Akhirnya saya dapat istirahat dengan baik. Sangat bersyukur juga para pemuda penabuh tambur yang mengingatkan warga agar makan sahur tidak bermain terlalu lama di depan rumah, memang seperti hari-hari sebelumnya dilanjutkan dengan bunyi angkot. Semua itu tidak terlalu mengganggu tidur saya, tetap terbangun namun cepat kembali terlelap.
Hari ini saya mulai berlatih di dapur setelah kemarin belajar melalui banyak video klip. 2 kali saya berlatih dan 2 kali gagal. Ternyata pada praktiknya tidak semudah yang saya lihat di berbagai video yang saya saksikan kemarin. Ada bagian kalibrasi alat yang saya belum mengerti sehingga tidak menghasilkan produk yang saya inginkan. Walau gagal, toh masih dapat dinikmati hasilnya. Tidak apa-apa, saya akan mencari bahan baku yang lebih murah untuk berlatih siang ini.
Kesalahan dan kegagalan adalah salah satu langkah untuk menjadi lebih berharga. Itu saya benar-benar yakini. Kita harus selalu melalui trial dan error untuk menjadi sempurna. Seperti misalnya minuman anggur, untuk bisa menjadi sangat berkualitas harus mengalami semacam pembusukan lebih dahulu. Atau misalnya keju, keju terbentuk karena susu rusak. Tanpa melalui itu semua maka kualitas terbaik tidak dapat terwujud.
Ingat Alexander Fleming? Beliau adalah penemu penicillin. Penisilin ditemukan karena kesalahan yang dibuat oleh Alexander Fleming karena beliau jorok. Ketika pergi berlibur beliau tidak membersihkan cawan petri maupun mensterill peralatan laboratoriumnya dan membiarkan jendela terbuka. Kemudian ketika melihat bahwa jamur yang tidak sengaja tumbuh karena kejorokannya dapat menghambat bakteri staphylococcus, beliau menemukan penisilin.
Memang kita tidak dianjurkan berlaku jorok dan tidak rapih seperti Fleming, itu hanya contoh kebetulan saja bahwa keteledoran membuahkan keajaiban. Yang ingin saya obrolkan adalah membuat kesalahan dan mengalami kegagalan merupakan suatu proses untuk menuju kesempurnaan.
Apakah latihan saya pagi ini merupakan kesalahan? Tidak juga. Saya masih belajar, dan ketidak tepatan, ketidak pahaman merupakan hal yang wajar. Untuk menjadi mahir, butuh latihan. Kesalahan adalah hal yang wajar. Kalau saya dulu ketika menjadi guru selalu mendorong para murid untuk berani berbuat salah, mengapa saya tidak ikut mempraktikannya juga? Yang penting harus terus mencoba.
Foto credit: sciencehistory.org