Mungkin daripada saya hanya asal-asalan menulis yang tidak jelas karena sedang minim ide, saya akan ngobrol soal makanan saja karena makanan selalu menjadi topik nomor satu yang sangat saya minati.
"Mas, Jenengan nganter mbak Nina kerja besok jam berapa?" Tanya sahabat saya, Mas Aris melalui WA tadi malam.
"Seingat saya, shiftnya mulai jam 12 siang." Jawab saya.
"Kalo jenengan sama mbak Nina mau, saya akan breakfast bareng Hayden & Kennady di Back Porch Cafe." Ajaknya.
"We're in!" Jawab saya sesudah tanya pada Nina.
Saya belum pernah ke Back Porch Cafe. Langsung saya coba lihat menunya. Jaman sekarang asyiknya begitu ketika kita tertarik untuk mencoba makan di suatu tempat, kita bisa dengan mudah mencari tahu menu yang mereka tawarkan. Tinggal mencari menggunakan google. Menunya terlihat biasa saja, ada french toast, Belgian Waffle, Breakfast burrito. Saya akan putuskan besok saja. Jika tidak ada pilihan yang menarik, saya akan selalu dapat memesan telur setengah matang, bacon dan french toast. Itu menu standar.
Pukul 5 lebih pagi hari saya melihat ada pesan lagi dari sahabat saya. Ternyata ada perubahan tempat. Kami akan ke restoran Perancis, La Creperie & French Bakery. Saya sudah beberapa kali ke sini dan tempat ini menyajikan Hollandaise sauce terenak yang pernah saya rasakan selama ini.
Hollandaise sauce adalah saos yang dibuat dari kuning telur yang dimasak di mangkuk diatas panci air panas ditambah perasan jeruk lemon, butter, cayenne pepper dan garam. Sauce ini terdengar sangat sederhana membuatnya tapi jika teknik dan komposisi tidak tepat, maka rasanya juga tidak akan sempurna bahkan jika terlalu panas, telur akan matang dan saospun gagal lalu menjadi orak arik hahaha. Saya sangat senang mendatangi berbagai tempat yang menyajikan makanan dengan saos ini serta membanding-bandingkannya. Dari sekian banyak tempat, termasuk di Washington DC, New York, Las Vegas, Los Angeles, Seattle bahkan di kota saya, La Creperie menurut saya sejauh ini menempati posisi puncak. Rasa umami-nya, creamy, asam dan pedasnya sangat sempurna di lidah saya. Ada beberapa tempat yang saya datangi saosnya terlalu kental, terlalu cair, tidak ter-inkorporasi dengan sempurna atau komposisinya kurang tepat seperti terlalu asam, umami kurang, terlalu asin dan sebagainya. Saos yang sederhana semacam ini memang butuh ketelitian dan kesempurnaan dalam menciptakannya.
Saya memesan Brioche egg benedict. Brioche adalah roti yang sangat lembut, rich, dan sedikit manis. Yang membedakan brioche dengan roti biasa adalah penggunaan butter, susu, dan telur. Dengan jumlah butter, susu, dan telur yang digunakan, roti ini menjadi sangat rich dan lembut. Ini yang membedakan brioche dengan roti biasa karena roti biasa hanya menggunakan tepung, air, garam dan ragi. Menu yang saya pesan ini memang sangat mengerikan jika membayangkan kalorinya! Bayangkan berapa banyak butter dan telur yang saya konsumsi pagi ini. Supaya tidak bingung ini makanan saya: Roti brioche diberi potongan ham dan bayam, lalu diberi 2 poached eggs, diberi selembar ham lagi dan disiram dengan Hollandaise sauce. Kita lihat saja berapa banyak telur yang saya makan: Brioche menggunakan telur, 2 poached eggs yang merupakan telur yang direbus dengan cara dipecahkannya di air panas lalu dimasak hingga putihnya matang tapi kuning telurnya masih cair, lalu diberi hollandaise sauce yang merupakan campuran antara kuning telur, butter dan perasan air jeruk! Saya tidak tahu berapa banyak telur semuanya dan berapa banyak kalori serta kolesterol dari sarapan ini hahaha..
Sesekali tidak apa. Itu pertimbangan saya. Jika saya selalu memikirkan kalori dan kolesterol maka tidak kan memiliki kesempatan menikmati hidup. Makanan seperti ini menurut saya sangat sepadan dengan penderitaan yang akan saya alami berlari membakar kalori sore nanti. Salah satu alasan saya banyak berolahraga adalah demi kesehatan dan juga demi bisa menikmati hidup hahaha..
Makanan dan kue-kue ala Perancis memang banyak sekali menggunakan butter. Itu yang membedakan dengan makanan dan kue-kue dari tempat lain. Hal lain yang sangat menonjol adalah makanan Perancis membutuhkan skill yang sangat baik. Kalau pernah melihat para chef asal Perancis menyiapkan makanan, pasti teman-teman akan mengerti. Ada seorang chef yang sangat ahli dalam hal coklat, setahu saya dia mempunyai sekolah di Las Vegas. Menyaksikan bagaimana dia bermain dengan coklat memang sangat luar biasa. Makanan Perancis memang mengutamakan detail dan banyak kesabaran dalam menciptakan karya kuliner yang luar biasa ini.

Nah jadi seandainya saya bermimpi duduk di kursi di sebuah cafe di Perancis sambil menikmati kopi dan pastry, artinya saya menikmati sebuah karya kuliner dunia di tempat asalnya. Untuk sementara saya hanya mampu menikmati beignet pagi ini dengan secangkir kopi sebelum sarapan saya siap. Ada 4 jenis beignet yang kami santap bersama-sama yaitu raspberry beignet, nutella beignet, keylime beignet dan plain beignet. Lagi-lagi beignet, yaitu nama asli dari donat Perancis terasa begitu lembut karena telur dan butter yang mereka gunakan. Untuk sementara saya harus puas dengan ini. Itupun sudah membuat saya bahagia.
Foto credit: rockymountainlodge.com (eggs benedict), hotchocolatehits.com (Beignets)