"We miss you" tiba-tiba ada SMS masuk di telepon saya. Dikirim oleh seorang rekan kerja.
Hari ini memang merupakan hari pertama saya tidak bekerja. Untuk pertama kalinya di luar liburan saya tidak terburu-buru pergi tidur dan tidak tergesa-gesa bangun.
Satu hal yang aneh. Saya merasa kehilangan "beban" tanggungjawab, dan pada saat yang sama saya begitu tenang dan rileks karena tidak mempunyai tanggung jawab. Sebuah kontradiksi yang sama sekali tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.
Hal yang aneh juga adalah begitu saya tidak punya tanggung jawab dan bisa beristirahat, pada saat yang sama saya kesulitan untuk menulis. Hari ini sudah ada 2 draft yang akhirnya tidak selesai karena mandeg di tengah jalan.
Sejak jaman mahasiswa saya menyadari bahwa ketika saya sibuk dan penuh kegiatan, justru pada saat itu saya dapat menjulang tinggi. Prestasi saya begitu melambung ketika berada dalam kondisi terdesak, banyak tekanan dan banyak pekerjaan. Ketika saya habis masa jabatan di organisasi, prestasi saya langsung menurun drastis, motivasi untuk menyelesaikan tugas saya langsung merosot.
Nah itu saya alami lagi hari ini. Begitu jauh dari meja kerja, saya seperti orang kebingungan. Target saya adalah menulis hingga 1000, itu artinya saya punya seratus delapan puluh tujuh hari lagi. Sedikit lebih dari setengah tahun. Jika mengingat pengalaman masa lalu ketika masih mahasiswa, dan belajar dari pengalaman itu. Saya tahu jika ingin berhasil, saya harus benar-benar menyibukkan diri. Saya akan memberi waktu istirahat beberapa hari lagi lalu akan mulai ngebut lagi mencari proyek-proyek dan kesibukan yang menarik sehinga dapat menghidupkan kembali api yang pada saat ini agak redup. 187, bukan angka yang kecil tapi juga bukan angka yang besar jika dibandingkan dengan lebih dari 800 yang sudah saya kerjakan, jadi itu bukan hal yang tidak bisa dicapai.
foto credit: keepcalms.com