Dalam salah satu sesi Taki-taki, di salah satu jenjang muncul pertanyaan penting - dan juga cukup mendasar tentang mengenai minat anak. Saya coba menuliskan sedikit tentang hal ini.
Saya jadi teringat satu artikel yang pernah saya baca, sudah cukup lama. Artikel itu bercerita tentang penelitian dari pilot-pilot terbaik dari salah satu maskapai penerbangan besar di Jerman, Lufthansa. Penelitian yang dilakukan menelusuri masa kecil dari pilot-pilot terbaik itu. Mereka yang kinerja (performance)nya sangat baik, punya jam terbang tinggi, disiplin tinggi, tidak punya masalah dan lain seterusnya.
Yang menarik dari penelitian itu, ditemukan bahwa mereka-mereka ini masa sejak kecilnya memang suka pesawat terbang. Mereka anak-anak yang selalu berlari ke luar rumah saat ada pesawat terbang lewat di atas rumah mereka, mereka suka menggambar pesawat dan senang memainkan pesawat atau melipat kertas menjadi pesawat terbang. Intinya kecintaan mereka pada pesawat terbang sudah terlihat sejak kecil.
Ada beberapa catatan mengenai soal ini. Ini sejauh pemahaman saya sampai di titik ini. Sangat mungkin pemahaman saya belum lengkap bahkan tidak tepat. Tapi mari kita jabarkan dan koneksikan kepingan-kepingan yang sudah ditemukan.
Cerita di atas bisa menjadi gambaran bahwa ketertarikan anak pada sesuatu bisa jadi menjadi penanda tentang minat, dan apa yang mungkin dikerjakannya di masa depan. Tapi tentunya hal ini berbeda dari individu ke individu.
Yang kedua adalah bahwa ketertarikan anak terhadap sesuatu belum tentu jadi minatnya di masa depan. Walaupun begitu ketertarikan anak di masa kecil adalah kepingan pertama yang perlu ditemukan. Menemukan ketertarikan anak adalah kepingan awal dari penemuan dirinya.
Poin ke tiga terpenting adalah bahwa bukan sekedar menemukan minat, tapi juga membantu anak menemukan purposenya. Minat hanya salah satu kepingannya. Karenanya di Semi Palar kita memahaminya sebagai Sadar Diri, Sadar Lingkungan dan Sadar Tujuan. Proses ini lah yang perlu waktu panjang - dan berdasarkan tahapan tujuh tahunan, kalau segala sesuatu berjalan baik, ini memakan waktu kurang lebih 20 tahunan.
Hal yang juga penting adalah bahwa minat anak terutama di tujuh tahun pertamanya adalah pintu pembelajaran bagi dirinya. Kalau minatnya terbatas, ruang pembelajaran yang terbuka bagi dirinya akan juga terbatas. Jadi penting juga untuk membuka seluas mungkin ruang minatnya. Dalam prosesnya anak-anak akan menemukan apa jati dirinya - saat kepingan-kepingan pembelajarannya terkoneksi satu sama lain... Semoga catatan ini membantu menggenapi pemahaman-pemahaman kita bersama. Mari terus belajar. Salam.