AES 821 Harus Bisa Masak
joefelus
Wednesday August 23 2023, 12:37 PM
AES 821 Harus Bisa Masak

"Barriga llena Corazon Contento" artinya perut kenyang, hati gembira. Itu biasa dikatakan oleh orang-orang Amerika Latin. Ketika kita makan dan puas kita merasa senang dan bahagia. Tapi siapa yang akan bahagia jika sesudah makan, lalu dompet kita kering? Hahaha..

Pernah mencicipi green bean fries yang krispi? Menu sangat sederhana, buncis diberi tepung lalu digoreng dan dinikmati dengan dicocol saos. Enak sekali. Dulu saya sangat menyukai menu ini dari restoran waralaba P.F. Chang's. Itu sangat terkenal, tapi saya tidak rela merogoh saku hampir $12 hanya untuk goreng buncis! Kenapa tidak rela? Coba beli tepung yang sudah berbumbu untuk tempura, lalu beli buncis. Dengan biaya yang sama saya bisa membuat 1 baskom besar! Yang dibutuhkan adalah ketrampilan dan imajinasi.

Kebahagiaan tidak datang begitu saja bukan? Harus ada usaha, harus ada pengorbanan. Nah jika kebahagiaan bisa berasal dari makanan, ada dua hal yang bisa dicoba. Membeli yang berarti mengorbankan banyak uang atau membuat sendiri yang tentu saja akan jauh lebih murah. Nah bertumpu pada asumsi itu, maka akan lebih baik jika setiap orang harus bisa memasak.

Saya senang masak, itu sudah jelas. Yang sebetulnya saat ini saya inginkan adalah menciptakan masakan dalam bentuk kata-kata yang indah. Imajinasi saya tentang makanan itu menurut saya luar biasa. Saya bisa membayangkan rasa suatu makanan dalam pikiran. Ketika memasak saya bisa membayangkan bagaimana rasanya, bagaimana harumnya. Nah yang saya inginkan adalah bagaimana mencurahkan yang ada dalam pikiran tentang rasa dan harumnya makanan dalam bentuk kata-kata. Itu pasti akan sangat membahagiakan.

Seperti siang tadi. Nina ingin dibuatkan garlic ginger miso salmon. Nah mendengar namanya, saya langsung membayangkan harumnya ikan salmon yang sudah difillet, lalu dimasak dengan campuran miso yang merupakan fermentasi kedelai, mirip dengan tauco tapi jauh lebih halus dan lebih kental hampir memiliki konsistensi seperti tanah liat. Nah entah bagaimana, tapi saya bisa membayangkan rasa dan keharuman miso, lalu ditambah dengan manisnya mirin yang kemudian saya campur dengan parutan bawang putih dan jahe lalu diberi kecap asin dan perasan jeruk, jika saya bisa mencampurnya dengan komposisi yang tepat maka akan menciptakan sebuah hidangan yang luar biasa.

Saya memutuskan memotong-motong fillet ikan salmon itu berbentuk dadu. Dengan demikian hampir semua permukaannya akan terbalut dengan bumbu. Berbeda sekali jika dimasak dengan potongan ala steak yang besar memanjang, maka bagian tengahnya tidak akan terkena bumbu. Dengan dipotong dadu, hampir setiap gigitan akan menyajikan daging ikan salmon yang flaky bersalut keharuman miso, jahe dan bawang putih, lalu rasa manis dari mirin, asin dari kecap dan asam dari air jeruk lemon. Ini sebuah komposisi yang sangat luar biasa. sayang saya agak kurang sabar, jika saja saya tidak terburu-buru maka setiap sisi potongan salmon akan membentuk kerak sehingga ada kerenyahan lalu kelembutan bagian dalamnya. Ini akan menjadi hidangan yang akan membuat bahagia.

Sekarang bayangkan berapa yang harus dirogoh dari kantong untuk makan hidangan ini di restoran? Jika membuat sendiri mungkin dengan jumlah uang yang sama bisa untuk hidangan berkali-kali untuk sekeluarga. Nah untuk alasan ini saja memang sebaiknya setiap orang harus bisa masak. Belum lagi alasan-alasan lainnya seperti kemandirian; kita tidak tergantung orang lain untuk bisa menikmati hidangan yang sedap, kita tidak tergantung pada makanan jadi dan makanan beku. Yang jelas, jika saya boleh katakan, kebahagiaan yang diciptakan dari membuat makanan sendiri bisa berkali lipat, bahagia karena menikmati waktu membuatnya, bahagia ketika menyantapnya, bahagia ketika menyaksikan orang lain begitu menikmati hidangan yang kita ciptakan, dan bahagia tidak perlu menguras seluruh isi kantong!