"Hey Jo, mau nemenin aku jalan kaki di taman?" Tanya Nina tadi pagi. Saya masih bermalas-malasan. Ini adalah hari terakhir saya benar-benar bermalas-malasan sebelum besok mulai ngantor lagi.
"Sure. Aku mandi dulu kalo gitu." Jawab saya dan segera beranjak, meraih handuk dan masuk ke kamar mandi.
Ini adalah kesempatan di hari-hari terakhir ketika warna musim gugur sedang berada dipuncaknya. Saya bergegas mandi lalu turun dan menemani Nina berjalan kaki perlahan-lahan ke taman di dalam kompleks kami tinggal.
Di luar udara begitu cerah. Kami yang sedang kena flu, menikmati hangatnya matahari dapat membuat tubuh begitu segar dan nyaman. Hidung yang mampet perlahan-lahan mulai membaik ketika menghirup udara segar dan menikmati kehangatan matahari. Jalan setapak penuh dengan daun-daun kering, menutupi rumput hingga hampir tidak terlihat lagi. Pepohonan di sekitar taman didominasi warna kuning dan oranye. Ini karena di kompleks kami dipenuhi dengan pohon elms. Ada beberapa pohon Ash tapi sepertinya udara terlalu hangat sehingga belum sampai warna merah darah, dedaunan terlanjur mati dan berubah menjadi coklat lalu runtuh. Ini sangat saya sayangkan sebab biasanya warna kuning, hijau dan merah bisa menjadi keindahan tersendiri. Musim kali ini tidak sesempurna itu.
Mungkin teman-teman sudah bosan mendengar cerita saya bahwa musim gugur adalah musim yang paling saya cintai. Tak apa. Saya memang tidak mampu menahan diri untuk diam dan tidak mengutarakan kekaguman saya akan semua keindahan ini. Ini merupakan cara bagaimana saya selalu bersyukur dapat diberi kesempatan untuk menikmati ini semua. Bayangkan jika saya buta warna, atau jika benar-benar tidak diberi karunia penglihatan. Bagaimana saya bisa menikmati ini?
Pernah mencoba bagaimana bercerita tentang warna? Coba bayangkan seandainya kita diminta untuk menjelaskan warna merah kepada seseorang yang seumur hidup tidak pernah tahu tentang warna. Apakah mampu? Nah sampai sini saya sungguh-sungguh bersyukur bahwa saya punya kemampuan untuk melihat dan mengagumi warna. Dan musim gugur adalah puncak dari keindahan alam ketika warna-warni asli dari dedaunan mulai mempertontonkan diri mereka. Ya saya bilang warna asli, karena sebetulnya kuning, oranye, merah atau bahkan ungu sebetulnya adalah warna-warna asli dari daun-daun pephonan itu. Ketika kemampuan mereka untuk menciptakan klorofil terhenti, maka warna asli mereka bermunculan. Lalu saya hari ini juga belajar bahwa semakin tinggi kadar gula dari pohon itu maka semakin merah warna daunnya. Jadi masuk akal sekali mengapa pohon maple warna daunnya sangat merah, sebab memiliki kandungan gula yang sangat tinggi. Ingat Maple syrup untuk pancake atau waffle? Nah itu hasil dari pohon maple!
Nina berjalan di depan saya menggunakan tongkat pendek. Dia sedang berusaha berjalan tanpa kruk. Walker dia juga sudah lama disimpan di sudut, kursi roda juga mengalami nasib yang sama. Ya dia sudah bisa berjalan tanpa bantuan apa-apa bila di dalam rumah. Kami lalu memilih sebuah bangku taman dan duduk di situ berjemur. Burung-burung sudah hampir tidak ada. Entah mereka kemana. Mungkin migrasi ke tempat yang lebih hangat. Bebek Kanada yang mulai sering terdengar suaranya. Sebentar lagi ketika suhu semakin dingin mereka akan merajalela dimana-mana dan jalan setapak akan penuh dengan kotoran mereka yang akhirnya membuat udara yang kami hidup berbau kandang! Ya, itu adalah bagian dari siklus tahunan.
Saya memandang sebuah apartemen. Yang tinggal di situ adalah orang Timur Tengah, sangat jorok. Barang-barang mereka bertebaran dimana-mana. Sepeda 4 buah, kursi, sepeda statis, cooler semua mereka taruh di halaman yang sebetulnya melanggar aturan. Entah dia memungut dari mana. Nina selalu menyebut mereka hoarder, atau lebih tempat menurut saya penimbun barang bekas! Kompleks kami memang penuh dengan kelompok itu. Mereka memiliki keluarga besar-besar, anak banyak dan mainan mereka bisa ditemukan dimana-mana seantero kompleks. Untung saja sekarang musim gugur sehingga walaupun banyak barang, sebagian tertutup daun yang rontok hehehe..

Saya melihat sebuah kereta wagon kecil berwarna merah. Biasanya digunakan anak-anak kecil untuk mengangkut barang-barang mainan mereka. Sepertinya ditinggal begitu saja di halaman dikelilingi dedaunan. Ini jadi pemandangan yang sangat indah. Saya tidak tahan untuk tidak mengabadikannya, jadi saya beranjak dan berjalan perlahan-lahan lalu mengambil foto dengan latar belakang sebuah apartemen dan pepohonan yang penuh dengan daun berwarna kuning. Wagon merah dikelilingi daun yang berwarna kuning, oranye coklat. Indah sekali. Jadi sekali lagi jangan bosan jika saya terus-terusan berkata bahwa musim gugur adalah musim terindah dan favorit saya. Ya karena itu tadi!
Jadi pengen nyusul ke sana. ðŸ¤
Ayo ke sini hahaha.. dah mulai gundul tapinya. Puncak warna-warni ga lama, apalagi kalau anginnya besar. Rontok.