AES 1432 Terusik
joefelus
Monday June 23 2025, 2:29 PM
AES 1432 Terusik

Saya banyak sekali melihat unggahan-unggahan tentang binatang yang diselamatkan oleh seseorang. Misalnya ada moose yang terjebak di danau beku, lalu ada seseorang yang baik hati, melawan bahaya untuk menyelamatkan binatang yang malang itu. Saya katakan melawan bahaya karena danau beku itu sangat tricky, salah-salah jika kita menginjak tempat yang tidak tepat, maka kita sendiri yang akan terjeblos dan dapat berakibat fatal. Ada juga seseorang yang menyelamatkan seekor anak kijang yang terperangkap di pagar, dan lain sebagainya yang membuat saya berpikir bahwa manusia masih memiliki sisi-sisi kemanusiaan yang kuat. Itu satu sisi.

Sekarang kita perhatikan sisi yang lain dimana urusan kekuasaan, konflik politik yang berkaitan dengan teritory dan juga lagi-lagi kekuasaan, kerakusan dan lain sebagainya menunjukkan bahwa manusia terlihat tidak bernilai. Contoh misalnya salah satu menteri yang dengan santai "ngobrol" dengan rekan-rekan yang berkuasa bahkan anggota keluarga tentang bagaimana sesaat lagi dia akan memberi perintah menghancurkan satu lokasi di negara lain, yang tentu saja di sana ada manusianya. Begitu receh-nya kah nilai seorang manusia (dalam kasus ini justru saya yakin bahkan lebih banyak daripada hanya satu orang) yang sesaat lagi akan jadi korban pemboman? Dan itu jadi bahan obrolan!

Mungkin contoh-contoh yang saya berikan tidak begitu akurat, tapi itu hanya sekedar pembanding untuk mengarahkan obrolan saya hari ini ke sebuah pertanyaan yaitu: Jika manusia begitu perhatian pada binatang, mengapa memperlakukan sesama manusia seperti itu? Ini saja, saya memberikan sebuah contoh lagi. Ketika ada seekor atau serombongan binatang menyeberang, pengemudi bisa dengan sabar menunggu hingga binatan-binatang itu melintas lalu melanjutkan perjalanan, tapi ketika ada seseorang menyeberang jalan, tidak jarang kita menyaksikan pengendara yang memaki-maki atau membunyikan klakson. Apakah manusia lebih rendah nilainya dari bebek atau kucing?

Kontradiksi ini semakin luar biasa. Jika ada pemadam kebakaran yang rela menyelamatkan kucing yang terjebak di tiang listrik, lalu mengapa seseorang yang mengaku dirinya anggota militer yang seharusnya melindungi masyarakat malah menembak kaki seorang wartawan yang tidak mengganggu dia sama sekali melainkan sedang melakukan pekerjaannya meliput peristiwa yang sedang terjadi saat itu?

Mungkin itu salah satu alasan saya lebih senang berada di rumah saja. Saya tidak senang menyaksikan berbagai ketimpangan dan kelakuan manusia yang mistreat others! Sedih menyaksikan manusia memiliki double standard dalam memperlakukan yang lain. Rasa keadilan saya terusik. Konflik bukan hal yang menyenangkan untuk disaksikan apalagi dihadapi. Perasaan-perasaan yang negatif dan tidak menyenangkan itu banyak mengusik saya dan itu menjadi salah satu alasan saya tidak menulis karena seperti hari ini, tulisan saya sangat tidak nyaman dikerjakan apalagi buat yang membaca.

Mungkin sebaiknya saya lebih konsentrasi pada kegiatan beberapa hari mendatang. Saya akan berjumpa dengan Kano dan teman-teman dari Colorado. Ini bisa jadi distraksi yang mungkin bisa mengubah mood saya yang akhir-akhir ini sangat jelek.

Foto credit: forbes.com