Sebelum mulai ngobrol, berita baiknya bahwa kemungkinan besar dalam beberapa hari ke depan saya akan kembali masuk kantor. Hari ini tepat 2 bulan saya tidak ngantor. Di minggu-minggu pertama saya begitu menikmati karena tidak perlu tidur awal, bisa bangun ketika matahari sudah tinggi dan tidak memiliki kewajiban mengurus kebutuhan orang lain kecuali hanya untuk keluarga dan teman-teman. Sesudah beberapa saat lama-kelamaan saya mulai bosan, tidak hanya itu, jika saya perhatikan tulisan-tulisan saya selama 2 bulan terakhir dan tentu saja mengingat-ingat apa saja yang sudah saya alami, situasi itu membuat banyak kesulitan, kekhawatiran dan kekeruhan. Saya butuh distraksi, butuh berbagai cara untuk melepaskan diri dari kenyataan, butuh escapism!
Hidup tidak selalu berjalan dengan mulus sesuai dengan yang diharapkan. Saya yakin teman-teman mengetahui, mengerti dan juga mengalami saat-saat dimana hidup begitu menantang. Kita sering dilanda banyak masalah, kesulitan, kegagalan dan beban kehidupan yang bertubi-tubi. Untuk menjaga sanity, biasanya orang mencari cara untuk dapat sekejap melarikan diri dari kenyataan. Itu normal dan sehat jika memang yang dipilih adalah distraksi yang sehat, bukan misalnya alkohol atau obat-obatan. Banyak cara yang sehat dan menyenangkan untuk sekali-kali melepaskan diri dari keruwetan. Itu yang dimaksud dengan escapism.
Orang-orang banyak mencari escapism untuk menghindari rasa sakit dan ketidaknyamananan yang merupakan suatu hal yang normal. Katanya juga itu merupakan alat untuk survival agar dapat menghindari situasi traumatis. Hanya saja, escapism dapat menjadi bumerang jika dilakukan secara berlarut-larut dan menjadi semacam ketagihan. Banyak contoh orang yang menggunakan alkohol dan obat-obatan dalam upaya ini. Tapi jika escapism yang sehat seperti misalnya olahraga, camping, hiking atau mendaki gunung, nonton film, atau hanya sekdedar ngumpul dan ngobrol dengan kawan-kawan, ini bisa sangat berguna.
Sekali lagi, escapism menurut saya hanya berguna jika hanya sementara dan sekali-kali dilakukan agar kita tidak terus-menerus hidup dalam kungkungan situasi yang tidak menyenangkan, situasi yang membebani, dan yang menyulitkan. Escapism bukan solusi, hanya saat-saat untuk istirahat, melepas kepenatan. Sesudah sekian lama, segala masalah harus kembali dihadapi. Sesudah 2 bulan saya tidak mampu bertahan lagi, untung saja semua itu akan segera berakhir.