Aku terus berjalan, sang anjing juga berjalan menuju pohon tersebut. Kita sudah berjalan sangat jauh, tetapi pohon tersebut terlihat masih sama saja kejauhannya. Anjing itu berbelok mengarah ke arah yang berbeda dari pohon tersebut. Akupun mengikutinya dan dengan tidak sadar, aku sudah berjalan seharian di gurun pasir ini.
Semua hal terasa sangat melelahkan, tetapi aku tetap ingin kembali ke kotaku yang ku cintai. Aku tertidur dan keesokan harinya terbangun lagi, aku berjalan sampai melihat ada bangunan. Sudah lama sekali aku tidak menemukan sebuah bangunan. Aku berjalan sampai ke sebuah desa kecil tak berpenghuni. Aku kira akan ada manusia yang tinggal, nyatanya hanya harapan palsu, aku harus terus jalan mengikuti sang anjing.
Aku berjalan dan melihat sebuah jalan kereta. Mungkin ini waktunya aku pulang dan kembali. Aku mengikuti sang anjing tetapi ia mengarah ke arah yang berbeda dari rel tersebut. Sebenarnya aku ingin melewati rel tersebut tetapi aku harus tetap fokus dan mengikuti sang anjing. Malam tiba dan aku tertidur.
Keesokan harinya, anjing sudah tidak ada. Aku sangat kaget dan takut. Bagaimana cara aku pulang? Rel kereta yang aku lihat kemarin sudah jauh dan sudah lupa arahnya kemana. Aku bingung dan putus asa. Apakah aku akan selamat? Aku menghela nafas panjang dan berusaha tenang. Setelah itu aku melihat ada suatu jejak.
Jejak seekor anjing. Aku sangat senang bisa sadar melihat jejak itu. Aku terus mengikuti jejak itu dan sampai di sebuah desa yang terbengkalai lagi. Di situ ada sebuah sepeda yang bisa dipakai, aku memakainya dan mengikuti jejak itu lagi. Aku tahu kalau kotaku sudah dekat.