AES 162 One Fine Morning
joefelus
Monday November 1 2021, 1:59 AM
AES 162 One Fine Morning

Hari Minggu pagi. Di luar tidak ada matahari. Langit berwarna kelabu, kabut masih menyelubungi seluruh permukaan bumi. Sepagian hujan turun, tapi hampitr tidak terdengar suaranya karena hanya butiran-butiran air yang hampir tidak terlihat. Seperti hembusan titik-titik air yang sangat lebut, tidak terlihat tapi sangat mudah dirasakan.

Saya memutuskan untuk keluar rumah, menikmati kopi dan sedikit sarapan berupa pastry, toast atau sesuatu yang ringan karena siang nanti saya ada janji untuk bertemu teman-teman untuk makan siang merayaan salah seorang teman dari India. Kami akan menikmati kuliner dari Nepal!

Di luar ternyata dingin, Saya lirik jam tangan pintar saya dan menunjukkan angka 37F, artinya kurang dari 3 derajat celcius, brrr.. Saya kembali ke dalam rumah mengganti pakaian dengan kaos lengan panjang yang dapat mempertahankan panas tubuh, kemeja lengan panjang untuk menutupi kaos itu karena ternyata kaos itu sangat lekat dengan tubuh sehingga membuat saya tidak nyaman.

Perlahan-lahan saya mengemudikan kendaraan. Jalanan sangat lengang karena sepertinya kebanyakan orang masih senang berdiam diri di dalam rumah dibandingkan menghadapi cuaca dingin, mendung dan basah. Saya justru ingin menikmatinya. Di sisi kiri dan kanan pepohonan sudah mulai menggundul mempertontonkan ranting-ranting dan batangnya yang berwarna hitam. Saya tidak terlalu tahu namanya, mungkin elm, oak, atau ash. Yang pasti pemandangan itu memang sangat menyentuh hati, apalagi digabung dengan warna-warna musim gugur yang sebentar lagi akan pergi; kuning, oranye, coklat, hijau, hitam dan merah. Dengan tambahan suasana berkabut dan warna langit yang kelabu, memang sangat indah walau secara bersamaan ada sebuah perasaan yang aneh walau tetap memukau.

Toko buku yang ingin saya kunjungi ternyata masih tutup. Saya memutuskan untuk mencoba tempat lain di pusat kota, namun ketika tiba di sana antrian begitu panjang dan saya yakin tidak akan ada tempat untuk duduk dan menulis. Saya akhirnya berputar dan memilih sebuah kedai kopi yang sudah lama sekali tidak saya kunjungi. Di situ menyajikan kopi yang sangat enak dan bagels dengan salmon asap yang sangat saya sukai. Saya masuk ke kedai itu sesudah menemukan sebuah tempat parkir.

Segelas besar caramel latte, Vegged out sandwich menemani pagi yang menawan ini. Saya ingin mencoba yang baru, sekali-kali keluar dari kebiasaan menikmati salmon asap.Vegged out sandwich ternyata membuat saya terkejut! itu adalah roti lapis dengan hummus, potongan alpukat, pickled red onions, irisan tipis tomat dan sepertinya broccoli sprout kemudian diberi drizzles of balsamic vinegar. Its's a Masterpiece!

Hummus adalah garbanzo beans (Chickpeas) yang dihaluskan dengan sedikit bawang putih, lalu dicampur dengan tahini (pasta yang dibuat dari biji wijen) serta air jeruk lemon dan minyak jaitun. Ini khas makanan Mediteranian yang enak sekali jika dinikmati dengan pita bread, crackers atau potongan sayur-sayuran seperti wortel atau celery sticks. Rasanya krimi, dengan sedikit rasa asam dari jeruk, ada sedikit rasa pedas, tangy dari bawang putih, nutty dan earthy! Nah roti lapis yang saya nikmati ini diberi hummus yang dioleskan tipis-tipis di atas sehelai roti gandum yang sedikit dipanggang. Cita rasa bawang putih serta air jeruk lemonnya benar-benar memanjakan lidah, lalu rasa gurih yang khas dari potongan alpukat ditambah acar bawang merah yang memberikan rasa asam dan sedikit manis yang menyegarkan kemudian digabung dengan rasa tomat yang diiris tipis memang merupakan kombinasi yang sangat seimbang. Perjalanan indera perasa saya di lidah tidak berhenti sampai di situ karena kemudian saya disajikan dengan kerenyahan kecambah brokoli yang memberikan cita rasa unik, kalau dalam bahasa Inggris disebut nutty dengan aroma dedaunan yang khas. Semua itu kemudian ditutup dengan klimaks balsamic vinegar yang memiliki rasa asam dan manis dengan keharuman yang sangat unik. Ini semua seperti sebuah simphony yang sangat indah di dalam mulut. Sekali lagi, ini sebuah ciptaan yang sangat menakjubkan.

Kesibukan di dalam kedai kopi tidak pernah berhenti. Orang- orang keluar masuk dengan berjaket dan topi di kepala untuk melawan rasa dingin memesan kopi dan sebagian menunggu dilayani. Ini sebuah kedai yang sibuk, tapi tidak mengganggu saya yang duduk di dekat sudut menulis tentang pagi yang istimewa ini. Ya, ini masih dipertengahan musim gugur yang kata orang udaranya crisp yang tidak pernah saya bisa mengerti maksudnya. Buat saya ini dingin, tetapi masih bisa dinikmati karena tidak menggigit di kulit dan memberikan rasa sakit seperti di musim dingin. Di pertengahan musim gugur ini adalah saat di mana warna akan mulai menghilang dan seringkali sudah tertutup salju. Tahun ini saya disuguhi dengan keindahan musim gugur yang sangat spektakular karena hingga akhir Oktober salju belum turun juga sehingga pepohonan diberi kesempatan untuk membanggakan warna-warna mereka dibandingkan selama bertahun-tahun saya berada di sini mereka sudah menyerah kalah dari salju yang sudah unjuk gigi di awal bulan. Tahun ini saya bisa menikmati warna sampai sepuas-puasnya. Indah sekali.

Ya, pagi ini sangat baik, sangat indah dan menyenangkan. Malam nanti saya akan menghidar keluar rumah karena di kompleks akan banyak anak-anak mengetuk pintu meminta permen dengan mengenakan berbagai kostum Halloween. Selama ini saya senang melihat mereka tapi kemudian saya sadar berapa banyak gula yang meracuni tubuh mereka dengan memakan permen terlalu banyak. Katanya selama halloween, anak-anak di amerika makan gula hingga 3 cups sementara konsumsi gula sehari yang sehat tidak boleh lebih dari 2 sendok makan, tidak heran jika masyarakat Amerika menghabiskan sekitar 2,6 Milyar dollar untuk permen dan coklat selama Halloween! Saya tidak ingin menjadi bagian dari masalah, saya akan keliling kota saja melihat kegilaan orang-orang yang jor-joran memakai kostum. Beberapa hari lagi juga pusat kota akan mulai penuh cahaya. Semua pohon akan diberi lampu, menandakan keseruan musim dingin akan segera dimulai. Mungkin ini akan menjadi musim dingin saya yang terakhir. Saya berniat menikmatinya sebanyak mungkin!***

You May Also Like