berangkat lebih awal dan tiba di Braiden, tempat kano bekerja 5 menit kemudian. Saya parkir dan berencana makan pagi di situ. Dining hall lumayan sepi jadi saya duduk dengan Kano dan beberapa karyawan lain untuk makan pagi. Saya ambil hashbrown, scrambled eggs dan link sausage, tidak lupa diberi sambal sriracha. Saya makan sambil sesekali melihat HP kalau-kalau ada email masuk. Benar saja Edwards production unit minta tolong untuk dibuatkan 500 labels untuk retail. Saya harus segera ke kantor dan membuat label, sementara itu saya juga lihat percakapan di Teams yang mengatakan bahwa kampus akhirnya ditutup karena cuaca buruk sehingga pekerjaan saya juga hanya seperlunya saja, sesudah itu harus langsung pulang.

Saya bergegas ke kantor dan membuat labels lalu langsung saya kirim ke Edwards Production unit. Di sana ada beberapa order yang harus saya kerjakan, dan selesai. Saya langsung pulang. Di dalam kendaraan tiba-tiba saya punya ide. Keliling kampus dan pusat kota sambil membuat video. Hmm.. menarik juga pikir saya dan hari ini masih pukul 9 pagi, belum terlalu siang sehingga saya yakin di banyak tempat masih indah. Jadi mulailah saya keliling kampus. Pertama ke Oval, taman kecil dekat rektorat, yang pada hari Sabtu kemarin saya ke sana karena seharusnya ada maraton, tapi ditunda karena cuaca buruk. Di sana memamang terlihat indah, apalagi hampir tidak ada orang karena kampus tutup, semua mahasiswa, dosen dan karyawan tidak perlu masuk kerja. Saya kemudian mengelilingi Oval lalu keluar dan berbelok menuju pusat kota. Di sana juga tidak terlalu ramai, tempat parkir kosong walau jalanan sudah terlihat kotor karena salju yang diinjak-injak dan digiling kendaraan, sehingga mulai berubah warna dan suatu saat nanti akan terlihat menjadi seperti lumpur.


Oval



Mountain Avenue


Dari pusat kota saya berniat untuk pulang melalui Mountain avenue. Nah ini nama jalan dengan sebuah median besar penuh pepohonan, biasanya di musim dingin sangat cantik karena rumah-rumah model lama dan asri. Jadi sengaja saya lewat sana, dan memang bagus sekali, lalu saya berbelok ke taman kota yang biasa menjadi rute saya jika berlari dari rumah. Sebetulnya sudah dekat sekali dengan rumah, hanya sekitar 1km, tapi timbul ide gila lain, bukannya belok ke rumah saya justru lurus menuju Horsetooth Reservoir. Ini tempat cadangan air berupa danau yang sangat besar, di Indonesia dikenal dengan bendungan. Nah, yang menarik bendungan ini dibangun diantara bukit-bukit. Jaraknya mungkin sekitar 15 menit berkendaraan jika dari rumah. Saya ke sana! Jalanan berkeok-kelok naik turun dan disekliling saya, kiri dan kanan, sangat indah didominasi warna putih karena semua tertutup salju. Tidak ada satu orangpun di sana, justru yang sibuk adalah truk-ttruk besar yang bertugas membersihkan jalan dari salju agar bersih. Jalanan menuju bendungan itu juga sangat bersih karena sudah dikeruk oleh truk tadi.


Horsetooth Reservoir



Saya tiba di rumah 1 jam kemudian. Jalan-jalan yang menyenangkan. Suatu waktu nanti video yang saya buat itu akan bisa saya putar ulang sebagai bentuk kenang-kenangan. Duduk di rumah menghadapi laptop karena walau sudah di rumah masih saja ada kerjaan yang masuk, tiba-tiba ada pesan dari nina, ternyata pesan dari pelatih aqua fitness kami, Michelle Pendleton:

"I venture out in the snow and slowly made it to the pool to teach my class. Nobody else made it there, so I slowly made my way back home. After a cup of hot chocolate. I think I am going back to bed for a while."

Bergitu pesannya. Saya katakan kepada Nina bahwa walau begitu dia masih akan tetap digaji, bahkan jika semua peserta di kelas itu tidak ada yang hadir. But I also feel sorry for her. Kata saya lagi. Nina menjawab,"Exactly!" Lalu saya balas:

"You don't feel sorry for me for cleaning the car, dropping your son off at work, and working for a while before I got lost at Oval, Downtown, and finally Horsetooth Reservoir?" Tanya saya sambil memberikan emoji wajah lucu.

Nina hanya membalas dengan emoji tertawa terbahak-bahak. Hmm... dasar! Hahahaha...

You May Also Like