"That tempura cod looks like corn dogs! And they are big too! Oh Sorry, Joe!" Kata teman saya di saat makan siang.
"Oh no, I am fine! No worries. But I agree though, that tempura cod looks really good." Kata saya.
Teman-teman memang tahu saya tidak makan hari ini. Belum ada apa-apa yang masuk ke perut saya hari ini, kecuali secuil vegan peanut butter energy bar, sampel yang saya cicipi di Bakeshop dan begitu saya telan, saya baru ingat bahwa hari ini seharusnya saya puasa.
Puasa bukan hal yang sering saya lakukan. Kalaupun diniati biasanya saya gagal hahaha. Maklumlah saya tukang makan, dan puasa adalah hal terakhir yang saya ingin lakukan. Hari ini saya kepingin mencoba lagi. Tantangan yang sangat berat buat tukang makan.
Saya tetap pergi ke Braiden bersama teman-teman yang akan makan siang. Menunya tempura cod, yaitu ikan cod yang digoreng sesudah diberi tempung tempura. Ini adalah menu favorit saya, seperti fish and chips, jadi makan ikan goreng dengan kentang goreng dinikmati dengan tartar sauce, enak sekali. Hari ini saya hanya menonton teman-teman makan. Terlihat memang ikannya sangat baik, flaky, lembut dan terlihat segar dengan tepung tempura yang krispi. Wuiiiih.. terlihat sangat sedap.
15 menit saya duduk bersama teman-teman, lalu saya harus ke Bakeshop karena ada baby shower. Teman saya, Lauren akan melahirkan beberapa minggu lagi, dan hari ini diadakan acara makan siang sambil "menghujani" dia dengan berbagai macam hadiah. Sesuai permintaan, daripada memberi kartu ucapan, disarankan diganti dengan buku. Jadi memang ada puluhan buku yang dihadiahkan. Ini buat saya sangat seru karena lagi-lagi saya melihat berbagai macam buku "klasik" yang dulu saya miliki dan menghabiskan banyak waktu-waktu berharga duduk bersama Kano membaca.
Menu makan siang di baby shower ini adalah barbeque, jadi ada beberapa macam makanan yang dipanggang/dibakar lalu dinikmati dengan roti, dijadikan roti lapis, atau dimakan begitu saja dengan makanan pendamping seperti coleslaw, nasi jambalaya, mac and cheese dan banyak lagi. Lagi-lagi saya menonton saja. teman saya Kendy bertanya mengapa saya tidak makan, lalu saya bisikkan jawaban bahwa saya sedang puasa.
"I respect you for doing that." Kata Kendy yang kemudian saya tanggapi dengan ucapan terima kasih.
Terus terang saya sangat kagum dengan teman-teman muslim yang berpuasa selama 1 bulan penuh tidak makan dan minum sepanjang hari. Saya yakin tidak akan mampu melakukannya. Saat ini saja saya masih tetap minum karena memang itu diperbolehkan.
Apa sih sebetulnya tujuan puasa? Bukan untuk menyiksa diri, itu saya tahu. Tujuan berpuasa sebetulnya melepaskan sesuatu yang menyenangkan, yang memuaskan dan sesuatu yang digemari agar kita dapat memfokuskan diri sendiri pada Pencipta. Itu sebetulnya tujuan dari berpuasa setidak-tidaknya itu yang saya yakini. Nah pertanyaannya apakah ketika kita sedang melakukan hal ini benar-benar memfokuskan diri pada Pencipta atau hanya sekedar untuk menciptakan sebuah prestasi? Nah ini perlu direnungkan baik-baik.
Saya tidak tahu apakah tujuan berpuasa yang dilakukan oleh pemeluk agama lain mempunyai tujuan seperti apa, tapi saya yakin bukan untuk prestasi, bukan untuk sebuah kebanggaan jika kita kemudian berhasil melaluinya dengan baik. Ini benar-benar sesuatu yang perlu sungguh-sungguh direnungkan. Hanya saja sekedar informasi, sains mengatakan bahwa puasa itu sangat baik untuk menurunkan kadar gula dalam darah, mengurangi pembengkakan atau inflamasi, dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan perbaikan tekanan darah, kadar kolesterol, trygeliseride, dan banyak lagi. Jadi memang sekali-kali melakukan puasa itu baik.
Foto credit: health.harvard.edu