AES 1265 Cashless
joefelus
Friday December 6 2024, 9:43 AM
AES 1265 Cashless

"Pak, kami hanya menerima pembayaran cashless." Kata mbak yang melayani saya ketika tadi siang membeli roti.

"Waduh mbak, saya tidak punya Qris atau kartu debit sama sekali. Saya hanya membawa cash. Gimana ya mbak?" Jawab saya panik.

Kalau dipikir-pikir hidup saya ini sangat lucu. Dulu ketika saya hidup di Fort Collins, saya hampir tidak pernah melihat uang gaji. Serius, hampir tidak pernah. Tidak hanya itu, saya juga hampir tidak pernah membawa-bawa uang kemana-mana. Hanya kadang-kadang ketika sahabat saya memberi uang cash untuk suatu keperluan "Mas, anggap saja ini uang lanang." Kata sahabat saya ini. Lanang artinya lelaki.

Uang lanang sebetulnya adalah istilah yang digunakan di jaman dulu (entah sih, mungkin sekarang juga masih ada). Yaitu uang yang dipegang oleh suami untuk keperluan pribadi. Tata cara pengelolaan rumah tangga tradisional biasanya ketika suami gajian, semua uangnya diberikan kepada istri yang biasanya mengelola keuangan keluarga untuk belanja kebutuhan sehari-hari, dan sebagainya. Uang lanang biasanya adalah uang yang suami sisihkan sedikit untuk keperluan tertentu seperti misalnya untuk rokok dan kopi di tempat kerja. Orang tua saya dulu seperti itu. Ibu yang mengurus semua keuangan, bapak tugasnya mencari nafkah. Ya begitulah rumah tangga jaman dulu, sekarang sudah berbeda lagi, Nina dan saya tidak begitu. Kadang saya jadi pengelola keuangan, kadang Nina. Karena alasan praktis, kami punya rekening bank yang berbeda. Gaji saya langsung masuk Bank, urusan stipend dan gaji Nina juga langsung ditransfer ke rekeningnya. Nah, urusan sehari-hari ya gantian saja. Kadang saya transfer ke Nina kalau dia butuh, atau Nina transfer ke saya jika saya butuh. Ya begitu itu.

Sesudah sekian lama kami tinggal di luar negeri dan rekening-rekening bank saya di indonesia idle, alias tidak ada aktifitas, maka akhirnya semua mati. Saya tidak punya rekening lagi, bahkan ada bank saya dulu yang sekarang sudah lenyap dari muka bumi, ada 2 malah! Ya sudah. Toh saya masih punya rekening di Fort Collins yang masih bisa saya akses dari Bandung, tapi tidak ada Qris dll, dan juga jika diperlakukan sebagai debit card, sering tidak bisa karena banyak bank di Indonesia yang tidak punya relasi kerja sama (mungkin begitu alasannya) kecuali salah satu bank pemerintah yang selalu saya pergunakan untuk menarik dana. Nah karena kondisi inilah maka ketika semua orang rata-rata menggunakan Qris, saya tidak bisa. Saya sering dipaksa berantem karena tidak bisa bayar kecuali tunai.

Setelah sekian tahun saya jarang membawa uang tunai kemana-mana, sekarang saya mulai merasa agak aneh. Namanya uang fisik, bentuknya aneh-aneh, ada yang kumal sehingga warnanya tidak jelas, ada yang masih pristine, mulus dan mint condition. Dulu saya banyak menggunakan aplikasi untuk membeli banyak hal. Mau beli burger atau kopi tinggal pencet sana sini dan langsung dijemput. Saya hanya sekali menggunakan jasa pengantaran karena satu alasan: Mahal, maka saya lebih senang mengambil sendiri.

Nah kendala di Bandung adalah karena saya tidak mempunyai rekening bank di sini. Saya belum sempat mengurus hal-hal seperti itu, dan sesungguhnya saya tidak sabar untuk memulai sebab memegang uang tunai itu tidak menyenangkan dan saya agak ketakutan sebab terus terang tidak higienis. Uang adalah benda paling kotor disamping handle pintu! Itu yang sering membuat saya ketakutan membeli makanan di kaki lima karena mereka memegang uang dan juga memegang makanan tanpa cuci tangan! Tubuh saya belum "kebal" lagi seperti dahulu, selama sekian bulan tinggal di Bandung saya sudah berkali-kali mengalami masalah pencernaan dan jatuh sakit. Masih banyak makanan yang saya inginkan tapi belum berani mencoba. Saya ingin makan lotek dan karedok tapi belum berani. Sejauh ini baru makanan "panas" dan sesekali berani makan nasi Padang di tempat tertentu karena saya tahu kebersihannya. Nah sekarang teman-teman bisa mengerti bagaimana tidak sabarnya saya untuk bisa menikmati kembali hidup cashless seperti dahulu. Satu hal tapinya, di Indonesia banyak sekali varian dari cashless yang saya tidak mengerti. Qris saya sudah tahu, tapi apa itu virtual account, dana, dll. Banyak sekali yang membuat saya merasa ketinggalan jaman! Nanti kalau tugas "mandor" saya selesai, saya akan mulai "turun gunung" dan menjelajahi dunia "persilatan" supaya bisa mahir! Hahahaha.

Foto credit: infobanknews.com

Andy Sutioso
@kak-andy   2 years ago
Wkwkwk... tapi ya mendingan cashless sih Jo daripada less cash alias bokek.
joefelus
@joefelus   2 years ago
Hahaha.. setuju!