AES 1426 Now Or Never
joefelus
Saturday June 7 2025, 10:36 AM
AES 1426 Now Or Never

Saya mengambil sehelai roti gandum lalu mengolesnya dengan krim dan saya taburi dengan meat floss atau abon yang bentuknya seperti cotton candy tapi berwarna coklat dan berbau sangat harum. Tubuh saya masih penuh dengan keringat, sebetulnya ingin mandi dahulu sebelum sarapan, tapi perut saya sulit diatur dan punya keinginan sendiri, jadi saya memutuskan membuat kopi dan membuat roti abon abal-abal lalu duduk sarapan.

Pagi ini saya isi dengan berolahraga. Saya ingin hormon bahagia menguasai tubuh, setelah membaca kembali obrolan kemarin, saya agak malu karena sepertinya itu adalah tulisan tentang keluhan seorang pria paruh baya yang mulai kehilangan banyak hal dalam hidupnya. Saya kasihan dengan orang itu, dan memutuskan melakukan sesuatu dengan berolahraga, berkebun serta berusaha menikmati hidup. Hahaha..

Saya jadi ingat cerita abal-abal tapi mempunyai pesan yang lumayan dalam. Ada 2 orang pria duduk di pantai, yang satu begitu santai menikmati suasana pantai sementara yang satu lagi sangat gelisah.

"Kenapa kamu begitu gelisah?" Tanya pria yang santai

"Saya tidak bisa duduk berdiam diri ketika banyak pekerjaan yang harus saya lakukan" Kata si gelisah

"Untuk apa?"

"Supaya saya dapat sukses dan memiliki perusahaan sendiri."

"Lalu?"

"Menambah perusahaan lagi dan menjadi konglomerat?"

"Lalu?"

"Saya akan merekrut banyak manager yang terbaik untuk menjalankan semua perusahaan saya."

"Kalau sudah begitu lalu apa?"

"Saya dapat duduk bersantai di pantai dan menikmati hidup."

"Loh, bukankan saat ini kita berdua sedang melakukan itu?" Kata si santai.

Pada intinya kita semua sering terjebak dengan pikiran akan banyak hal. Apakah kita sesungguhnya terlalu banyak merenung akan masa depan hingga melupakan saat ini? Itu adalah sebuah pertanyaan yang sangat penting yang menyentuh keseimbangan antara masa depan dan penghargaan kita akan saat ini. Banyak orang yang merasakan banyak tekanan karena personal goal, misalnya, atau ekspektsi orang lain (bahkan diri sendiri), tuntutan pekerjaan dan sebagainya sehingga itu menghabiskan mayoritas waktu dari hari-hari kita. Manusia cenderung banyak memikirkan masa yang akan datang dan tanpa sadar mengorbankan saat sekarang.

Saya yang tukang melamun sering jadi korban seperti itu. Kemajuan jaman, misalnya. Itu adalah salah satu contoh yang sangat jelas bagaimana masyarakat sekarang mengabaikan momen penting yang sedang terjadi, dan lupa menikmatinya karena kesibukan yang tidak berarti. Tidak percaya? Lihat saja mereka yang sedang liburan, atau yang sedang di pantai. Daripada menikmati momen-momen indah, mereka sibuk merekan dengan HP mereka, alasannya supaya nanti bisa dilihat lagi, supaya bisa dipasang di IG, dan tujuan-tujuan lainnya. Lalu apakah sama rasanyadengan ketika kita menikmati hembusan semilir angin laut, aroma samudera dan suara burung camar dengan menonton video yang kita buat di kemudian hari? Saya jawab ya, TIDAK! Rasanya jauh berbeda!!

Semalam saya kembali sibuk membersihkan simpanan foto-foto dan video. Saya lihat semua foto-foto dan video ketika Nina dan saya pergi ke Glenwood Spring, sebuah kota kecil di daerah pegunungan di sebelah Barat dari state of Colorado. Disana ada permandian air panas natural, seperti Ciater. Sebuah kota yang sangat indah sekitar 3,5 jam perjalanan dari Fort Collins. Saya ingat berendam di sana, airnya berasap karena suhu yang panas sementara dari langit turun hujan salju. Perpaduan yang unik, kepala saya penuh salju yang langsung meleleh sementara tubuh saya didalam air panas. Ketika melihat kembali foto-foto dan video itu saya memang seolah-olah dapat merasakan kembali persitiwa itu, tapi tidak sama. Melihat foto-foto salju tidak sama dengan merasakan dingin yang menggigit pada saat itu. Melihat foto ayam bakar yang dibuat oleh orang Indonesia yang memiliki food truck di kota itu tidak sama dengan ngobrol dengan anak muda yang menyiapkan makanan saya. Duduk memandangi food truck berwarna hitam dan kuning dengan judul "Bumbu", tidak sama dengan memandangi foto. Walaupun kenangan itu tetap ada, bahkan saya masih ingat rasa ayam bakarnya, tapi jauh dari kesan ketika mengalaminya saat itu.

Di saat yang lain, di kota lain, saya bangun ketika matahari belum terbit. Berkemas mengenakan sepatu, celana pendek, kaus yang nyaman, earbud dan HP lalu turun dari lantai sekian di hotel menuju jalan raya dan mulai berlari dalam gelap sambil menikmati musik mengelelilingi beberapa blok yang masih sepi. Toko-toko dan pedagang baru mulai berdatangan, terutama mereka yang berjual makanan. Saya berlari terus menikmati suasana yang sepi. Daerah itu adalah pusat turis tapi saat itu belum banyak kegiatan sehingga saya dapat berlari dengan nyaman hingga ke ujung dan berbelok ke jalan utama di pesisir pantai yang indah lalu berakhir di tepi pantai dengan deretan batu-batu yang sengaja dibangun untuk memecah ombak. Saya mengakhiri sekitar 1 jam berlari dengan duduk memandang matahari yang mulai terbit di garis horison ditengah samudera Pasifik. Angin semilir, aroma laut, nyanyian burung camar dan kehangatan sinar matahari benar-benar membuai kulit tubuh yang pori-porinya sudah terbuka sebagai akibat dari berlari. Itu pengalaman reflektif dan spiritual yang sangat luar biasa. Saya memejamkan mata berusaha menyerap semuanya. Saat itu adalah milik saya dan tidak bisa direbut oleh siapapun. Kebahagiaan luar biasa bahwa saya dapat mengalami semua itu menimbulkan rasa syukur yang tak ada batasnya. Ketika tersadar, ternyata saya tidak sendirian, ada mahluk besar berwarna hitam juga sedang tidur dengan nyaman di atas pasir. Seekor anjing laut yang sangat besar sedang menikmati sepinya pantai dan sinar matahari dengan damai. Sudah puas dengan kenikmatan anugerah yang saya rasakan pagi itu, baru saya mengeluarkan HP dan mengambil beberapa foto. Hanya sekedar pengingat, tapi momen yang indah itu sudah saya simpan dalam-dalam dan menjadi milik saya.

Kita terlalu sibuk pada saat "sekarang" sehingga lupa mengapresiasi apa yang ada yang bisa dialami saat ini. Memetakan masa depan, merencanakan apa yang akan kita lakukan memang penting, tapi kita tidak boleh lupa mengapresiasi saat ini, karena dengan lebih menghargai serta mengalami ke-kini-an kita, maka hidup akan lebih menyenangkan dan fulfilling.

You May Also Like