AES 1244 Eternal Reccurence
joefelus
Friday November 15 2024, 7:57 AM
AES 1244 Eternal Reccurence

Friedrich Nietzshe katanya mendapat ide tentang eternal reccurence ketika sedang jalan-jalan di tepi danau di Swiss pada sekitar tahun 1881.

Eternal recurrence atau eternal return secara singkat (kalau tidak salah hehehe) adalah pengulangan hal yang sama berkali-kali tanpa batas sebagai benda maupun energy dari waktu ke waktu. Jaman Yunani kuno, kaum stoic juga mempercayai bahwa semesta mengalami proses transformasi yang berulang-ulang sama halnya roda waktu yang dikenal dalam ajaran Hindu dan Budha.

Saya buta dan sangat awam soal filsafat. Kalaupun membaca, hanya sekilas dan mengenal kulitnya saja. Filsafat membuat saya pusing walaupun sebetulnya seru untuk dijadikan bahan obrolan, tapi jika teman-teman yang jago filsafat mulai urun rembuk saya bengong sendiri karena mereka begitu fasih mengutip banyak ujaran-ujaran para filsuf sementara otak saya kosong melompong. Hahaha..

Eniwei, kenapa saya mengangkat ide tentang eternal reccurence, semata-mata karena pada suatu waktu di masa lampau seorang sahabat saya pernah berkata. "Tenang saja, Jo. Kamu akan kembali lagi ke peristiwa yang sama jika belum selesai. Kamu akan diberi kesempatan berulang-ulang untuk menyelesaikannya. Kalau yang di Amerika belum selesai, nanti kamu akan kembali lagi ke sana." Itu katanya. Pada saat itu saya tidak banyak berpikir. Yang saya ucapkan hanya satu kata,"Iya." Tanpa betul-betul mengerti.

Hal yang serupa juga saya terima dari seorang biarawati, petapa di Cikanyere. Beliau dulu adalah sahabat saya, bersama-sama kuliah di tempat yang sama, beda angkatan, lalu bekerja menjadi guru juga di tempat yang sama, mengajar mata pelajaran yang sama. Saat itu saya sudah sekian tahun keluar dari biara, eh malah beliau yang masuk ke biara. Nah beliau mengucapkan hal yang sama. "Dengarkan semesta, kamu akan memperoleh jawabnya di sana. Jika saat ini belum, akan muncul hal yang sama berulang-ulang hingga kamu memperoleh jawabannya." Hmm..

Okelah, saya sejenak melepaskan diri dari berfilsafat, dan kembali menginjakkan kaki ke bumi, dan berpikir tentang keadaan sekarang, yang realistik. Saat ini saya punya pertanyaan sederhana: "Nah, ketika semua sudah mulai terlihat baik dan selesai, lalu apa?" Tanya saya dalam hati.

Saat ini saya memiliki lebih banyak pekerja daripada sebelumnya yang membantu saya membereskan rumah. Rumah saya seperti yang diserbu banyak orang. Lantai atas mezzanine mungkin ada sekitar 5 orang. Di kamar belakang ada 2 orang, di halaman belakang juga ada orang. Sebagian ruang keluarga disekat dengan lembaran plastik besar, seperti layar tancap, saya malah mengatakan seperti pertunjukan wayang. Yang agak mengerikan sebetulnya bayangan saya kemarin ketika dapur disekat dipisahkan dari ruang keluarga dengan plastik. Yang langsung terbayang oleh saya saat itu adalah persiapan yang dilakukan oleh serial killer di film Dexter sebelum dia mengeksekusi korbannya hahahaha..

Saya merasa kali ini rumah yang saya tempati ini akan terlihat sempurna. Rumah ini akhirnya akan "selesai". Maksudnya bagaimana? Saya akan ceritakan. Singkatnya rumah ini belum pernah selesai. Saya pernah cerita, ketika di awal mula ketika kami mulai membangun rumah ini dari nol, ketika masih sepetak kebun di kompleks yang luas yang juga masih sebagian besar berbentuk kebun garapan, saya tidak pernah menyelesaikannya hingga 100%. Baru 50% harus kami tinggal selama 10 tahun, kembali ke Bandung membutuhkan waktu 6 bulan untuk merenovasi rumah ini hingga kemudian ditempati kami ber-3. Itupun belum selesai, mezzanine belum tergarap sempurna. Pagarnya masih telanjang, belum ada pegangan dari kayu. Anak tangga menuju mezzanine pun masih belum dilapisi lantai, belum dicat, masih setengah jadi hingga sekarang. Baru sampai di situ, kami tinggalkan lagi selama 8 tahun. Nah kali ini, sekembalinya kami dari Colorado, kami akan menyelesaikannya semua, lalu akan menikmatinya hingga entah kapan. Itu tujuan kami kali ini. Menyelesaikan yang tertunda!

Nah kembali ke pertanyaan semula. Sekarang semua mulai terlihat bentuknya dan saya merencanakan akan menyelesaikannya 100%. Kontraktor sudah menyanggupi dan anggaran sudah saya hitung dengan matang. Nah lalu sekarang apa? Ini menyambung pertanyaan saya sebelumnya kepada Nina," Are we nesting?" Apakah kita mulai membangun sarang dan kemudian melanjutkan hidup di situ?

Nah supaya seru, berfilsafat sedikit, lalu dihubungkan dengan teori eternal reccurence, apakah ini merupakan akhir? Ini dengan asumsi bahwa jika sudah selesai maka reccurence-nya terhenti. Saya tidak tahu apakah begitu. Mungkin saja dari segi bangunan saya selesaikan, semua akhirnya terwujud sesuai dengan rencana hampir 30 tahun yang lalu. Apakah kemudian saya akan menetap? Atau karena saya di sini sudah selesai, apakah saya lalu pindah untuk menyelesakan hal-hal yang belum terwujud di tempat lain? Mungkin saya tidak akan pernah tahu, saya juga tidak akan berusaha mencari tahu. Lebih seru kalau saya menulis pertanyaan itu. Seperti bertahun-tahun yang lalu saya pernah menulis sebuah pertanyaan: "Where am I gonna be 10 years from now?" Dan 10 tahun kemudian saya memperoleh jawabannya. Percaya atau tidak jawabannya sangat mengejutkan dan tidak terduga-duga. So, let me ask the same question again, karena saya sudah mulai berumur (hihihi) saya kurangi waktunya: 'Where am I gonna be 5 years from now?" Nah mari kita tunggu jawabannya 5 tahun lagi!

Foto credit: medium.com