AES 749 Milestones
joefelus
Monday June 12 2023, 10:37 AM
AES 749 Milestones

Saya mengemudikan kendaraan menuju kota kecil di sisi kota tempat saya tinggal. Tujuannya untuk brunch bareng bersama beberapa orang sahabat. Kali ini saya tidak membuat apa-apa tapi membeli beignet dari sebuah restoran Perancis. Beignet yang dikenal sebetulnya ada 2 macam, yang pertama dibuat dari Pate a choux yang digoreng, jadi sebetulnya adonan mirip dengan kue soes tapi digoreng dan yang kedua adonan beragi yang sering disebut Boules de Berlin atau donat ala Berlin. Nah ini yang beragi ini yang saya bawa. Ini agak khas karena besar dan juga ada fillingnya, yang saya bawa, ada krim mangga, krim rasberry dan Nutela. Rasa beignet ini sangat lembut dan krimnya juga tidak terlalu manis, enak sekali. Eniwei, sebelum melantur, bukan tentang ini yang ingin saya ceritakan.

Ketika mengemudi, saya melewati jalan-jalan yang biasanya saya lewati ketika Kano masih sekolah di Kelas 6 hingga SMP. Sepanjang jalan itu saya ngobroil dengan Nina. Sepertinya belum lama kejadian-kejadian itu berlangsung. bahkan saat itu ketika ada pertemuan orang tua kami harus naik bus berlama-lama karena belum memiliki kendaaan sendiri. Entah mengapa, saya mempunyai dorongan perasaan yang sangat kuat. Membayangkan Kano masih ragu-ragu ketika pertama kali masuk sekolah hingga lulus kemudian pindah kejenjang yang lebih tinggi. Ada sedikit perasaan nostalgik, tapi juga ada rasa kepuasan dan kebanggaan yang luar biasa, sekaligus begitu takjub bahwa dalam beberapa tahun banyak tonggak-tonggak pencapaian (milestone) yang sudah Kano lalui.

Hari ini Nina dan saya "terusir" dari rumah sebab Kano sedang merakit komputernya yang kedua bersama teman-temannya. Kami, orang tua, berusaha memberikan keleluasaan agar mereka dapat berkarya dengan baik.

Di usia saat ini yang secara legal sudah dianggap sebagai orang dewasa, dia mulai menampilkan pola pikir dewasa, baik yang abstrak dan komplek, juga memiliki tujuan dan target yang rasional. Dia sudah mulai berorientasi ke masa depan dan tujuan-tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Memang kadang kala terlalu overwhelming, dan disini orang tua masih mempunyai peran yang penting dalam membimbing. Walau begitu, saya melihat bahwa dia sudah mulai menampakkan pencapaian kognitifnya sebagai orang dewasa.

Beberapa hari yang lalu menjelang ulang tahun Kano, saya mencari foto-foto ketika dia masih sangat kecil, lalu ketika SD, dan menjelang dewasa. Perubahan di saat-saat akhir memang sangat pesat. Foto ketika dia pertama kali masuk sekolah di Fort Collins dan foto ketika dia bekerja begitu berbeda. Saya bisa melihat bahwa perkembangan fisik menuju benar-benar dewasa sudah hampir selesai. Perkembangan dan pertumbuhan yang luar biasa. Ini juga merupakan milestone, perkembangan fisik. Tubuh orang dewasa!

Sepanjang pengetahuan saya Kano lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer daripada bermain di luar rumah bersama teman-temannya. Yah jelas di masa pandemik memang begitu, tapi sebelumnya juga dia lebih banyak "bergaul" secara online. Nah saya sempat ragu-ragu bagaimana nanti dia di masyarakiat. Saya cukup khawatir dia akan menjadi seorang yang kikuk dan tidak trampil secara sosial. 2 Tahun di masa pandemik itu sangat berarti! Apalagi bagi anak remaja. Di situ pergaulan sosial sangat penting. Tapi siapa sangka ketika saya melihat bagaimana dia menempatkan diri di lingkungan pekerjaan, ternyata dia sangat disukai banyak orang. Dia mampu melebur dengan setiap orang yang hampir semuanya lebih dewasa darinya! Dia dapat menempatkan diri dengan baik ketika bekerja dengan ibu-ibu, bapak-bapak dan juga dengan para mahasiswa yang bekerja. Tidak hanya itu, dia yang sudah jadi pegawai tetap, dia bertanggung jawab atas tugasnya di station tertentu dan dia harus mampu mengatur para mahasiswa yang bekerja secara part time yang dibayar jam-jaman. Kekhawatiran saya terbukti sangat tidak beralasan. Ini juga merupakan tonggak pencapaian dia yang baik dalam menjalani kehidupan sosial!

Banyak pencapaian-pencapaian luar biasa yang buat saya ternyata sangat mengejutkan, tapi itu semua bukan berarti tugas sebagai orang tua sudah selesai. Hahaha.. masih jauh! Saya yang sudah dewasa saja seringkali masih harus berdiskusi dengan orang tua, terutama ketika berusaha mengambil keputusan sangat penting. Orang tua sudah tidak sepenuhnya menjadi pendidik lagi, tapi lebih sebagai mentor, sebagai pendamping ketika dibutuhkan, tempat berbagi pengalaman ketika diminta. Orang tua sepertinya sekarang mulai banyak menyaksikan perkembangan yang sangat cepat dan luar biasa, bisa menyaksikan bagaimana dia mulai menempa diri untuk menimba pengetahuan dan ketrampilan, mulai meniti karir dan mulai mengambil keputusan sendiri serta mengelola keuangan sendiri. Luar biasa. Dia mulai bisa menyisihkan tabungan untuk masa depan, mulai teliti dalam membelanjakan penghasilannya. Saya berusaha memberi ruang dan menyaksikan dari sisi jalan. Menyenangkan sekali ketika melihat pesanan-pesanan untuk merakit komputer dia yang dikirim oleh Amazon. Dia berusaha membandingkan kualiatas dan harga dari berbagai tempat. Keren dan menyenangkan menyaksikannya. Sekarang dia sedang sibuk merakit. Saya sendiri tidak terlalu mengerti, hanya terhibur dengan menyaksikan milestone demi milestone yang sudah dia capai.

Foto credit: blog.planview.com