AES 1323 Afterlife
joefelus
Saturday February 8 2025, 3:59 PM
AES 1323 Afterlife

"Saya mah kalo boleh milih, kalo bener surga ada 7 tingkat, ga mau di tingkat paling atas sama orang-orang suci." Kata saya pada suatu hari dalam perjalanan dari Fort Collis menuju Denver.

"Hahaha, sama! Apa enaknya tinggal sama Ulama, Santo, Santa, Rahib, Biksu yang sunyi karena semua bertapa." Kata sahabat saya sambil tertawa-tawa.

Kendaraan kami meluncur di Jalan tanpa hambatan yang lengang. Entah pada saat itu kami sedang ngobrol apa saja. Pada dasarnya segala sesuatu kami obrolkan, masalah cuaca, pekerjaan, keluarga, seputar kantor, bahkan tentang teman-teman orang Indonesia.

Tadi pagi sahabat saya mengirim pesan untuk mengingatkan Kano bahwa Konsulat Jenderal dari Los Angeles akan berkunjung ke Colorado dan akan memberikan pelayanan perpanjangan, paspor Kano memang sudah akan habis masa berlakunya. Nah entah mengapa saya jadi ingat obrolan kami tentang afterlife ini.

Kehidupan di alam baka memang merupakan konsep yang sudah ada sejak entah jaman kapan. Saya ingat sebuah kisah Plato tentang seorang pejuang yang telah meninggal selama 10 hari kemudian kembali hidup lagi dan bercerita tentang alam baka dengan detail. Entah itu benar atau tidak. Banyak agama dan kepercayaan juga yang menawarkan konsep afterlife ini. Agama Kristen, Islam bahkan Yahudi mengungkapkan bahwa kehidupan di alam baka ini merupakan janji Tuhan. Agama Budha percaya akan afterlife berdasarkan kepercayaan bahwa Budha ingat akan kehidupannya sebelum kehidupan sekarang.

Semua ini memang berbasiskan kepercayaan. Kalau memang diimani demikian ya sah-sah saja, sementara siapa yang benar-benar tahu mungkin tidak ada, semuanya berdasarkan "katanya", ada yang percaya atau ada yang tidak. Saya sendiri masih terus mempertanyakan karena jika dipikir-pikir, ketika seseorang meninggal lalu selesai, dan tidak ada kelanjutannya, maka saya mempertanyakan apa sebenarnya tujuan dari kehidupan ini. Ada bayi yang bahkan belum sempat menghirup udara di dunia ini dan meninggal, lalu apa? Atau ada orang yang berjuang seumur hidup hanya untuk menghidupi keluarga, begitu anak-anaknya dewasa dan mulai menjalani kehidupan sendiri, dia meninggal. Hanya sesederhana itukah misi hidupnya? Saya merasa seperti sebuah film yang endingnya tidak tuntas dan menggantung.

Kehidupan sesudah kematian menurut saya itu sebuah misteri. Kita belum memiliki kemampuan untuk melihat lebih jauh. Kalau kita tidak mampu melihat beberapa menit atau detik di depan kita, bagaimana mungkin kita bisa melihat "kehidupan" sesudah kita meninggal? Terlalu jauh.

Sama seperti jaman dahulu ketika manusia masih melihat bahwa bumi itu datar. Mereka takut berlayar di lautan karena tidak tahu dimana ujungnya. Bahkan orang-orang Eropa dulu sebelum jaman kolonial tidak tahu bahwa ada benua lain. Manusia juga dulu berpikir bahwa bumi adalah pusat semesta, baru sesudah melalui berbagai kekisruhan yang juga melibatkan gereja, akhirnya manusia percaya bahwa bumi mengelilingi matahari. Sama juga ketika manusia menyangka bahwa matahari adalah pusat dari galaksi, yang kemudian akhirnya kita tahu bahwa itu salah. Nah, pengetahuan kita tentang kehidupan di alam baka sepertinya masih dalam proses pencarian. Tapi sungguh, jika memang ada 7 tingkat Surga, saya tetap tidak mau memilih diantara para orang suci, lebih seru berkumpul dengan yang badung-badung (seperti saya) Hahaha meuni keukeuh!!!

Foto credit: ulc.org

sanya
@sanya   last year
Aku booking berkumpul dengan para koki dan barista pak. Kuliner mancanegara yang belum pernah dirasakan di dunia aku icip disana! hahahaha
joefelus
@joefelus   last year
Hahahaha... saya ada di sana ntar :)