Pernah kah kita berpikir atau sadar bahwa setiap hari segala sesuatu yang terjadi itu kita terima begitu saja. Yang saya maksud adalah sejak bangun pagi apapun yang terjadi, yang kita terima sebagai sesuatu yang biasa. Matahari di pagi hari itu biasa, suara burung di pagi hari itu bukan hal yang aneh, dan ratusan bahkan ribuan hal-hal lain yang kita lihat dan kita alami sebagai hal-hal yang normal, yang biasa. We take everything for granted.
Tapi pernahkah kita berpikir bahwa udara yang kita hirup setiap saat itu sebagai sesuatu yang luar biasa? Mungkin tidak! Namun begitu segala sesuatu yang kita anggap biasa itu terengut, maka kita baru sadar bahwa segala sesuatu yag kita alami, yang kita lihat dan kita rasakan itu sebagai hal-hal yang luar biasa. Pada saat kita kehilangan, hal yang terkecil sekalipun menjadi sangat berharga.
Sebagai contoh sederhana, senyuman. 4 tahun yang lalu ketika Covid-19 sedang hebat-hebatnya meraja lela, semua orang lebih banyak diam di rumah dan jika keluar rumah memakai masker, senyuman menjadi sesuatu yang tidak dapat kita saksikan lagi. Saya ingat pada waktu itu menulis betapa saya begitu kangen melihat orang tersenyum. Kadangkala ketika kita menyapa, kita tidak bisa mengetahui apakan orang yang kita sapa itu tersenyum menyambut sapaan kita atau tidak. Banyak kesalahpahaman terjadi karena kita tidak mampu menterjemahkan gesture karena minus senyuman. Mungkin itu juga sebabnya kita menggunakan emoji ketika sedang mengobrol di chatroom dengan menggunakan internet. KIta bisa mengetahui lawan bicara kita bercanda karena melihat emoji yang dia pakai. Bayangkan jika tidak ada emoji dan ada kalimat sarkastik, apakah kita bisa mengetahui bahwa itu sebuah gurauan?
Saya mempelajari banyak hal penting selama hampir satu tahun terakhir ini. Saya merasa kurang bersyukur dan pengalaman-pengalaman terakhir mengajarkan saya untuk terus tetap bersyukur dan jangan pernah take everything for granted. Bahwa kita mempunyai banyak sekali alasan untuk bersyukur itu benar adanya.
Ketika membuka mata dini hari lalu kita dapat melihat orang-orang yang kita cintai masih terlelap dengan tenteram, itu merupakan karunia. Ketika membuka tirai jendela lalu disuguhi kehangatan matahari, itu berkah. Ketika mendengar burung-burung berkicau, itu menandakan awal dari kebahagiaan yang diberikan pada kita oleh semesta. Dan banyak lagi yang bisa kita jadikan untuk terus berterimakasih atas segala sesuatu yang dapat kita nikmati setiap saat.
Setiap hari adalah kesempatan bagi kita untuk belajar dan bertumbuh. Setiap hari adalah kesempatan bagi kita untuk bersyukur, setiap hari adalah kesempatan bagi kita untuk berbagi kasih, tidak hanya pada orang yang kita cintai, tapi pada semua orang. Salam!
Foito credit: medium.com