Containers & tumblers! Ini adalah tema hari ini. Bukan tema untuk tulisan atau renungan tentunya hahaha... ini adalah tugas hari ini yang harus disortir. Nina dan saya harus menentukan barang-barang yang akan disimpan, dibawa pulang, dibuang atau didonasikan. Nah ini kegiatan seru sebab kegiatan ini bukan hanya semata-mata kegiatan fisik tapi ternyata sangat emosional.
Kota tempat kami tinggal memang sangat "green minded" alias kebanyakan masyarakat sangat peduli akan lingkungan. Memang tidak semua begitu, terutama para mahasiswa yang dari luar state, mereka memang masih selebor, tapi itu memang tugas kampus untuk mengubah tingkah laku masyarakat, sebagai agen perubahan. Begitu ceritanya. Nah, karena komitmen ini sejak sebelum jaman covid dan kampus cenderung masih "kaya", setiap tahun selalu ada edisi baru tumblers. Bayangkan berapa ribu mahasiswa baru yang mendapat tumblers atau botol minuman Nalgene dengan disain unik. Setiap tahun selalu ada disain baru. Tidak hanya mahasiswa baru, karyawan baru juga selalu memperoleh botol minum unik.
Nina dan saya kemudian menjadi agak "ketagihan" kami mengkoleksi banyak sekali botol minuman sehingga jumlahnya banyak. Botol untuk menyimpan minuman dingin dan panas berbagai desain dan dari berbagai tempat yang unik selalu berusaha kami miliki. Memang tidak semuanya selalu kami pakai, lebih banyak yang kami simpan yang dalam benak kami, bahwa suatu waktu nanti akan kami bawa pulang.
Hari ini kami kan mulai mensortir itu semua. Dan kemudian kami sadari bahwa itu tidak mudah!
"Oh ini aku dapet dari Fakultas! Aku mau simpan." Kata Nina
"Ini aku dapet dari gym. Waktu aku tuntas menyelesaikan tantangan, dapat hadiah ini. Buang aja!" Kata saya karena kualitasnya tidak terlalu baik dan sejak saya peroleh botol itu belum pernah saya pakai sama sekali.
"Ini kita beli di Seattle, khan? Di Starbucks yang pertama kali dibuka! Simpan engga ya?"
"Hmmm....."
Saya mulai membayangkan pada saat itu, cuaca cukup dingin dan masih pagi sekali kami berdua antri di toko kopi starbuck yang konon toko yang pertama kali dibuka sebelum perusahaan kopi itu sukses meraja lela di seluruh dunia. Butuh waktu 1 jm lebih hingga kami mendapat giliran untuk masuk ke dalam, memesan kopi dan membeli cinderamata. "Dibuang? Didonasikan? Disimpan?" itu pertanyaan yang sulit dijawab.
Setiap kali kami merelakan sebuah barang dilepaskan dan diputuskan untuk tidak dibawa, kami merasa seolah-olah sebagian dari diri kami direngut dan rasanya sama sekali tidak nyaman. Seolah-olah bagian dari sejarah kehidupan kami dihempaskan begitu saja. Untuk sampai ke masa itu bukan hal yang mudah, loh! Butuh perjuangan, butuh usaha, butuh determinasi untuk dapat mencapai sebuah fase dalam kehidupan dan seringkali sejalan dengan usaha itu, kita banyak melekatkan dengan benda atau pertistiwa yang menjadi penanda perjuangan kita untuk mencapai taraf itu. Drama yang kita lalui tidak dengan begitu saja dapat dilepaskan.
Botol! Hanya sebuah botol! Hanya benda! Itu yang kami usahakan untuk tetap berpijak secara rasional. Tapi botol-botol ini bukan berkaitan dengan nalar, bukan rasio, bukan pikiran. Botol yang malah sudah penyok-penyok karena sudah berkali-kali jatuh, lalu penuh dengan stiker yang kami tempelkan merupakan catatan sejarah perjalanan hidup kami selama bertahun-tahun. Ini semua identik dengan pengalaman masa lalu, dengan keringat yang menetes ketika berjuang, dengan air mata yang mengalir ketika kami kelelahan secara fisik dan mental dalam menjalani hidup. Botol itu walau bentuknya sudah tidak karuan, bukan hanya sekedar botol, tapi bagian dari hidup!
Botol hadiah dari Gym itu memang kualitasnya buruk, warnanya hitam dan desainnya ya begitu saja. Saya menerima botol itu karena menyelesaikan 5 tantangan wajib dari 7 yang ditawarkan. Bayangkan berapa banyak keringat yang saya kucurkan, berapa banyak kalori yang sudah saya bakar untuk dapat menyelesaikan tantangan itu. Adakalanya saya merasa hampir pingsan karena terlalu memaksakan diri. Ini tantangan yang sangat berat, judulnya saja All Out Mayhem.

Itu baru satu botol, banyangkan saja, kami punya mungkin lebih dari 20 botol dengan berbagai merk seperti Stanley, Hidroflask, Yeti, Camelbak, dan banyak lagi. Botol-botol itu sangat berkualitas dan dapat mempertahankan suhu selama berjam-jam. Botol milik saya di kantor dapat mempertahankan suhu dengan baik, lewat 24 jam es yang ada di dalamnya masih belum mencair semua! Tapi saya tidak membicarakan kualitas dan fungsi botol itu, melainkan cerita kehidupan. Botol itu sudah menemani saya di kantor selama bertahun-tahun. Ketika melihat botol itu, saya tidak hanya semata-mata melihat botol, melainkan saksi perjalanan hidup saya, menjadikan semacam simbol usaha, kegagalan, maupun keberhasilan saya di suatu masa dalam hidup. Sungguh sangat sulit untuk melepaskannya.
Pagi ini menjadi sangat emosional. Kami berusaha menutup mata, tapi magnet yang saling tarik menarik antara menggenggam dan melepaskan benda-benda itu sangat melelahkan. Siapa yang dapat dengan mudah melepaskan bagian dari diri dengan begitu saja? Saya yakin hampir semua diantara kita akan menghadapi berbagai kesulitan dalam melakukan ini. It is very hard to let go, especially if it is part of you.
Foto credit: seriouseats.com