AES 99 Cotton Candy
joefelus
Tuesday August 31 2021, 3:04 AM















Hari Senin yang panas! Tadi pagi di kelas berenang sepertinya agak diforsir sehingga badan saya lumayan pegal-pegal. Untungnya pekerjaan tidak terlalu banyak karena hari Senin biasanya memang begitu. Jadi pagi tadi memang saya berniat untuk menulis sesuatu. Tapi rencana gagal total karena entah mengapa saya sakit kepala luar biasa hingga mual-mual. Rencana menulis sesuatu yang agak bagus akhirnya berantakan karena saya sama sekali tidak bisa berpikir.


This image has an empty alt attribute; its file name is screenshot_20210830-144256_google8447163738106138976.jpg



Dalam kondisi semacam ini yang saya inginkan adalah rebahan dan paling enak jika mata dikompres dengan air dingin! Tapi namanya sedang di kantor ya susah melakukan semacam itu. Jadi saya berusaha mencari kesibukan. Pergi ke dapur mencuci tumbler kopi yang isinya sudah saya habiskan. Kemudian duduk sambil mengeringkan dengan tissue dapur. 10 menit sudah selesai, lalu bingung mau berbuat apa lagi. Mata menghadapi monitor tapi tidak ada satu katapun yang bisa saya tulis karena sampai pukul 2:20 siang ide belum ketemu juga. Sebentar sebentar melirik ke jam dinding, baru lewat 1 menit! Waktu bergerak seolah-olah sangat lambat!

Akhirnya saya diam memandang ke luar jendela. Pekerjaan saya sudah selesai dari tadi, jadi memang sebetulnya jika saya punya ide, akan bisa dimanfaatkan untuk menulis. Tapi ya itu tadi, sakit kepala hingga bola mata serperti akan melompat ke luar! Seorang mahasiswi lewat dan membuat saya tersenyum karena rambutnya seperti cotton candy! warna neon yang saya beri istilah dangdut atau genjreng melintas. Merah biru kuning entah ada berapa warna, yang pasti memang warnanya lembut tidak mencrang menusuk mata.  

Biasa kalau saya bosan, salah satu yang sering dilakukan adalah keluar gedung dan berjalan keliling-keliling sambil menghirup udara segar. Tapi siang ini suhu 36 derajat. Dengan kondisi kepala begini ditambah suhu panas dan kering, bukan ide yang bagus. Maka keinginan untuk keluar gedung saya urungkan. Toh sampai saat ini saya sudah melangkah sebanyak 10,948 langkah. Sudah melampaui target.

Ada email masuk dari Poudre High School, sekolahnya Kano. Menyatakan bahwa si gondrong sudah terdaftar mengambil beberapa kelas lanjut yang kreditnya akan diperhitungkan di college nanti. Nah di sini memang begitu, di bangku SMA anak-anak boleh mengambil mata pelajaran tingkat lanjut yang jika selesai nanti, kreditnya akan diperhitungkan jika kuliah. Saya berusaha mendorong Kano untuk mengambil kelas sebanyak-banyaknya, jika nanti kalau kebetulan Kano bisa beruntung untuk tetap tinggal dan kuliah, dia akan hemat banyak uang karena ada kelas-kelas perkuliahan yang dia sudah ambil di SMA dan nanti tidak perlu diambil lagi. Nah itu enaknya jika sistem pendidikan terkoneksi dengan baik sejak SD hingga universitas. 

Sepertinya ini adalah tulisan saya yang seperti kata kak andy, hanya sekedar menulis. Saya juga begitu, mudah-mudahan sakit kepala ini lewat jadi saya bisa mulai menulis sesuatu yang jauh lebih baik.