Untuk pertama kalinya sejak lebih dari 2 bulan yang lalu, saya bangun ketika matahari belum terbit. Ini adalah hari pertama saya kembali ke kantor. Saya begitu bersemangat karena akan mulai menyibukkan diri dengan rutinitas yang sudah lumayan lama tidak saya lakukan. Saya bergegas membersihkan diri, kemudian menyiapkan kopi dan sarapan, berganti seragam dan berangkat berjalan kaki.
Suhu lumayan dingin, tadi pagi hanya 2 derajat Celcius. Nikmat sekali rasanya kembali berjalan kaki dan melakukan kegiatan kegemaran saya setiap pagi yaitu berjalan kaki, mendengarkan musik, melihat-lihat sekeliling sambil melamun atau merenung. 2 bulan lalu pukul 7 pagi sudah terang benderang, kali ini matahari baru akan terbit, langit memang sudah mulai terang. Matahari baru muncul sekitar pukul 7:20. Di musim gugur memang malam mulai lebih panjang daripada siang hari. Nanti menjelang musim dingin matahari bahkan sudah terbenam sebelum pukul 5 sore. Malam akan terasa sangat panjang, dan memang begitu faktanya.
Pepohonan sebagian sudah mulai gundul. Perubahan sangat pesat terjadi di puncak warna warni musim gugur. Terakhir saya jalan kaki ke kantor udara masih sangat panas dan pepohonan rimbun dengan daun berwarna hijau. Pagi ini sebagian gundul dan sebagian lagi berwarna merah, kuning, ungu dan hijau. Minggu depan kemungkinan sudah sebagian besar gundul.
"Hey.... Welcome back! We miss youuu..." Begitu teriak teman-teman di tempat kerja.
Begitu yang terjadi ketika saya tiba di kantor. Senang sekali bisa berada diantara teman-teman. Memang suara saya masih agak sedikit berbeda karena hidung mampet yag belum terlalu lancar untuk bernapas. Tapi itu tidak menghalangi kesenangan saya untuk dapat kembali bekerja. Sepagian hingga saat makan siang saya sibuk berkonsultasi dengan IT untuk memperoleh akses ke komputer di kantor. Ketika kembali ke kantor saya dapat pesan dari Kano yang pagi tadi ke klinik. Ternyata Kano positif Covid. Waduh! Kalau Kano positif ada kemungkinan saya juga, jadi saya bergegas pulang sesudah memberitahu Boss.
Tiba di rumah saya langsung mengeluarkan kotak yang berisi persediaan Covid Test kit yang saya miliki. Langsung saya test diri sendiri dan menunggu selama 10 menit. Saya lihat test strip itu ada 2 garis berwarna pink dan biru. Saya juga positif.
"Kacau!" Pikir saya. Selama ini saya lebih banyak tinggal di rumah, dan hanya ke dokter bersama Nina untuk PT atau diam di kelas ketika Nina mengajar. Selebihnya paling ke supermarket itupun hampir tidak ada kontak dengan siapapun juga. Saya selalu menjaga jarak, tidak pernah membuka pintu atau memegang handle pintu tanpa tissue. Saya selalu berhati-hati. Saya tidak bisa menemukan di mana kemungkinan itu terjadi. Hari pertama saya bekerja dikacaukan Covid. Padahal saya begitu membagakan diri sebagai "anggota" kelompok Novid alias mereka yang tidak pernah terjangkit. Eh, ketika semua orang sudah bebas merdeka dan tidak takut lagi dengan virus ini, malah saya terjangkit. Nasib!
Foto credit: thebostonschool.com