Aku hanya berpikir tentang apa yang akan terjadi di masa depan, terus saja berpikir dan berputar di dalam kepalaku, tetapi tidak ada tindakan pasti yang aku lakukan, dan pada akhirnya semua tidak berubah masih saja seperti ini. Perjalanan mengenali diri sendiri seperti tidak ada ujungnya, kita akan selalu menemukan fase-fase yang berbeda dengan periode waktu yang berbeda juga. Aku pikir aku lebih baik dari diriku 3 tahun lalu, dan aku berpikir aku akan lebih baik lagi di masa depan, tetapi aku tidak pernah berpikir untuk bisa lebih baik untuk hari ini saja. Semua aspek berpengaruh dalam membangun karakter diriku sendiri, baik itu lingkungan, kondisi sosial, keluarga, dan sistem tatanan pemerintah sekalipun, aku ciptakan berbagai persona untuk menghadapi individu selain diriku, makanya dari itu terkadang aku lebih senang untuk berdialog dengan buku ataupun cermin, atau bahkan menulis blog seperti ini. Yah pada akhirnya, aku yang paling mengenali diriku sendiri.
Waktu bagaikan aliran sungai, bisa deras bisa juga tenang, dan akhir-akhir ini waktu bagiku terlalu mengalir deras. Semuanya nampak terlewati begitu saja, aku serasa hidup dalam ketergesa-gesaan yang tak pasti. Umurku sudah hampir 30 tahun, dan aku selalu resah, pencapaian apa saja yang aku dapatkan hingga detik ini?, aku terus berbicara pada diriku sendiri, untuk meyakinkan diriku sendiri, bahwa aku berharga, bahkan untuk sekedar hidup pun itu adalah suatu pencapaian. Sudah jutaan maaf aku lontarkan pada ibuku, ayahku, namun kata maaf itu tidak berarti apapun, semuanya harus diatasi dengan tindakan.
Dengar, untuk diriku sendiri, dirimu di masa depan, dia tidak ada, jangan terlalu mengandalkan dirimu di masa depan. Yang ada dirimu sekarang, dirimu sekarang, yang hidup pada masa sekarang, yang sedang mengetik tulisan, yang sedang bernafas, dan sedang berdialog dengan dirimu yang sekarang. Dirimu di masa lalu, dia juga tidak ada, yang ada dirimu sekarang. Hargai waktu itu, sebelum bermuara di laut luas dan samudra keabadian.
Bandung 15 Februari 2025