AES 686 Terserah!
joefelus
Monday April 10 2023, 2:49 AM
AES 686 Terserah!

Belum lama ini saya membaca sebuah artikel tentang komunikasi dalam keluarga. Hahaha.. memang urusan komunikasi ini tidak ada habis-habisnya. Saya yang sudah berumah tangga puluhan tahun masih sering mengalami masalah dalam hal komunikasi. Tidak hanya dengan Nina, walau sudah kenal lebih dari setengah usia saya, dengan Kano yang beda generasi apalagi. Masalah komunikasi memang bukan hal yang simpel.

Ada kalanya dalam sebuah "diskusi" yang "hangat" saya harus menyingkir sejenak. Dalam artikel itu dikatakan bahwa pria (hmm.. di sini tidak ada sangkut pautnya dengan gender, tapi harus disebutkan juga, mudah-mudahan jadi tidak melenceng) sering kali memilih diam karena katanya dalam sebuah diskusi yang hangat atau adu argumen, pria lebih menyadari dalam adu argumen itu akan berakhir dengan frustrasi dan pain, oleh sebab itu lebih memilih berhenti berargumen agar dapat mempertahankan ketenangan batin, bagi pria tidak ada yang dapat dihasilkan jika terus melanjutkan argumen tersebut. Nah kalau saya mengalami hal ini, saya lebih suka menjauh menjaga jarak. Salah satu yang menyenangkan adalah ganti pakaian olahraga dan berlari. (Hmm.. ini mungkin salah satu cara lari dari kenyataan juga, ya? hahahaha)

Energi negatif yang dihasilkan oleh argumen seringkali dapat ditekan dengan cara berolahraga. Energi saya keluarkan dan saya lampiaskan dalam kegiatan tubuh yang menyehatkan. Pada saat yang sama juga saya bisa mulai refleksi diri, merenung atau melampiaskan ke-frustasi-an saya dalam sebuah kegiatan positif. Apakah berhasil? diawal-awal memang lari sambil jengkel, tidak apa-apa, malah larinya jadi lebih cepat karena napas saya memang sudah ngos-ngosan karena kesal, toh? Hahahaha.

Pernah mengalami tidak peristiwa ketika kita menanyakan "mau makan apa" lalu ujung-ujungnya jadi memanas dan berakhir dengan kelaparan karena bukan memilih makanan malah jadi adu argumen? Hahaha.. Saya yakin banyak diantara kita yang mengalami ini. Padahal kalau dipikir-pikir apa sih susahnya memilih makanan? Peristiwa semacam ini bahkan tidak jarang diangkat dalam stand up comedy. Salah satunya Gabriel Iglesias, salah satu komedian berdarah Mexico yang sangat lucu.

"Bebe, what do you want for dinner?" Tanyanya.

"Well, right now I am not very hungry but I think I can have some food." Kata pasangannya

"How about Burger King?"

"I don't like Burger King, it gives me chorro (bahasa Mexico-nya diare)."

Itu baru di awal, Gabriel atau nama panggungnya Fluffy, karena dia gemuk, sangat pandai meniru suara wanita, bercerita dengan sangat lucu yang pada intinya bagaimana dia kesulitan dalam menghadapi masalah komunikasi yang jika mau jujur diakui atau tidak, dialami oleh hampir semua orang.

Kalau dalam kasus saya, seringkali saya menerima jawaban dengan menggunakan kata yang paling saya benci di dunia ini, yaitu: terserah! Kata ini menurut pendapat saya akan dapat menjadi peyebab perang dunia! Hahaha. Coba saja bayangkan sebuah cerita rekaan saya di bawah ini:

Saya: "Nin, No, Mau makan malam apa?"

Kano: "Terserah"

Nina: "Terserah"

Sampai di sini saya sudah merasa ada udara panas di dada dan mulai tidak nyaman. Bayangkan, saya yang mengambil inisiatif, seringkali nanti saya yang akan harus keluar rumah menuju kendaraan dan pergi membeli makanan, lalu saya harus mengeluarkan uang untuk membayar dan membawa makanan pulang. Nah memikirkan hal ini, saya mulai jengkel karena tugas saya kemudian bertambah yaitu memikirkan makanan apa yang harus saya beli.

Saya: "Burger?"

Nina: " I pass!"

Kano: " Bosen ah!"

Saya: "Jadi mau makan apa?"

Nina: "Terserah."

Kano: "Terserah."

Saya langsung menyesali mengapa hidup ini begitu sulit, beban kehidupan melanda bertubi-tubi dan berharap bahwa saya hanyalah seekor anjing pudel yang dicintai oleh majikan saya yang setia mengajak saya jalan-jalan di pagi dan sore hari, memandikan, menyisir bulu-bulu saya, diberi makan dan hadiah treat jika saya dapat membuat mereka bahagia karena bisa duduk ketika disuruh, bersalaman ketika diminta bahkan kalau tinggal di Amerika majikan saya akan rela memungut poop saya di pinggir jalan. Ini adalah kehidupan yang sangat mewah dan membahagiakan daripada menjadi seorang suami atau ayah yang ubun-ubunya keluar asap karena harus berhadapan dengan orang-orang yang saya cintai tapi setiap kali ditanya mau makan apa dijawab dengan kata terserah tapi menolak ketika saya mengusulkan sesuatu. Lalu apa artinya "terserah" ????

Kata ini memang kata ajaib, terserah artinya: you can figure it out because you are a very wise man who can read everybody's mind and know exactly what other people want to eat! Atau dalam bahasa indonesia, kata terserah artinya saya adalah manusia sakti mandra guna yang dengan luar biasa mampu membaca semua keinginan orang lain dan tahu apa yang mereka inginkan ketika mereka lapar. Saya yakin manusia suci atau santo serta santa sekalipun belum tentu dapat memecahkan masalah saya. Hahahaha..

Ini bukan curhat hahaha.. hanya sekedar iseng ingin bercerita tentang sekelumit pengalaman berkomunikasi di rumah dan percaya atau tidak walau ketika mengalaminya seringkali menjengkelkan dan tidak jarang berakhir dengan kelaparan karena akhirnya tidak ada keputusan dan saya berakhir dengan berkeringat di jalan berlari sambil menyesali nasib hahaha.. Tapi sesudah semuanya itu berlalu, persitiwa-peristiwa semacam itu menjadi bumbu dari relasi dalam keluarga. Pada saat bersantai duduk-duduk sambil minum coklat panas dan menikmati kue-kue, mengenang saat-saat itu menjadi sebuah percakapan yang seru dan lucu. Tapi, sekali lagi, pernah menghitung berapa kali hal semacam ini terjadi? Hahaha.. Jawabannya: Tidak terhitung!!! Di sini saya bisa menyimpulkan, manusia itu tidak ada kapok-kapoknya hahahaha

Foto credit: wikihow.com

You May Also Like