Di luar sekolah, Kuy berjalan cepat ke tempat parkir sekolahnya dan berhenti di depan sepeda motornya. Ia tiba-tiba mikir gimana caranya agar bisa terbang memakai pensil itu. Ia berpikir kalau adrenalin mungkin bisa membuat pensil tersebut membuatnya terbang.
Ia duduk di sepeda motornya, memakai pengaman di kepalanya dan menyalakan mesin kendaraannya. Ia keluar sekolah dan ingat kalau di dekat sekolah ada jurang yang amat curam. Ia mengendarai kendaraannya dengan cepat dan hampir saja keluar dari jalan. Sampai di bukit yang ada jurangnya, ia berjalan ke atas bukit itu dan melihat jurang yang amat dalam.
Ia mengeluarkan pensil dari kantungnya yang ia bilang ajaib itu. Ia sangat ingat perkataan orang misterius yang ia temui saat di sekolahnya. Ia ingat persis perkataan orang itu kalau pensil ini bisa membuatnya terbang.
“Dengan memegang pensil ini di tangan kanan mu dan mengucapkan mantra yang ku tulis di kertas ini, kamu bisa terbang. Tapi kamu harus sangat fokus, kalau bisa bermeditasi dahulu sebelum memakainya” Kata orang misterius ini saat jam istirahat sebelumnya ke Kuy.
“Masa sih, aku tidak percaya” Jawab Kuy dengan bingung.
“Kamu pernah dengar cerita tentang seseorang yang pernah memiliki pensil ajaib dan dibawanya ke harta yang sangat banyak? Inilah pensil yang digunakannya dan aku telah mendapatkan harta darinya. Ucap orang misterius ini sambil memperlihatkan uang yang sangat banyak baginya.
Ia pun mengambil mantra dan pensil ajaib ini.
Kuy berdiri di tepi ujung tebing itu dan kakinya bergetar kencang. Saat ia mulai membiasakan di tempat itu, Ia mulai mengucapkan mantra dan sangat fokus dengannya. Ia memegang pensil tersebut dan menutup matanya. Mantra telah diucapkan, ia loncat ke jurang.
Sudah satu minggu Kuy tidak terlihat di kelas. Lur cemas dan akhirnya meminta bantuan dari pihak kewajiban. Berbulan-bulan berlalu, Akhirnya ditemukan juga, ia ditemukan sudah busuk, dan ia memegang pensil berwarna kuning itu di tangan tidak berdaya.
Pesan moralnya apa? silahkan cari tahu sendiri. Sekian.