AES 1535 Harus Bersyukur
joefelus
Thursday November 27 2025, 3:10 PM
AES 1535 Harus Bersyukur

"He was crowing about how he'd walked 140 feet and done steps for the first time." Cerita sahabat saya yang suaminya sedang menjalani rehabilitasi pada hari yang ke-50. "In shoes instead of one-size-fits-no-one, no skid, hospital-issued socks." Sambungnya lagi.

Saya memang masih terus mengikuti kisah-kisah yang ditulis oleh sahabat saya yang suaminya jatuh lalu menjalani operasi otak dan sekarang dalam proses pemulihan, rehabilitasi yang sepertinya mmbutuhkan waktu yang sangat panjang. 50 hari yang lalu suaminya masih berbaring dengan penuh kabel-kabel yang menghubungkan tubuhnya dengan life support machine. Jika membayangkan itu semua, bisa dilihat betapa banyaknya kemajuan yang telah dia raih, tapi jika melihat dari sisi yang berbeda, berapa lama lagi yang harus dia lalui hingga menjadi kembali seperti sedia kala. Kemarin dia masih menggunakan selang untuk makanan, hari ini selang yang menembus lambung sepanjang kurang lebih 60 cm dicabut, dia sudah naik kelas boleh makan makanan sendiri karena sepertinya otak sudah mampu memerintah tenggorokan untuk menelan tanpa ada risiko tersedak. Kemarin ia masih berjalan dengan walker sambil pinggangnya diikat dengan sabuk pengaman yang dipegang oleh petugas/perawat panti rehabilitasi agar tidak terjatuh. Sekarang dia mulai berjalan sendiri, sejauh 140 kaki atau setara dengan 42 meter lebih sedikit, selangkah demi selangkah mengenakan sepatunya sendiri, bukan kaus kaki rumah sakit yang anti selip karena bagian bawahnya penuh dengan titik-titik bintul-bintul yang membuat kaus kaki itu lebih lengket ke lantai. Itu semua mengingatkan saya pada Nina ketika 2 tahun yang lalu dan juga tahun lalu berlajar berjalan dengan lutut baru, menggunakan kaus kaki yang seperti itu. "Aneh rasanya sekarang kakiku sama panjang." Kata Nina. Memang susudah kecelakaan kaki kiri Nina dari bagan lutut ke bawah menjadi agak miring, membuat seolah-olah kaki Kiri lebih pendek dari kaki Kanan.

Rantau dan rumah sakit bagi saya seperti pasangan seia sekata hahaha.. Dulu di Hawaii saya naik ambulans 2 kali. Pertama membawa Nina yang kecelakaan mengakibatkan lututnya bermasalah, kedua membawa Kano yang seizure karena demam tinggi. Pada tahun-tahun ketika Kano masih bayi juga saya harus naik bus kota untuk ke rumah sakit yang membutuhkan waktu sekitar 3 jam pulang pergi sebanyak 3 kali seminggu untuk perawatan jantungnya. Di Fort Collins Nina harus berada di meja operasi 5x, saya hanya kebagian 1 kali operasi kecil hahaha.. Eniwei, semua sudah lewat, semuanya telah berjalan dengan lancar dan semua menjadi lebih baik. Sahabat saya juga sedang menuju ke sana, walau perjalanannya masih panjang. Jauh lebih baik daripada berbaring tanpa kesadaran didukung oleh mesin. Dia sudah bisa berbicara, mulai bisa berdiskusi tentang tindakan yang akan mereka lakukan ketika masa rehabilitasi di panti selesai dan harus dilanjutkan di rumah, dan lain sebagainya. Walau belum kembali seperti sedia kala, toh dia jauh lebih baik daripada sebelumnya.

Hari ini hari Kamis di Indonesia, besok hari Kamis terakhir di bulan Nopmber di Amerika yang merupakan hari Thanksgiving, saat untuk bersyukur dan berterimakasih atas anugerah yang diperoleh selama tahun 2025. Saya bukan orang Amerika, jadi tidak merayakan hari itu. Thanksgiving adalah hari raya berterimakasih atas panen raya yang secara tradisi diawali pada tahun 1621, dirayakan oleh suku Wampanoag dan koloni masyarakat buangan asal Inggris yang lalu menetap di Amerika. Jadi sebetulnya ini bukan perayaan keagamaan dan juga hanya negara-negara tertentu, bahkan Canada merayakannya pada hari Senin kedua di bulan Oktober. Tapi konsep untuk berterimakasih sangat baik. Saya tidak masalah memilih hari Kamis terakhir di bulan Nopember untuk bersyukur, walau sebetulnya sudah seharusnya kita bersyukur setiap hari, setiap saat.

Untuk saya sendiri, tidak ada alasan untuk tidak bersyukur. Mengenang kembali soal rumah sakit, operasi dan sebagainya saja saya sudah punya banyak sekali alasan untuk itu. Untuk dapat menghirup udara segar saya sudah sepatutnya bersyukur apalagi jika memperhatikan pengalaman-pengalaman teman dan sahabat yang lain. Sahabat saya sedang belajar berjalan bahkan ada yang hanya mampu berbaring seperti ayah saya saat in,i sementara saya masih bisa berjalan dengan bebas bahkan berlari tanpa ada masalah. Kurang apa lagi untuk terus berusaha untuk bersyukur?

Memang banyak sekali dalam hidup kita yang seringkali membuat kecil hati, tapi itu adalah tatangan yang membuat kita menjadi lebih tajam, lebih bijak dan banyak lagi. Kesulitan itu memang berat untuk dijalani tapi pada akhirnya jika kita tidak pernah menyerah, akan berbuah manis. Lagi-lagi saya harus berkata dengan menggunakan "moto" yang saya sukai, I don't want it to be easy, I want it to be worth it. Kita tidak punya alasan untuk tidak bersyukur! Hidup itu anugerah.

Foto credit: latimes.com

Lei
@lei   5 months ago
Ikut mendoakan semangat sehaatt terus utk sobat Om Joe, luar biasa progress-nya!
Andy Sutioso
@kak-andy   5 months ago
Mengirimkan doa untuk sobatnya Joe. Semoga terus mambaik. dan ya, kita harus senantiasa mulai dengan bersyukur. Sesederhana bisa bangun pagi dan menjalani hari baru, itu sudah anugerah luar biasa bagi kita. Salam bahagia untuk semua. πŸ™πŸΌπŸŒ±