Yang paling saya sukai ketika memulai keseharian saya adalah pagi hari ketika berkumpul bersama teman-teman di kantor. Setahun terakhir memang Kantor saya berbeda dari sebelum-sebelumnya karena kalau dulu saya selalu sendirian dan seringkali bekerja sendirian itu membosankan, sekarang jauh berbeda. Saya dapat ngobrol sambil tertawa-tawa bersama teman-teman karena mereka adalah orang-orang yang sangat menyenangkan dan membuat saya begitu kerasan di kantor, tidak semembosankan seperti dahulu lagi. Seperti yang selalu saya katakan, pekerjaan dimana-mana sama saja, tetapi orang-orang yang bekerja bersama kita akan menjadikannya berbeda!
Pagi ini "rahasia" saya terbongkar. Teman-teman di kantor akhirnya mengetahui tautan dimana saya setiap hari menulis blog hahaha. Well, saya tidak terlalu khawatir karena yang saya tulis biasanya hanya berkisar pengalaman dan pemikiran jujur saya dalam menjalani rutinitas sehari-hari. Kadang saya menyebut nama mereka, tapi bukan hal yang buruk. Tapi sekarang jadi harus berhati-hati juga jika mengambil beberapa peristiwa yang kami alami bersama seputar pekerjaan. Mereka teman-teman yang baik, jadi saya tidak keberatan jika mereka tahu apa yang selama ini saya alami, bahkan tentang keputusan-keputusan yang dalam waktu dekat akan saya ambil. Cepat atau lambat mereka toh akan tahu juga.
Akhir-akhir ini saya memang banyak mengalami hal-hal yang sulit. Itu biasa, kadang di atas kadang di bawah. Seperti orang-orang katakan bahwa hidup seperti roda pedati yang terus berputar. Walau begitu, saya tidak ingin terus larut dalam kemuraman. Toh jika diingat-ingat ini bukan pertama kali saya mengalami hal serupa, toh selama ini saya bisa melaluinya dengan baik.
Bagaimana dengan ungkapan live each day as if it were your last? Atau yang ini: live each day as if tomorrow doesn't matter? Berpikir seperti ini menurut saya akan mengubah cara kita menjalani hidup!
Beberapa hari dalam seminggu saya berjalan kaki ke kantor ketika matahari sudah akan mulai terbit. Memperhatikan warna yang indah di langit ketika matahari akan mulai muncul, atau di musim semi seperti sekarang ini suara nyanyian burung di pagi hari, melihat kelinci mungil yang lucu melompat-lompat di rumput yang mulai memunculkan warna hijau atau bahkan squirrels yang saling kejar di cabang pepohonan yang masih gundul, merupakan pagi yang perlu disyukuri. Jika saya akan mati besok dan tahu bahwa ini adalah terakhir kalinya saya dapat menyaksikan itu semua, tentu saya akan bisa mengapresiasi semua keindahan itu lebih dari apapun juga.
Perbedaan antara apa yang kita pikirkan dan apa yang sesungguhnya terjadi adalah bagaimana cara kita memandang. Sama seperti orang yang berdebat tentang apakah matahari yang bergerak mengelilingi bumi atau bumi yang berkeliling mengitari matahari adalah point of view kita. Yang kita lihat sepertinya Matahari yang bergerak, padahal sebetulnya Matahari diam sementara Bumi yang bergerak.
Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa keyakinan seseorang dapat berubah ketika orang lain menemukan sebuah kebenaran dan ketika kita berusaha meyakininya dengan melihat dari sudut yang berbeda dan terbuka pada kenyataan yang sesungguhnya terjadi. Hanya saja banyak sekali orang yang buta dan tetap menutup diri untuk menerima kenyataan yang ada. Semuanya kembali kepada bagaimana kita memandang dan sejauh mana kita berani membuka diri terhadap segala kemungkinan dan kenyataan yang ada.
Peristiwa-peristiwa dalam kehidupan tidak begitu saja muncul tanpa alasan. Saya meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi itu karena ada alasannya. Yang perlu saya cari adalah alasannya, tidak masalah apakah peristiwa yang saya sedang hadapi ini baik atau buruk, tapi jika saya dapat menemukan alasannya, saya akan lebih mampu melihat peristiwa itu sebagai sesuatu yang lebih baik dalam menjalani kehidupan di masa depan.
Misalnya dalam perjalanan ke kantor ban mobilnya kempes, jangan mengeluh! Ganti ban itu. Ketika tiba di kantor lalu boss menegur, katakan saja sejujurnya bahwa ban mobil kempes. Jika kemudian dipecat, mungkin saja akan ada pintu lain yang terbuka yang menawarkan kesempatan lebih baik yang tidak akan pernah terjadi jika tidak mengalami hambatan karena ban mobil. Jangan pernah melihat ke belakang! Lihat jalan di depan ke mana kita akan pergi.
Semuanya tergantung pada cara kita memandang. Kesedihan dan kekecewaan yang saya alami akhir-akhir ini saya yakin karena alasan yang baik. Tidak mudah tentunya menemukan alasan itu, tapi saya ingin memperlakukan setiap hari yang saya alami seolah-olah sebagai hari terakhir saya, dengan demikian saya akan mampu melewati hari-hari ini secara maksimal. Saya akan menikmati makanan seolah-olah sebagai makanan terakhir saya, sehingga saya akan dapat menikmatinya sebaik mungkin. Kalau besok saya akan mati, tentu saya ingin dapat menjalani hari terakhir saya dengan orang-orang yang dicintai, bukan? Apakah akan diisi dengan bertengkar? Tentunya tidak. Sekali lagi, semua tergantung dengan bagaimana kita memandang. It's just our point of view!