Kali ini, kita akan membahas tumbuhan obat yang disebut mahkota dewa. Mahkota dewa atau Phaleria macrocarpa adalah pohon berbatang keras, pohon yang bercabang-cabang. Ketinggiannya sekitar 1,5-2,5 meter namun jika dibiarkan bisa mencapai lima meter. Umur pohon ini bisa mencapai puluhan tahun dan tingkat produktivitasnya mampu dipertahankan sampai usia 10-20 tahun. Pohon mahkota dewa memiliki batang dengan kulit kayu kehijauan dan putih. Bunga mahkota dewa terdiri dari dua hingga empat kelopak, warnanya dari hijau hingga ada yang merah marun. Buah mahkota dewa memiliki bentuk bulat berwarna hijau saat mentah dan akan berubah warna merah saat sudah matang.
Mahkota dewa adalah tanaman obat dari Indonesia yang merupakan endemik di Pulau Papua. Tetapi, entah bagaimana caranya, tanaman ini masuk ke Keraton Mangkunegaran di Solo dan Keraton Yogyakarta. Di kedua tempat itu, mahkota dewa dikenal sebagai tanaman obat. Dahulu hanya kedua keraton tersebut yang mengenal khasiat mahkota dewa untuk keperluan pengobatan. Lama-lama, berita tentang khasiat ini menyebar ke luar keraton. Berbagai jenis penyakit dari penyakit ringan sampai yang berat bisa disembuhkan dengan buah dari pohon ini. Dalam cerita wayang purwa, pohon ini sangat dikeramatkan. Pohon yang sangat dihormati, sampai yang ingin memetik buahnya harus menyembahnya terlebih dahulu. Para prajurit yang akan pergi bertempur juga harus memakan buahnya agar sehat, kuat dan dipercaya bisa selamat.
Khasiat dari mahkota dewa untuk kesehatan tubuh sangatlah banyak. Dari mengurangkan rasa sakit kepala, mengobati flu dan batuk, menurunkan risiko penyakit kanker dan tumor, sebagai antivirus dan antibakteri, menurunkan kolesterol, menjaga kesehatan pembuluh darah, mencegah penyakit jantung, mengobati stroke, menurunkan gejala alergi, mengatasi gatal pada kulit, mengobati gejala asam urat, mengontrol kadar gula darah, meningkatkan metabolisme tubuh, meningkatkan sistem imunitas, mencegah hipertensi/tekanan darah tinggi, mengobati berbagai gangguan kulit seperti bisul, eksim dan jerawat dan mencegah penyakit liver, jika dilihat khasiatnya sangat banyak. Selama ini, pembuktian yang ada sebagian besar masih bersifat empiris, pembuktian yang berdasarkan pada pengalaman pengguna. Literatur yang membahasnya juga tidak banyak. Dalam literatur kuno juga, keterangan mahkota dewa terbatas, hanya kegunaan biji buah yang bermanfaat sebagai bahan baku obat luar.