AES 876 Dingin
joefelus
Tuesday October 17 2023, 10:38 AM
AES 876 Dingin

"I feel cold, dad. I think I got it from you. I never feel cold while working in the kitchen." Kata Kano ketika saya menjemputnya dari tempat kerja malam ini.

"Oh I'm sorry, Kano. I have been trying to stay away from everybody." Kata saya agak menyesal karena mungkin sudah menulari Kano.

"It's fine some people got sick at work too, I may also get it from somewhere else." Kata Kano berusaha membuat saya merasa lebih baik

"By the way, the car got a new sets of tires. Cost me almost a thousand bucks." Kata saya mengalihkan pembicaraan karena merasa tidak enak telah membuat Kano sakit.

"Ya? Do you need my help to pay?" Tanya Kano. Hahaha.. dalam hati anak ini lumayan perhatian juga, tahu bahwa bapaknya sudah lama tidak bekerja.

"It's OK. I Used my credit card, and it won't get charged until December. By then I will already have my paycheck." Kata saya.

"Just let me know, I don't mind helping." Kata Kano

Kami meluncur perlahan-lahan dalam gelap. Udara di luar memang sudah mulai dingin. Jika melihat thermometer yang ada di kendaraan, suhu di luar sekitar 11 derajat Celcius. Lumayan dingin walau sebetulnya jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, ini belum apa-apa. Kota ini belum ada salju sama sekali, biasanya di awal Oktober sudah turun salju. Tahun ini masih kering walau beberapa hari lalu di gunung sudah turun salju lumayan tebal.

Suhu dingin semacam ini memang tidak nyaman jika dalam kondisi tubuh yang kurang fit. Seharian saya batuk-batuk dan juga bersin-bersin. Karena sudah terlalu sering sepanjang hari, otot-otot sekitar perut sudah mulai sakit-sakit ditambah memang sekujur tubuh begitu sensitif dan sakit. Jika di Indonesia saya sering minta tolong Pak Ono untuk memijat dan ngerok tubuh saya lalu dibalur dengan balsem yang hangat. Sakit seperti ini memang somehow terasa nikmat jika disakiti. Saya malah kepingin sekali kaki dan tangan saya dibetot keempat penjuru. Semakin disakiti sepertinya semakin nyaman. Aneh ya? Tapi saya yakin teman-teman yang sakit seperti ini merasakan hal yang sama. Nah sialnya, saya tidak bisa ke dokter karena tidak memiliki asuransi. Tanpa asuransi pihak rumah sakit akan menagih saya sangat mahal. Kalau ada asuransi paling saya hanya perlu membayar biaya registrasi sebesar $30. Nah coba bayangkan teman-teman saya yang tinggal secara ilegal di sini, jangankan asuransi, KTP saja mereka tdak punya. Jadi tidak bisa punya SIM, tidak bisa punya kendaraan, berat!

Kami kemudian berdiam diri, saya berusaha konsentrasi mengemudi karena sebetulnya tubuh saya sangat lemah dan kepala begitu pening, berputar-putar. Sangat berbahaya jika tidak sungguh-sungguh konsentrasi. Kondisi seperti ini sudah cukup menyulitkan, saya tidak bisa mendapat tambahan masalah lain yang justru semakin memperkeruh situasi. Kondisi Nina belum cukup baik untuk mengemudi, dia masih kesulitan berjalan. Sangat berbahaya. Oleh sebab itu saya memaksakan diri walau dalam kondisi tubuh tidak fit. Tidak tega membiarkan Kano berjalan kaki sendirian dalam cuaca dingin seperti ini. Tadi siang saja ketika tahu ban mobil harus diganti saya jadi tercenung. Ganti ban itu tidak murah di sini, Tapi mau gimana lagi, musim dingin semakin dekat, dengan kondisi ban yang tidak baik akan berbahaya mengemudi di salju. Saya harus berpikir ke depan.

Sepanjang hari saya berpikir akan menulis apa hari ini. Tidak punya ide sama sekali karena sepanjang hari sesudah urusan selesai saya hanya berbaring, berisitirahat agar tubuh segera sehat. Dalam beberapa hari mendatang kemungkinan saya akan mulai bekerja, jadi saya ingin segera sehat. Ada pikiran untuk melewatkan hari ini tanpa menulis, tapi saya punya komitmen untuk menulis. Tanpa ide tentunya sangat tidak membantu. Jadi yang saya lakukan hanya ngetik yang ada di kepala ketika tiba di rumah sesudah menjemput Kano. Ya, jadilah tulisan saya seperti ini, tapi lumayan lah, suatu waktu nanti saya dapat membaca kembali apa yang sedang saya alami ketika sedang sakit.

Foto credit: reviewed.usatoday.com

You May Also Like