Harum kopi yang biasanya membuat saya bersemangat pagi ini tidak memiliki pengaruh apa-apa. Yang saya inginkan hanya berbaring tanpa melakukan kegiatan apapun. Tenggorokan terasa sangat sakit dan tubuh sangat lesu. Entah sudah berapa kali saya mengalami ini selama beberapa bulan terakhir, sepertinya terus menerus dikunjungi tamu yang tidak diundang ini. Aneh sebetulnya, sebab saya hampir tidak berdekatan dengan siapapun, berjabatan tangan juga tidak, rajin mencuci tangan. Tapi ya sudah lah. Mungkin hari ini saya butuh istirahat.
Hari ini saya ditemani banyak lagu. Sudah sangat sering melakukan ini ketika tidak banyak kegiatan fisik. Saya selalu katakan bahwa lagu adalah seperti perekat. Lagu identik dengan pengalaman-pengalaman tertentu. Pernah tahu James Corden dengan carpool karaoke? Nah, saya banyak menonton potongan-potongan film di youtube hari ini sambil berbaring.
Adele misalnya, beberapa lagu dia mengingatkan saya pada saat-saat pertama kali mulai hidup di Fort Collins. Saat ini saya mulai menjalani hidup dari Nol, tidak mengenal siapapun, tidak tahu jalan, tidak mempunyai pekerjaan dan mulai menjelajahi tempat baru.
Jangan heran, di awal-awal hidup saya di Fort Collins saya banyak ditemani penyanyi-penyanyi muda. Seringkali jazz menemani ketika saya sudah mapan. Pada saat sedang mencari tempat nyaman jazz belum cocok. Entah mengapa selalu begitu. Berkali-kali pindah ke tempat baru, di awal, jazz tidak saya sentuh. Akhir tahun 2016 dan awal 2017, saya ditemani oleh Adele, Sam Smith, Billie Eilish, Megan Trainor, Ed Sheeran, Shawn Mendez, Charlie Puth dan sebagainya.
Nah sepanjang hari saya jalan-jalan. Semuanya ada dalam kepala ketika menikmati lagu-lagu yang dinyanyikan oleh James Corden dengan bintang tamunya di dalam mobil menuju tempat kerjanya. Serunya, dia menyanyi karaoke di mobil tidak hanya di satu kota, kadang di Las Vegas, di New York, LA bahkan di Inggris ketika dia bernyanyi bersama Paul McCartney. Nah kalau lagu-lagu Beatles mengingatkan saya pada Papa di Surabaya. Itu masa-masa seru naik mobil dari Malang ke Surabaya sambil makan pisang mas. Pisang mas banyak di jual dipinggir jalan dan tidak tanggung-tanggung kami beli 1 tandan dan selama perjalanan kami makan.
Ada lagu-lagu yang biasa diputar ketika dalam perjalanan antara Denver dan Fort Collins. Dulu hampir setiap minggu saya dengan seorang sahabat melakukan perjalanan ini karena kami harus menjemput pesanan makanan. Saya sering cerita bahwa demi makanan kami rela berpergian berjam-jam dan kami sering dititipi teman-teman untuk mengambil makanan, jadi perjalanan kami menjadi sepanjang hari dari pagi hingga malam karena mampir ke banyak tempat.
Ada banyak juga lagu-lagu yang mengingatkan saya duduk di kantor sendirian sambil bekerja dan diiringi lagu. Teman-teman kerja saya masih sangat muda-muda dan mereka tidak tertarik pada jazz, sehingga saya banyak memutar lagu-lagu yang mereka kenal yang penyanyinya saya sebutkan tadi. Begitu mereka bubar, lalu saya bisa memutar lagu-lagu koleksi pribadi.
Jalan-jalan dalam benak sambil mendengarkan lagu memang asyik. Bermain dengan imajinasi ditemani lagu-lagu itu menyenangkan. Kondisi tubuh seperti ini tidak terlalu nyaman untuk membaca, oleh sebab itu saya lebih banyak berdiam diri mendengarkan lagu atau menonton orang menyanyi sambil melamun. Mudah-mudahan besok tubuh membaik sebab saya punya banyak tanaman yang harus dipindahkan dan semua pot yang saya pesan sudah datang.
Foto credit: bbc.com