"Good Morning, Can I work from home today? I am having a very bad..." Saya terus mengetik di telepon genggam sambil masih berbaring. Sesekali saya menyeka hidung dan menutup mulut karena terbatuk-batuk. Saat itu masih pukul 5 pagi, di luar sudah mulai remang-remang menjelang matahafri terbit. Saya memutuskan untuk minta ijin bekerja dari rumah karena tubuh sama sekali tidak sehat dan saya tahu atasan saya paling benci jika ada orang yang memaksakan diri tetap pergi bekerja dalam keadaan sakit. Beliau tidak mau ketularan, apalagi di kantor setidak-tidaknya ada 11 orang yang berbagi kantor.
Akhirnya memang saya ambruk. Terlalu banyak kesibukan, kurang istirahat dan tidak bisa berolahraga karena banyak hal. Kondisi tubuh saya mulai menurun dan sangat rentan akan penyakit. Akhirnya saya jatuh sakit. Untungnya pekerjaan saya memang sebagian besar dapat dikerjakan secara remote, jadi atasan saya dengan senang hati mengijinkan saya bekerja dari rumah.
Kalau di Indonesia, dikatakan masuk angin hahaha.. Ini memang istilah keren yang sulit diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Mungkin saya bisa menterjemahkannya mnjadi common cold yang gejalannya sama, batuk, pilek, dan sakit kepala. Seharian saya terbatuk-batuk, bersin bersin hingga siang hari akhirnya ketika batuk atau bersin sekujur tibuh saya terutama antara dada dan perut sakit sekali. Mugkin karena otot-otot di sekitar situ terlalu banyak kontraksi ketika terbatuk-batuk sehingga akhirnya sakit.
"I wish I could work from home like you." Kata Kano nyeletuk sebelum berangkat kerja. saya langsung menjawab bahwa saya lebih suka bekerja di kantor bersama teman-teman daripada bekerja sendirian di rumah dengan fasilitas seadanya. Di Kantor saya bisa bekerja dengan 3 monitor besar sementara di rumah hanya sebah layar monitor laptop yang kecil. Jika bekrja menggunakan beberapa aplikasi saya suka kewalahan karena sangat kecil. Kedua bekerja bersama teman-teman lebih menyenangkan dari pada bekerja sendirian. Banyak kejadian lucu dan seru jika diantara teman-teman. Bekerja sendirian seringkali membuat saya bosan dan tidak terlalu produktif. Siang hari malah sempat tertidur karena bekerja sambil berbaring. Goadaan menyalakan TV juga besar lalu akhirnya malah asyik nonton daripada bekerja.
Memang ada enaknya juga, saya tidak perlu berganti pakaian, dapat bekerja sambil menanak nasi atau membuat kopi atau bahkan mencuci piring ketika saya menunggu aplikasi yang saya jalankan men-generating data. Tapi seen-enakknya bekerja dari rumah, saya tetap lebih suka dinamika bekerja di kantor.
Dengan kondisi tubuh seperti ini memang saya kesulitan mencari topik obrolan yang bisa saya tulis. Jangankan berpikir serius, duduk menulis saja cukup sulit ketika sudah seharian bekerja. Terpaksa hari ini hanya bercerita saja kegiatan sehari ini di rumah.
Foto credit: metropolisindia.com