AES 1307 A Piece From The Past
joefelus
Thursday January 23 2025, 7:47 AM
AES 1307 A Piece From The Past

Sebagai manusia, masa lalu itu spesial. Memang kita hampir setiap kali diingatkan untuk hidup in the present, karena masa lalu itu sudah lewat, hanya sebuah kenangan dan masa depan belum terjadi, hanya sebuah mimpi, yang jauh lebih penting adalah saat ini. Saya tidak mau mengungkit lagi ungkapan master Oogway dalam Kungfu Panda, sebab saya sudah mengungkapkannya lebih dari 2 kali dalam ocehan-ocehan saya yang lalu. Tapi banyak ujaran yang mengajak kita lebih fokus ke masa sekarang daripada terus menerus menoleh kebelakang atau melamuni masa depan.

Tapi kenapa masa lalu juga spesial? Karena masa lalu sebenarnya membentuk hampir segala aspek hidup kita sekarang, kenapa kita berada di sini juga merupakan akibat dari masa lalu, siapa teman-teman kita juga dibangun di waktu lampau, demikian juga status sosial dan orang macam apa kita sekarang. Itu digambarkan oleh McLean dan Pasupathi dalam jurnalnya tentang kepribadian.

Saya juga punya pendapat lain, membawa beberapa hal dari masa lalu ke keseharian kita sekarang seringkali dapat mempermudah kita untuk menghadapi segala bentuk tantangan masa kini. Percaya deh, jika saya mengatakan itu. Misalnya kita mengalami sesuatu yang penuh tantangan saat ini, lalu kita merefleksikan masa lalu dan sekilas kita ingat bahwa pernah mengalami hal yang rumit yang mirip dengan saat ini dan waktu itu kita dapat menghadapinya dengan baik, apakah dengan mengingat itu kita akan merasa lebih percaya diri, lebih confident bahwa kita akan bisa menghadapinya lagi? Tentu saja! Nah, itu baru satu contoh.

Contoh lain adalah, dengan mengingat banyak kejadian masa lalu yang indah, kita akan merasa banyak terhibur di masa kini. Ini juga saya rasakan. Kemarin-kemarin saya merasakan kekangenan dengan kehidupan di masa lalu ketika Kano bercerita saat pulang kerja sambil diguyur salju. Saya tahu rasanya berjalan kaki malam hari ketika turun salju dengan lebat, tidak terlalu menyenangkan, apalagi jika tubuh sudah lelah setelah bekerja sepanjang hari. Tapi kenapa saya kangen itu? Karena semata-mata saya tidak bisa mengalami lagi saat sekarang. Hal yang tidak menyenangkan di masa lalu tidak selalu membuat kita bersedih saat ini. Kerja otak kita memang begitu, meminimalisir mayoritas hal-hal negatif di masa lalu dan lebih memfokuskannya pada nilai positifnya. Saya juga pernah bahas itu.

Kekuatan memori yang kita hadirkan kembali di masa sekarang seringkali bertujuan untuk memberikan kesempatan pada kita untuk mengingat kembali secara detail berbagai peristiwa dan pengalaman dimasa lalu, kemudian kita kemas kembali dan diperbaiki, diperbaharui lalu digunakan sebagai informasi untuk memandu kita mengambil keputusan. Jadi apapun bentuknya memori itu, baik positif maupun negatif selalu memiliki kekuatan yang luar biasa.

Penelitian yang berbasis neuroscience dan psikologi kognitif sering memusatkan perhatiannya pada memori yang berisikan emosi negatif, namun study mengenai memori autobiografis telah menggarisbawahi pentingnya memori yang memiliki emosi positif bahkan akhir-akhir ini metode neuroscience kognitif telah mulai secara lebih jelas menyatakan mengapa memori yang positif mampu menunjukkan relasi yang kuat dengan kesejahteraan mental.

Saya tidak mau panjang lebar membahas secara teori karena terus terang saya sangat awam dalam masalah ini. Saya hanya lancang dan membahas kulitnya saja sekedar berusaha mencari alasan mengapa saya melakukan sesuatu di masa kini yang merupakan refleksi dari masa lampau.

Misalnya, saya seringkali membawa oleh-oleh masa lampau yang kemudian saya nikmati sekarang karena memberikan perasaan yang nyaman dan dapat memberikan kesenangan. Lihat saja mereka yang senang mengkoleksi magnet, atau lonceng kecil dari bahan keramik, atau saya dulu senang mengkoleksi T-shirt Hardrock cafe dari berbagai tempat yang pernah saya kunjungi. Mengapa begitu? Karena mengingat masa lalu memberikan kegembiraan tersendiri. Padahal apa sih artinya magnet yang menempel memenuhi kulkas? Sebab sepotong magnet itu mewakili cerita. Cerita mewakili perjalanan masa lalu saya, dan masa lalu saya membentuk krakter yang saya miliki saat ini. Magnet loh, kok sampe segitunya? Bukan magnetnya, tapi cerita pengalaman dan perjalanan hidupnya!

Memori menjadikan kita lebih manusiawi, membantu membentuk identitas diri dan yang lebih praktis, memori membantu kita dalam memecahkan masalah saat ini. Itu salah 3 dari sekian banyak keistimewaan memori.

Pada intinya saya ingin mengungkapkan bahwa masa lalu itu mempunyai tempat istimewa dalam hidup kita karena tanpa itu tidak akan pernah ada masa kini. Nah karena begitu spesialnya masa lalu saya, terutama akhir-akhir ini, maka saya menghadirkan sebuah bentuk fisik memori yang akan mewarnai keseharian saya. Mungkin teman-teman tidak mengerti apa maksudnya. Nah jika ingin mengerti, perhatikan gambar ilustrasi ocehan saya hari ini, yaitu sebuah lanskap sederetan pohon pinus yang memiliki refleksi di air dengan latar belakang pegunungan. Itu ciri khas Colorado dan saya memutuskan meminta tolong seorang ahli untuk mencetaknya pada selembar pelat baja setebal 3mm setinggi 1 meter dengan lebar 2 meter. Karena dinding saya berwarna putih, puncak pegunungan yang seharusnya bersalju berwarna putih saya ganti semua dengan hitam. Hasilnya sangat luar biasa. Saya dapat menikmati masa kini tanpa harus menoleh ke masa lalu karena selalu ada di depan saya! Seru khan? Hahahaha...