AES006 Tuhan yang Baik
firdabilqis
Thursday October 30 2025, 12:02 PM
AES006 Tuhan yang Baik

Dalam berbagai kesempatan, saya beberapa kali mendengar doa Kak Andy sebelum memulai kegiatan diawali dengan, "Tuhan yang baik...". Sebuah kalimat sederhana, yang hanya dengan hati dan pikiran terbuka bisa saya maknai lebih dalam. Batin saya, benar juga ya... Tuhan itu baik. Bahkan dalam berbagai hal yang mulanya sulit diterima, tidak menyenangkan, atau jauh dari harapan, Tuhan membawakan penawarnya. Saya menyebutnya, hikmah.

Dalam kehidupan saya, Tuhan yang saya β€˜tahu’ itu maha pengasih dan penyayang. Disebutkan lebih dari 10x sehari, dalam bahasa arab. Bismillahirrahmanirrahim. Kalimat yang sudah saya tahu mungkin sejak umur 5, tapi baru saya maknai 5 tahun terakhir. Allah itu maha memberi (pengasih), dan Allah itu sayang sama umatnya (penyayang).

Masih memperkuat dan mengingatkan saya bahwa tidak ada yang kebetulan, Tuhan beserta segala data dan perhitungannya telah menuliskan dengan detail setiap episode tanpa cela.Β 

Saya masih ingat ketika pertama kali mengikuti pertemuan awal membahas persiapan Festlit TP21, tepat dua minggu sebelumnya, saya baru saja mengeluhkan menurunnya daya ingat dan kemampuan saya untuk berbicara dan bercerita dengan runut pada teman-teman saya di Instagram Story. Saya yakin saat itu ada hubungannya dengan menjauhnya keseharian dari literasi. Jarang membacakan buku untuk Saka dan Kian, belum bergesernya pembatas buku yang saya bawa-bawa, dan mesih utuhnya koleksi buku berplastik yang baru dibeli. Keluhan itu seperti dijawab oleh datangnya pekan literasi. Tentu semuanya bukan kebetulan kan?

Yang terbaru, saya merasa sangat disayang Tuhan melalui seperangkat pompa ASI. Jadi sejak Kian lahir, saya dipinjami pompa ASI oleh sahabat saya, Melati. Kebetulan ia sudah tidak menggunakannya lagi karena Rahsya, anaknya sudah besar. Sebuah rejeki nomplok jadi saya tidak perlu membeli ataupun menyewa. Sementara pompa ASI lama bekas menyusui Saka dulu sudah lama saya berikan pada kerabat, juga karena saat itu saya juga tidak bekerja jadi bisa DBF.

Singkat cerita, usia Kian 1 tahun 4 bulanan, saya masuk rumah sakit dan harus dirawat [saya tulis ceritanya di sini]. Di momen itu, rasanya semakin sulit untuk saya menghasilkan ASI yang cukup untuk Kian. Hasil pumping saya selama di RS sangat sedikit, bening, dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan minum Kian. Kami pun mulai mencari opsi susu formula mana tahu ada yang cocok. Mencoba 3 merk namun tak ada satupun yang disukai anak bungsu kami itu sampai akhirnya Kian diberi susu UHT plain dingin saja.

Tidak berselang lama, sahabat saya, Melati mengabarkan bahwa adiknya akan segera melahirkan, dan membutuhkan pompa ASI jika memungkinkan. Saya yang memang tidak lagi menggunakannya, bergegas membersihkan, mensteril dan membungkus untuk mengembalikan pada Melati. Pada saat itu kondisi adiknya, Mega juga cukup urgent untuk segera memompa ASI segera setelah melahirkan. Timing yang sangat pas, tidak meleset, tidak lebih dulu, tidak terlambat. Saya merasa senang karena telah berkesempatan memanfaatkan pinjaman pompa ASI itu, dan juga merasa lebih senang karena dapat mengembalikan tepat pada waktunya. Tuhan memang sayang sama saya, Melati, Mega, dan kita semua. Tuhan sayang dan baik dengan cara-Nya sendiri. Terimakasih Tuhan. Terimakasih ya Allah.

Andy Sutioso
@kak-andy   7 months ago
Wow... luar biasa... πŸ™πŸΌπŸ˜‡
murdeani
@murdeani   7 months ago
Ini salah satu postingan aku di blog sekian tahun silam yang artinya berhenti di 1 post itu aja. Tentang menyelami Basmalah. Kalimat itu bukan kata-kata kosong yg kita ucapkan karena kebiasaan aja sebelum memulai sesuatu, tapi karena kita berikrar bahwa kita "mewakili" Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang, artinya setiap tindakan kita pun mengandung napas kasih dan sayang.
You May Also Like