AES 1067 Suara Hati
joefelus
Friday April 26 2024, 12:05 PM
AES 1067 Suara Hati

Sudah lewat pukul 9 malam. Saya merasa lelah sekali sesudah mengalami banyak hal sepanjang hari ini. Sudah tidak sabar untuk tiba di rumah dan bertemu dengan Nina dan Kano. Saya masih harus mengemudi setidak-tidaknya 25 menit hingga tiba di rumah. Jalanan begitu gelap. Ini yang membedakan kota tempat saya sekarang tinggal dengan Bandung. Bandung sangat terang benderang dibandingkan dengan kota ini, apalagi saat ini saya mengemudi di pinggiran kota, ditengah-tengah padang dan pertanian. Kalau pagi atau siang tempat ini termasuknya lumayan indah dan saya senang sekali mengemudi di daerah ini karena begitu sunyi dan damai, tidak banyak kendaraan. Seperti malam ini, saya adalah kendaraan satu-satunya di jalan yang sepi dan gelap ini. Dan untuk menemani, supaya tidak mengantuk saya mendengarkan lagu-lagu yang seperti biasa membuat saya larut dalam lamunan.

"Jo, I need the car. Dr. Kinsfather wants to see me by 11:15." Kata Nina melalui WA.

"OK. I will be home in 10 minutes." Jawab saya dan langsung bergegas pulang.

Saya tidak sempat minta ijin boss karena waktu sudah terlalu mepet. saat itu sudah menjelang pukul 11 dan butuh waktu setidak-tidaknya 20 menit untuk tiba di sana. Saya memutuskan untuk minta ijin nanti ketika sudah di rumah sakit.

Sejak hari Selasa kemarin memang bagian lutut Nina yang beberapa bulan lalu dioperasi agak membengkak dan kemerah-merahan. Semalam Nina mengatakan bahwa dia akan mencoba menghubungi dokter untuk konsultasi.

Tidak lama kemudian saya tiba di rumah, Nina sudah menunggu di halaman lapangan parkir. Saya segera ke rumah mengambil laptop sementara Nina masuk ke kendaraan. Tujuannya adalah walau berada di rumah sakit, saya masih tetap bisa bekerja. Kami langsung segera ke rumah sakit dan bertemu dokter sesudah di X-ray. Dokter memutuskan untuk melakukan operasi dan dijadwalkan besok sore. Saya langsung minta ijin untuk pulang lebih awal besok.

"I will put in the hours for today and request for tomorrow." kata saya ketika sudah kembali ke kantor. Saya tidak ingin memanfaatkan kebaikan atasan saya, melainkan tetap melakukan kewajiban kantor sesuai dengan aturan. Jika saya tidak berada di kantor untuk alasan kesehatan, saya bisa meminta ijin menggunakan jatah cuti sakit, dan itu yang segera saya lakukan. 2 jam hari ini ketika di rumah sakit dan besok karena harus membawa Nina ke rumah akit untuk operasi, saya pulang 3 jam lebih awal.

"Aku bisa batalin bikin satenya, Nin." Kata saya ketika dalam perjalanan pulang dari rumah sakit tadi.

"Jangan dong. Khan kamu sudah janji." Kata Nina

Saya memang sudah lama berjanji untuk membantu membuatkan setidak-tidaknya 750 tusuk sate ayam untuk pesta perkawinan salah satu sahabat yang tinggal di Colorado. Teman saya ini pernah datang ke sebuah pesta dan menikmati sate yang saya buat. Saat itu dia bilang bahwa sate saya adalah sate yang paling enak di Colorado bagian Utara haha.. Dan langsung dia bilang untuk acara perkawinannya dia minta tolong dibuatkan sate yang langsung saya sanggupi karena memang saya senang masak. Malam ini saya menghabiskan 3 jam untuk memotong-motong ayam yang besok akan saya bumbui. Tadinya saya ingin menyelesaikan semua daging ayam yang sudah dibeli. Total mungkin sekitar 60 pounds atau sekitar 27 kilogram. Karena sudah malam dan saya butuh istirahat saya memutuskan melanjutkannya besok. Masih ada 1/3 ayam yang tersisa. Besok mungkin saya hanya butuh sekitar 2,5 jam untuk memotong-motong sisa ayam yang ada serta membumbuinya. Saya tidak tahu nanti pukul berapa bisa mulai melakukannya, tergantung dari proses operasi Nina besok.

Konsekuen dengan janji yang sudah dibuat memang seringkali melelahkan, tapi jika tahu bahwa itu hal yang sangat baik untuk dilakukan, walau tubuh sudah begitu lelah tapi hati begitu lapang bahwa kita sudah melakukan hal yang benar. Seperti tadi siang ketika atasan saya sepenuhnya menyerahkan keputusan pada saya untuk menggunakan jatah sakit atau "melupakan" serta pura-pura tidak terjadi, saya tetap mengambil keputusan untuk mengikuti aturan. Seandainya pun orang lain tidak tahu (kalau saya nakal dan tidak melakukan hal yang benar) toh saya tetap tahu dan sadar. Nah itu tidak bisa saya lakukan karena tahu bahwa melakukan hal yang salah itu tidak baik. Demikian juga soal janji membuat sate. Kondisi saya saat ini memang tidak menguntungkan. Saya harus berusaha menjalankan kegiatan sesuai dengan janji yang sudah lama saya buat dengan mencari waktu diantara kesibukan bahkan ketika ada masalah serius dalam keluarga seperti operasi lutut Nina ini. Selama hati nurani kita terus menerus didengarkan, maka kontrol diri tentu tidak akan pernah luntur. Suara hati bisa saja melemah jika terus menerus kita abaikan lalu kebiasaan buruk mengambil alih. Nah itu sama sekali tidak saya inginkan.

Foto credit: religiondispatches.org

You May Also Like