Hari ini agak mendung, tidak ada terlihat matahari yang muncul ketika saya berjalan kaki seperti biasa menjelang pukul 7 pagi menuju kantor. Berjaket tebal dan bertopi yang menutupi telinga untuk melindungi suhu dingin membuat tubuh lebih nyaman dan hangat. Seperti biasa pula saya mendengarkan musik. Pagi ini saya memutar jazz. Saya kira ini musik yang sangat mendukung mengingat suasana yang menyenangkan karena sepi disertai udara "crisp" yang saya rasakan tanpa tahu bagaimana menggambarkan "crisp" dengan kata-kata. Ini istilah yang sangat membingungkan. Yang saya tangkap mungkin dingin tapi tidak membekukan, kering, dan bersih karena masa pollen dan bunga sudah berakhir. Warna Indah lebih banyak dilihat di rumput, daun-daun merah, ungu, coklat bercampur dengan daun kering itu memang memberikan perasaan yang menyenangkan. Ditambah dengan musik jazz, jelas saya tidak bisa memulai berpikir yang serius. Yang ingin saya lakukan justru menikmati suasana dan melamun!
Dentingan suara piano diiringi lengkingan saxophone membuat dada saya begitu merekah berusaha menghirup seluruh kebahagiaan yang bisa saya rengkuh sebanyak-banyaknya. Pandangan saya ditemani oleh warna yang menari-nari disekeliling sementara benak saya penuh dengan lamunan, duduk menghadapi piano dan jari saya menari-nari. Ah, ini perasaan yang sangat membahagiakan. Membayangkan sesuatu yang tidak bisa dilakukan dalam kenyataan hidup itu sangat indah ternyata. Lalu saya berganti berdiri sambil meniup saxophone dengan mata sedikit dipejamkan menikmati harmoni dan keindahan alunan musik yang diciptakan. Luar biasa.
Musik satu dilanjutkan dengan alunan musik lain. Kadang saya menjadi pemain piano, kadang saya memainkan saxophone, pada saat tertentu saya memainkan drum. Memukul snare drum dengan drum brush, salah satu ciri khas musik jazz. Bunyinya khas seperti suara pasir ketika drum brush itu diputar-putar, bukan dipukul, dan jika dipukulkan pun menimbulkan efek suara yang berbeda. Sesekali saya juga menjadi penyanyi. Lamunan atau mungkin lebih tepat khayalan seperti ini tidak ada habis-habisnya. Batasnya hanya di imajinasi. Saya bisa berbuat apa saja dan melakukan apapun dimana saya mau. Itu semua yang ada dalam benak.
Pepohonan sudah sebagian besar gundul. Tahun ini musim gugur memang tampak agak aneh. Mungkin karena efek perubahan iklim ini. Banyak pohon yang tidak mencapai puncak warna dan terlanjur kering lalu rontok. Saat ini ada beberapa jenis pohon yang justru terlambat menampilkan warna merahnya. Warna merah diantara pohon gundul, ini pemandangan aneh, terlalu kontradiktif. Biasanya warna merah bercampur dengan hijau, kuning atau coklat, bukan warna merah diantara ranting-ranting tak berdaun. Entah bagaimana nanti musim dingin, yang jelas, musim gugur kali ini tidak seindah tahun lalu.
Sejenak terlintas pemikiran tentang apa saja yang telah terjadi sepanjang tahun hingga saat ini. Saya segera menghapusnya. Bukan saat yang tepat. Saya tidak mau kebahagiaan akan segala keindahan ini ternoda dengan pikiran yang tidak terlalu sempurna. Saya masih ingin melanjutkan khayalan saya ini selama 15 menit lagi, hinga tiba di depan kantor. Ini akan menjadi pagi yang indah, mengawali hari dengan cara yang menyenangkan.
"I'm coming in at 7-ish and I am gonna stop at Starb@#s. Can I get you a coffee?" Tiba-tiba ada pesan dari Lauren, manager di Bakeshop
"My treat!" sambungnya lagi.
Wah keindahan pagi ini menjadi semakin berlipat ganda. Ini sesuatu yang sangat baik untuk mengawali hari. Warna, musik, lamunan dan kopi! What a wonderful morning!