AES061 Melambat Bersama Fascia
yulitjahyadi
Thursday October 28 2021, 8:19 AM
AES061 Melambat Bersama Fascia

Perkenalanku dengan histamin mengajakku kembali pada pemahaman bahwa segala sesuatu baiknya secukupnya saja dan lebih jauh mengingatkanku pada kalimat yang kutulis sendiri di salah satu esaiku, yaitu melangkah hati-hati di atas papan jungkat jungkit. 

Kemudian tersadari lagi bahwa memang menjaga keseimbangan itu tidak bisa disebut pekerjaan yang mudah. Ucapan guruku yang memilih kata 'delicate balance' untuk keseimbangan pun jadi terngiang-ngiang terus menerus. 

Satu kesadaran lain yang menyusul kemudian yaitu, bahwa di hari itu aku tergesa-gesa bagai diburu waktu. Banyaknya jadwal di hari yang sama seolah membagi waktuku satu hari dalam potongan kecil, ditambah lagi aku yang terlalu ambisius menyelesaikan semua pekerjaan di potongan waktu yang kecil itu demi bayangan leyeh-leyeh di hari berikutnya sehingga tanpa sadar aku menciptakan kekacauan tersendiri dalam tubuhku, 

Efek yang kurasakan sesudahnya tak hanya bengkak di mata saja. Layaknya kekacauan yang sesungguhnya, kepala yang terasa berat menggantung dan tubuh yang tak berenergi terasa hingga tiga hari sesudahnya. Sistem tubuh yang sedang berusaha memulihkan kemampuan kerjanya, membuatku sedikit tertatih dalam beraktifitas, seperti berjalan hati-hati di atas papan jungkat-jungkit. 

Bergerak perlahan dalam yoga selama beberapa hari itu membantuku untuk selaras kembali. Dengan bergerak dan mengarahkan napas sesuai gerak pada bagian tubuh yang dituju, tubuhku memperoleh bantuan dari luar dalam proses pengembalian keseimbangannya. 

Di dalam tubuh ini ada jaringan serupa pita yang menyambung satu kesatuan dengan suatu pola tertentu. Pola itu membentuk beberapa garis yang mengelilingi tubuh dari ujung ke ujung. Pita itu sebenarnya adalah kumpulan jaringan ikat di bawah kulit, yang menghubungkan banyak jaringan lain seperti otot, ligamen, tendon dan organ. Jaringan yang bernama fascia itu begitu halus karena bentuknya yang tipis dan tidak terkenali sendirian layaknya otot. Namun kumpulan jaringan itu bertindak seperti jaring yang memberi rasa kesatuan atau integrasi pada tubuh. 

Dalam kerangka fascia ini bisa terpahami adanya kebutuhan untuk bergerak dalam mengakses bagian-bagian tubuh yang lebih dalam seperti organ tubuh dan rangkaian sistem organnya. Jala fascia ini bertumpang tindih dengan jalur-jalur meridian tubuh yang terhubung langsung dengan organ. Maka saat bergerak sesuai jalur pita itu berarti kita sedang mengakses jalur meridian tertentu. Napas yang secara sadar diatur dan diarahkan pada bagian itu  akan mengalirkan energi secara khusus pula ke seluruh jaringan yang sedang diakses itu.

Sederhana nya begini, sama-sama bergerak menekuk tubuh ke salah satu sisi misalnya, akan berbeda efeknya saat dilakukan dengan cara pengulangan yang pendek-pendek dengan jangkauan yang pendek dan tanpa perhatian, dibandingkan dengan satu gerakan perlahan yang lembut dengan jangkauan yang panjang dan kesadaran pengaturan napas. 

Cara pertama hanya akan menjangkau otot tertentu saja sesuai yang digerakkan, sementara cara kedua akan menembus ke banyak lapisan yang lebih dalam karena lebih menyentuh ke fascia dan mengaktifkan jaring-jaring fascia itu dalam kesatuanny . Meski cara pertama menghasilkan lebih banyak keringat dibandingkan cara kedua namun dalam konteks energi, cara kedua justru lebih menyimpan energi dan menyalurkan energi itu ke dalam tubuh sendiri. Membungkus energi itu dalam jaringannya.

Bantuan berupa akses gerak semacam itu serupa memberi kesempatan tubuh untuk melakukan pekerjaannya sendiri sementara kita yang di luar hanya mengerjakan keselarasannya saja. Saat keselarasan terjadi, tubuh pun terbantu dan bekerja lebih mudah. 

Aku selalu percaya pada kemampuan tubuh yang sudah tersedia lengkap untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Ketidakseimbangan yang terjadi kemarin itu tentu jadi pengingat yang jitu agar selalu bergerak hati-hati di atas papan jungkat jungkitnya. Sebuah pengingat untuk melambat, terlebih di fase bulan bungkuk yang ajakannya adalah untuk melepas dan melambat. Menyimpan energi sampai fase bulan mati agar di fase bulan baru energinya cukup penuh untuk menumbuhkan benih yang baru lagi.

Foto diambil dari : https://www.fithealthcare.com.au/wonderful-world-fascia/

You May Also Like