Sepagian saya terkagum-kagum dengan "kesaktian" orang-orang yang saya pekerjakan. Hari ini proyeknya adalah pembersihan dan penataan ulang kebun. Kemarin kebun depan sudah dibersihkan tinggal nanti diberi kerikil sebab saya tetap ingin jika hujan tanah dapat menyerap air sebanyak-banyaknya. Banyak terjadi banjir karena hampir semua gang disemen sehingga air tidak terserap, sementara saluran pembuangan air tercampur sampah jadi mampet dimana-mana, air tidak terserap, maka banjirpun terjadi. Nah, saya tidak mau menjadi salah satu orang yang bertanggung jawab atau setidak-tidaknya saya tidak menambah keruwetan masalah banjir.
Hari ini pekerjaan pindah ke belakang. Saya punya 3 pohon mangga gedong gincu yang sangat manis. Ditanam oleh mendiang ibu saya dari biji sekitar 25 tahun yang lalu dan baru mulai berbuah sekitar 10 tahun terakhir. Sayangnya akarnya meraja lela kemana-mana sehingga mulai merusak bangunan. Terpaksa saya memutuskan untuk menebang pohon-pohon itu. Nanti saya akan ganti dengan pohon yang lebih bersahabat akarnya.
Kalau membaca judul obrolan hari ini dan pohon mangga, maka tentunya sudah dapat ditebak kemana saya akan bercerita. Betul sekali, saya akan bercerita tentang proses penebangan pohon yang membuat saya begitu terkagum-kagum.
Seorang bapak-bapak yang masih muda dengan harness di pinggang dengan lincah naik ke atas pohon yang sudah sangat tinggi. Dia memanjat dengan sangat ringan dan lincah membawa sebuah golok di pinggang dan tali tambang. Seorang yang lain sibuk memegang ujung tambang lainnya. Tadinya saya pikir tambang itu untuk keselamatan bapak muda ini, ternyata salah, tambang itu nantinya untuk menahan ranting serta cabang-cabang pohon yang ditebang diatas sehingga tidak langsung jatuh dan menimpa atap rumah atau bahkan orang.
Semua pekerjaan dilakukan secara tradisional, kecuali nanti batang-batang yang besar, dia akan menggunakan mesin gergaji. Semua itu membuat saya begitu kagum karena selama di rantau, ketika ada petugas yang sedang merapikan pohon, jalan raya ditutup, menggunakan truk yang membawa tangga dan crane, lalu proses penebangan dilakukan dengan sangat lambat. Waktu dulu di Hawaii, kebanyakan yang ditebang adalah buah kelapa. Semua pohon kelapa di seputar kota tidak memiliki buah karena ketika muncul langsung ditebang, mungkin karena pemerintah takut digugat jika ada orang yang cidera tertimpa buah kelapa hahaha.. Di Fort Collins kebanyakan pohon dirapihkan sebelum musim-musim tertentu yang banyak angin, ranting-ranting yang kemungkinan akan mengundang bahaya ditebang dan dibersihkan. Tujuannya agar tidak runtuh menimpa penggguna jalan. Lagi-lagi prosesnya tidak secara tradisional semacam pekerja-pekerja sakti yang membantu saya menebang pohon mangga. Ya mereka itu pemberani, lincah, gesit, dan sakti! Hahahaha
Yang paling menarik adalah ketika bapak-bapak ini menebang batang-batang yang besar. Teknik penggunaan tambang begitu luar biasa sehingga batang-batang yang ditebang ini sama sekali tidak menyentuh atap. Dengan ruang kerja yang sangat terbatas, bapak-bapak sakti ini dapat menebang pohon dengan sangat ahli dan cerdik sehingga faktor kemananan tertap terjaga tapi juga tidak merusak area sekelilingnya. Luar biasa!